
( POV RIO )
Akhirnya sepulang kami dari kegiatan mendaki di Gunung Gede Pangrango,kami semua kelelahan tapi tak lupa kuantarkan dahulu Rinjani juga teman temannya untuk mencari penginapan yang baru untuk tinggal beberapa hari sebelum mereka balik ke Makassar , letaknya tak jauh dari mess tempat tinggalku.
"Sayang, kalian istirahat dulu ya... pasti kamu dan yang lain capek kan?. Sahutku sambil sibuk mengeluarkan beberapa barang milik rinjani dari dalam carrierku.
" Iya hari ini aku akan lebih banyak istirahat, benar benar lelah.
" aku juga akan balik dulu ke mess, sore atau malam aku akan balik lagi kesini.
" Oke, kalo begitu aku langsung masuk ke kamar dulu ya, byeeee.... ( rinjani pamit untuk masuk ke kamar, kelihatannya dia begitu lelah ).
lima belas menit kemudian aku telah tiba di mess tempat tinggalku, carrier ku langsung ku letakkan di sebelah tempat tidur tanpa membongkarnya lagi dan segera langsung ku charger handphoneku yang sedari tadi mati total karna kehabisan battrei.
Akupun segera tidur....
empat jam kemudian aku terbangun dan kulihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul enam sore, sudah hampir malam lalu buru buru ku aktifkan handphoneku dan ternyata banyak panggilan nomor baru, panggilan dari rinjani juga bbm beberapa masuk dari nomor baru dan juga dari rinjani.
segera kubuka bbm dari rinjani, dia cuma menanyakan apa aku sudah bangun atau belum dan kedua kubuka bbm dari nomor yang tak ku kenali.
( Haii, semoga masih ingat sama aku yang baru tiga bulan kamu putuskan lalu sukses punya pacar baru lagi, aku Hana. apa kabar Rio? semoga kamu baik baik aja setelah putus dariku )
Degg...
Aku kaget mendapat pesan baru dari Hana, entah dia tahu pin bbmku dari mana karna setelah putus dengannya, aku langsung mengganti nomorku juga handphoneku karna tak mau mengingat lagi tentang dia dan masa laluku.
belum sempat kubaca, tiba tiba Hana mengirim pesan lagi.
( kenapa cuma di read aja? aku nggak bakalan ganggu kamu kok, aku cuma mau tahu kabarmu aja ).
Segera kubalas pesan dari hana.
( kabarku baik baik saja, aku nggak mau basa basi. kamu dapat pin bbm ku dari mana? tolong jangan ganggu aku lagi )
Send....
( kenapa? kamu takut sama pacar kamu
si rinjani? aku tahu sekarang dia berada di Jakarta bersama kamu kan? )
__ADS_1
Degg ..
degg....
kembali aku terkejut, darimana dia tahu jika rinjani saat ini sedang bersamaku di Jakarta.
Aku tak menggubrisnya, cuma ku read saja pesannya.
Tak lama kemudian hana menelfonku tapi kuabaikan. dia menelfon lagi tapi masih ku abaikan dan mencoba menelfonku lagi akhirnya kuangkat karna aku merasa tergganggu.
" Halo, ada apa han? tolonglah jangan ganggu aku lagi dan satu lagi jangan pernah gangguin rinjani serta hubunganku dengannya. paham? ucapku ketus dan sedikit emosi.
" Wahh...wahh...Rio sekarang udah hebat ya udah bisa marah ke aku,dulu aja kamu ngemis ngemis nembak aku, untung aku terima.
" Han, mau kamu apa sih? nggak usah basa basi lagi, aku mau istirahat lagi nggak enak badan.
" Oke to the point aja, aku hamil. Ucap hana membuatku kaget setengah mati.
Degg...
Deggg.....
Deggg....
" terus nelfon aku buat apa? apa hubungannya denganku? kataku tanpa basa basi.
" ya...jelas ada hubungannya dengan kamu rio, kamu laki laki terakhir yang meniduriku saat kamu datang ke kostku waktu itu, seminggu sebelum kita putus.
" nggak mungkin deh han, kamu jangan bercanda, kataku seketika gemetar.
" bercanda? emang ini cocok jadi bahan bercandaan ya? nada suara hana sedikit meninggi.
" trus kalo memang kamu hamil dan itu anakku,kenapa kamu baru bilang sekarang?
" rio, kamu kemana aja setelah mutusin aku? nomor kamu ganti, pin bbm kamu udah bukan yang dulu lagi, teman teman kamu nggak ada yang mau ngasih nomor kamu ke aku. aku bingung nyari kamu dimana lagi. kudengar hana mulai terisak.
Aku terdiam sesaat, ku atur pelan nafasku. aku harus menjernihkan pikiranku. ini nggak mungkin terjadi. batinku seolah menenangkan perasaanku.
" sekarang kamu dimana? aku minta tolong masalah ini jangan kamu kasi tahu ke siapa siapa dulu apalagi ke rinjani, tolonngg ! kataku memohon.
__ADS_1
" trus aku bagaimana? sekarang aku di Makassar di kostku dan aku nggak berani untuk pulang ke rumah orang tuaku, aku takut mereka membunuhku jika tahu aku hamil diluar nikah. hana tak kuasa menahan tangisnya
" oke tunggu saja disana, nggak lama lagi urusan kerjaku disini akan selesai dan aku akan balik, tolong rahasiakan masalah ini kepada siapa siapa.
" baik, aku tunggu kamu, jangan sampai aku berbuat nekat dan langsung kerumahmu atau aku akan menelfon rinjani jika kamu berbohong padaku. Hana mulai mengancamku.
" oke, sudah dulu aku ada urusan. nanti kutelfon lagi. jangan berbuat nekat apalagi menelfon rinjani untuk mengatakan masalah ini.
Telfon langsung kututup dan ku jambak rambutku sambil menyesali semuanya, aku bingung sekarang harus bagaimana. aku benar benar sudah sangat menyanyangi rinjani. kalo dia tahu aku menghamili hana, tentu dia akan kecewa besar padaku dan memutuskan hubungan kami dan aku benar benar tak siap untuk itu.
Ya...Allah tolonglah aku, ucapku dalam hati.
tiba tiba ada pesan masuk dari rinjani.
" Sayang, kamu dimana? sudah bangun belum? tadi aku telfon nggak di angkat,ku chat cuma di read aja.sibuk ya? maaf kalo aku mengganggu kamu ya.
" aku masih dirumah dan baru bangun,ku balas singkat.
" oh iya...kamu nanti kesini nggak?
" belum tahu rin, aku sedang tidak enak badan dan benar benar kecapean, ucapku dengan mood yang sedang berantakan.
Jujur aku benar benar takut menghadapi masalah ini apalagi jika rinjani tahu masalah yang sedang aku hadapi saat ini
" baiklah, nggak papa kamu istirahat aja dulu.
sayang, kamu baik baik aja kan? nggak biasanya kamu balas chatku singkat singkat kayak gini. kalo ada masalah kamu cerita donk ke aku. rinjani mulai curiga padaku.
" aku nggak kenapa kenapa sayang, cuma capek dan lemas,tapi kalau misalnya nanti aku sedikit baikan pasti aku langsung ke penginapan ya.
" iya tapi sehat dulu dan istirahat, jangan lupa minum obat.
" iya makasih sayang.
telfonpun di tutup oleh rinjani, sekarang aku benar benar bingung harus bagaimana. aku benar benar tidak mau kehilangan rinjani, aku sudah terlalu jauh sayang padanya.
jika aku jujur padanya soal masalah ini sudah tentu dia tak mau lagi kenal denganku bahkan membenciku seumur hidupnya
Entahlaahh.....
__ADS_1
aku hanya berharap pada keajaiban semoga saja hana cuma ingin mem-prank ku, Ya Allah....tolonglah.