
( POV RIO )
Akhirnya kontrak kerjaku di kota ini sudah akan berakhir, aku bahagia sekaligus was was karena takut jika Rinjani tak mau lagi bertemu denganku dan aku juga takut jika anak yang ada di dalam kandungan Hana itu adalah benihku tapi ya...aku sangat yakin kalau itu bukan anakku. aku tetap optimis.
" Rio, udah siap belom balik minggu ini? ucap salah satu senior sekaligus teman kerja.
" Siap donk kak, malahan aku udah nggak sabaran lagi. kataku bersemangat.
" kamu nggak sabar ketemu dengan rinjani ya? ucapnya kembali padaku.
" Hehhe...nggak juga kak, kangenlah sama orang tua sama keluarga juga. ucapku tak mau ketahuan jika akhir akhir aku sedang galau.
Oh iya namanya Alam, dia salah satu partner kerja sekaligus seniorku yang paling akrab denganku. apapun yang aku alami dan rasakan entah soal keluarga maupun soal cinta aku kerap kali menyempatkan waktuku untuk selalu bercerita dengannya.
Dia sosok partner kerja yang baik dan aku sudah menganggapnya seperti kakak kandungku sendiri. di lokasi kerja maupun di mess kami selalu bersama dengan temanku satunya lagi yang bernama Adit, dia sudah kuanggap seperti saudaraku.
Kak Alam tipe orang yang tidak terlalu banyak bicara, orangnya sedikit tertutup dan sangat jarang bercerita soal dirinya apalagi soal keluarganya. dia adalah pendengar yang baik untuk teman temannya saat di mess tapi dia jg suka membuat lelucon hingga kami tak hentinya tertawa saat santai bersama.
Sore itu di rooftop mess lantai atas...
" Kak, sibuk nggak? kataku mengangetkannya.
" Eh...Rio sini duduk sama sama. ini lagi ngopi aja.
Aku langsung duduk di kursi sebelah Kak Alam. sebenarnya ada yang mau kuceritakan padanya tapi sepertinya aku malu. tak apalah...dia salah satu orang yang bisa kupercaya saat aku curhat padanya. tak lama kemudian ku ambil rokok dari saku celanaku kemudian menghisapnya dan kusemburkan asapnya sedikit kasar, tiba tiba kak alam menoleh padaku.
" Kenapa bro? ucapnya sambil menghabiskan kopi di gelasnya.
" Hehhe...nggak papa kak. kataku sedikit tersenyum.
" cerita aja bro kalau ada masalah. selow aja. ucapnya menyakinkanku.
__ADS_1
" sebenarnya aku ingin bercerita kak, tentang hubunganku dengan rinjani.
" ada apa dengan hubungan kalian? kalian baik baik saja kan? kata kak Alam.
" malahan udah putus kak, kataku tertunduk.
" hah ? secepat itu? masalahnya apa?
" panjang kak yang jelas dia memutuskan hubungan kami karena sesuatu hal yang benar benar membuatnya marah kepadaku. ucapku menjelaskan.
Kulihat Kak Alam sedang menatap lurus kedepan sambil berfikir,lalu menoleh padaku.
" coba ceritakan masalahnya seperti apa? nanti aku coba menganalisa setiap ceritamu dan semoga aku bisa memberimu solusi baik atas masalahmu. ucap kak Alam menenangkan hatiku.
Akupun menceritakan detail masalah yang ku hadapi hingga persoalan hana tak luput dari ceritaku padanya.kulihat kak Alam benar benar sedang menyimak ceritaku sambil berfikir tapi entah... apa yang sedang dia pikirkan.
" Oke aku paham dengan ceritamu. begini saja...jika memang kamu yakin tak menghamili mantan kekasihmu itu. tetap perjuangkan cintamu pada rinjani itupun jika kamu benar benar sayang padanya.
" sudah tentu aku sayang padanya bahkan aku tak mau kehilangannya, dia perempuan yang berbeda dari perempuan lainnya.
" Baik kak terimakasih banyak atas solusinya hari ini, aku akan tetap memperjuangkan cintaku pada rinjani. Jujur aku sudah sempat putus asa dan akan melepaskannya tapi untung hari ini aku segera bercerita denganmu.
" Semangat bro, apalagi hitungan hari lagi kita semua sudah akan balik ke Makassar. semoga masalahmu segera terselesaikan. aku mendoakanmu.
Akupun segera beranjak dari tempatku duduk dengan hati yang lega, kuputuskan untuk terus maju dan membuktikan pada rinjani bahwa bukan aku yang mencelakai hana hingga hamil.
Beberapa hari kemudian....
" Bro, sudah siap untuk balik hari ini? kulihat adit muncul di depan pintu kamarku.
" siap bro, tapi aku bakalan sedih karena aku harus meninggalkanmu disini, kamu yang sudah aku anggap saudara. ucapku dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
" santai bro. kalau ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi, kalau diberi umur panjang bolehlah kita bertemu lagi. ucap adit berpantun sambil melucu padahal kulihat dari sorot matanya dia pun sedih melihat kami semua akan pulang.
" Hehe...ada ada aja kamu bro. sampai kapanpun aku takkan melupakanmu sobat. kutunggu kau di kotaku ya.
" siap bro. kalau ada rejeki cukup pasti aku akan kesana jalan jalan.
Ini akan jadi perpisahan yang mengharukan antara aku dan adit, selama aku bekerja disini dia begitu baik padaku.tak jarang dia mengajakku untuk bertamu kerumahnya di bandung.
Tak lama kemudian...
Ayo semua siap siap kita akan berangkat, kudengar suara ketua tim memberikan kami aba aba untuk segera berangkat.
" Rio, ayo kita berangkat. kita sudah disuruh berkumpul di depan, sebentar lagi mobil akan menjemput kita menuju bandara. Ucap kak Alam.
" Ayo kak. ku angkat koper juga carrier ku dan langsung keluar kedepan.
Ternyata mobil yang akan menjemput kami sudah menunggu di depan mess, akupun memeluk erat adit ku tepuk pundaknya dan mengucapkan terimakasih banyak padanya, sekali lagi mataku berkaca kaca saat akan berpamitan padanya.
empat puluh menit kemudian kamipun telah tiba di bandara dan segera boarding pass lalu menuju ke ruang tunggu. tak lama kemudian kamipun di panggil untuk segera naik ke pesawat yang akan kami tumpangi.
Selamat tinggal Jakarta, batinku di balik kaca jendela pesawat, kebetulan aku duduknya paling pinggir dekat jendela dan bersampingan dengan kak Alam dan satu pekerja lagi.
Empat puluh lima menit kemudian kami pun tiba di bandara Makassar dengan selamat.
Makassar i miss you, gumamku.
akupun segera turun, menunggu koperku lalu berpamitan pada kak Alam. taxi online pun melaju cepat kerumahku. keluarga menyambutku dengan senang hati, duduk bercerita sebentar dan aku segera masuk ke kamarku dan ber-istirahat. Tak terasa aku ber-istirahat cukup lama sudah hampir malam.
Ku ambil handphoneku dari dalam tas yang belum kusentuh sejak aku tiba di kota ini.kulihat di layarnya ada panggilan dari hana, panggilan dari adit dan yang paling membuatku kaget ada panggilan dari rinjani juga.
Degggg....
__ADS_1
Jantungku berdegup kencang, ada apa ya? angin apa yang membawa rinjani untuk menelfonku hari ini, apakah dia tahu bahwa aku sudah berada di kota ini. batinku bertanya tanya.
Ah...daripada aku penasaran mending langsung saja ku telfon.