
Sedikit ku ceritakan sebelum aku memutuskan untuk menerima cinta Rio, ada mantan sebelumnya yang masih sangat berharap untuk aku balikan lagi dengannya setelah aku mendapati dia selingkuh dengan teman sekelasnya di kampus.
Pagi itu...aku tak biasanya datang secepat itu ke kostnya, biasanya aku baru datang setelah aku pulang kampus sekitaran sore jam lima hingga malam baru balik kerumah lagi. setibanya aku di kost tiba tiba handphone si mantan berdering lalu kulihat nama di layar, rasa rasanya nama yang terpampang disitu tidak pernah kubaca sebelumnya atau aku tak pernah mendengar nama itu, Ya...namanya Erna karena aku penasaran aku langsung mengangkatnya. "Hallo",ku dengar suara dari seberang telfon. "Iya hallo...maaf dengan siapa dan cari siapa",kataku membalasnya. "Kamu sendiri dengan siapa? aku mau ngomong sama Boy, aku dengan pacarnya" kata perempuan itu.
DEGG....
"Oh iya dengan pacaranya ya? Boy lagi tdur kak, nanti aku akan sampaikan jika dia sudah bangun, aku cuma teman kostnya dan kebetulan hpnya di tinggal di ruang depan tempat kami anak kost biasa berkumpul" kataku dengan santai.
"Oke tolong sampaikan pada Boy kalau tadi aku menelfonnya dan tolong suruh dia telfon balik" kata si Erna.
"Oke siap nanti kusampaikan" ( hp langsung ku matikan ).
( Seketika darahku mendidih, emosiku memuncak melihat si mantan yang masih tidur nyenyak, ternyata selama ini dia telah selingkuh di belakangku )
Hp Boy yang masih ku pegang tiba tiba ku lemparkan ke kasur tempat dia tidur,tepat di sebelah bantalnya. Tiba tiba dia kaget dan membuka matanya lebar lebar lalu menanyakan ada apa dan mengapa aku memasang wajah marah? Lalu ku katakan kalau aku baru saja mendapatkan telfon dari perempuan yang mengaku pacar kamu namanya Erna teman sekelasmu di kampus.Ia langsung bangun dan terduduk lalu seolah olah bingung dengan apa yang aku katakan. "Hah? pacar ? Ya...nggaklah dia cuma teman kelompok diskusiku di kampus tidak lebih dari itu, dia saja yang mengaku ngaku kalo dia pacarku, kata si Boy dengan wajah panik.
__ADS_1
"Yakin tidak pacaran? tapi perempuan itu tadi mengatakan kalau kamu sering datang berkunjung ke kostnya dan itu terjadi hampir setiap hari. Oh...jadi itu alasan kamu makin rajin ke kampus akhir akhir ini, karena perempuan itu?Okelah...aku pergi dan kita putus.
( Dia langsung menarik tanganku dan membujukku untuk mendengar penjelasannya dulu, tapi aku tetap bersikeras untuk pergi dari situ ).
Aku langsung mengeluarkan motorku dari halaman parkir lalu ku gas kencang motorku melaju cepat untuk pulang kerumah, sepanjang perjalanan aku tak henti hentinya menangis dan mengumpat dirinya, sungguh tega dia menyakitiku setelah dua tahun aku bertahan padanya bahkan aku abaikan laki laki lain untuk selalu menjaga hatinya tapi nyatanya dia dengan mudahnya berbuat jahat kepadaku.
setelah tiba dirumah, aku langsung parkir motorku dan aku masuk ke dalam rumah juga mengunci rapat pintu depan. aku saat ini hanya akan sendiri dan tidak ingin di ganggu oleh siapa siapa. Esok harinya...
Tokk...
Tokk...
Tokk
"Rin...rin..tolong buka pintu sebentar, aku ingin bicara sebentar saja,tolonglah"
__ADS_1
(Aku tetap tak menghiraukannya, aku bahkan tak mau lagi berurusan dengannya, aku hanya ingin benar benar segera move on darinya, sangat pantang bagiku untuk memberi kesempatan pada orang yang mudah melanggar janjinya cukup sudah dua tahun ini. Padahal aku sudah mengenalkannya pada Ibuku dan juga adikku tapi ternyata dia menganggap semuanya itu hanya permainan )
Tiba tiba suara di depan sudah tak ada lagi,aku yakin dia sudah pulang dan aku merasa aman sekarang.
Iseng iseng ku intip di balik jendela aku kaget ternyata dia masih terlihat di depan sedang duduk duduk sambil menghisap sebatang rokok, tiba tiba matanya tertuju pada jendela yang sedikit kubuka, sesaat aku dan dia saling menatap lalu buru buru ku tutup lagi tirai jendela lalu masuk ke dalam kamar.
lagi lagi dia mengetuk pintu berkali kali tapi aku tetap pada pendirianku untuk tidak mau lagi berurusan dengannya,aku tak mau lagi mendengar penjelasannya,aku muak dan melihat wajahnya pun aku sudah tak sudi lagi.
Aku paling tidak suka dengan laki laki pengecut yang hanya bisa mempermainkan hati perempuan sesukanya. Sejam kemudian kudengar suara motor di nyalakan dan sekarang aku yakin kalo dia benar benar sudah pergi dari rumah ini.
tiga hari berturut turut aku benar benar tak pernah keluar rumah, melihat matahari pun aku enggan. rumah aku biarkan terus menerus gelap dan tidak ada celah untuk cahaya masuk kedalam,bahkan aku sama sekali tak pernah menyentuh makanan sedikitpun kecuali kopi bergelas gelas ku habiskan dan rokok ber-bungkus bungkus juga tak henti hentinya ku hisap. tiga hari ini aku benar benar meratapi sakit hatiku atas perbuatan laki laki itu.
Esoknya hari keempat aku sudah yakin untuk keluar rumah lagi seperti biasa dan aku yakin hari ini hatiku sudah benar benar move on total dari kejadian tiga hari lalu.
Sudahlah...aku sudah ikhlas dengan semua yang terjadi, mungkin benar yang di katakan orang orang bahwa cinta belum tentu harus memiliki.
__ADS_1
aku kembali siap menyapa dunia....