LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU

LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU
BAB.11 GEDE PANGRANGO


__ADS_3

( POV RIO )


"Namaku Rio, aku berkenalan dengan Rinjani saat baru pertama ketemu di salah satu puncak gunung tepatnya di Sulawesi Selatan.


Awalnya kulihat perempuan itu biasa saja dan tak ada yang spesial dimataku saat menatapnya tetapi sebelum aku melihatnya di puncak waktu itu, sepertinya sekitaran dua tiga hari yang lalu dia pernah mencari teman untuk join bareng ke puncak yang sama yang akan aku daki bersama teman komunitasku dan akhirnya dia nge-chat duluan untuk berniat ikut dengan rombonganku tetapi tak ada komunikasi lanjutan, akhirnya chatku padanya hanya sampai disitu dan akupun tak memikirkannya lagi.


Awalnya aku cuma merasa nyambung dengannya saat ngobrol panjang awal kami sering berkomunikasi dan akhirnya ku beranikan diriku untuk menyatakan cinta padanya karena aku sudah merasa nyaman dengannya selama ini dan akhirnya dia mau menerimaku.


Dua bulan kemudian dia dan teman temannya datang ke Jakarta untuk tujuan ingin mendaki ke Gunung Gede Pangrango, disaat itulah pertemuan keduaku dengannya dan sekarang aku telah mencintainya karena kami sudah status berpacaran.


"Sayang, setengah jam lagi aku udah berada di penginapan ya, kalian semua udah siap kan?Ucapku.


"Iya udah sayang, aku tunggu ya" balasan Rinjani padaku.


( Tiga puluh menit kemudian aku telah tiba di penginapan dan melihat mereka sudah bersiap siap dan menggendong carrier mereka masing masing ). Ohiya...aku berdua dengan temanku si Adit, dia teman kerjaku selama aku bekerja di kota ini. Orangnya humble dan humoris, partner sekerja yang paling kompak dan dia aslinya dari Bandung.


" Dit, aku yang nyetir dari Jakarta sampai ke Cibodas kalo kami semua sudah tiba, kamu yang akan bawa mobil kembali ke Jakarta, bisa kan?


" bisa bro, santai aja.


" Oke, makasih ya bro maaf selalu ngerepotin selama disini, ucapku seraya menepuk pundaknya.


" woles bro. anggap aja aku tuan rumah selama disini jadi, aku bakalan siap nganterin kamu kemana aja.


( Tidak lama kemudian akupun memanggil Rinjani dan teman temannya untuk naik ke atas mobil sambil aku dan Adit membantu untuk menaikkan semua carrier di bagasi belakang ).


" Sayang, kamu duduk di depan ya di sampingku, nanti yang lain di belakang aja.


" Iya" dia dengan menjawab singkat.


Lalu kubuka kan pintu depan dan mempersilahkan Rinjani untuk masuk ke dalam mobil ( kami pun berangkat ).


" Sayang, kamu semangat kan hari ini? Ucapku membuka percakapan.


" Iya semangat donk. masa nggak sih kan udah jauh jauh kesini juga. aku minta maaf ya selalu negerepotin kamu yank". kata Rinjani.


" Gak ngerepotin sama sekali sayang, aku malahan senang kamu datang kesini" sambil ku usap rambut rinjani ( Aku begitu sayang padanya ).


Kami menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, sawah di kiri kanan terpampang luas menambah kesejukan pagi ini, tak lama kemudian kami telah tiba di pasar cibodas tepatnya di bawah kaki gunung Gede Pangrango.


" Sayang, kamu turun dulu di warung mbak Sumi yang berada di depan itu. Adit sebelumnya sudah menelfon padanya kalo hari ini kita akan tiba di tempatnya sambil kembali memeriksa bawaan kita semua. ( sambil mengantarkan Rinjani masuk ke warung mbak Sumi karena dia masih canggung ).


" Eh...kalian semua udah pada tiba? Kata mbak Sumi dengan ramah menjemput kami di depan warungnya sembari kami menyalaminya satu persatu.

__ADS_1


" Iya mbak, kami numpang sebentar untuk persiapan mendaki kami ya.


" Iya boleh. silahkan masuk dulu nanti mbak buatin kalian teh hangat dulu, pasti kalian semua lelah.


Lalu mbak Sumi masuk kedalam dapurnya dan membawakan kami beberapa gelas teh hangat dan dua piring pisang yang telah di goreng.


" Sayang, yuk kamu minum teh dulu mumpung masih hangat, kamu pasti lapar kan? Sambil ku peluk pinggang Rinjani.


" Iya makasih ya, aku ingin merokok satu batang dulu boleh kan? sepanjang perjalanan tadi aku belum pernah ngerokok.


" Oke boleh, istirahat ya biar nanti jalannya kuat. kataku memberi semangat pada Rinjani.


" Siap, pasti kuat donk"


( Dua jam lebih kami habiskan untuk ber-istirahat di warung mbak sumi akhirnya kami sudah siap siap untuk mendaki siang ini, Rinjani dan teman teman lain telah menggendong carrier mereka masing masing, carrier Rinjani yang paling ringan, sengaja aku tak membebaninya banyak barang agar nanti di perjalanan dia tak merasa lelah karena mengangkat beban berat di punggungnya dan akhirnya Adit pun akan siap siap untuk balik kembali ke Jakarta).


" Dit, kamu hati hati ya dijalan, makasih banyak bro atas bantuannya hari ini.


" Santai bro santai....aku balik ya kalian juga hati hati.


( Beberapa menit kemudian aku langsung berdiri di sebelah Rinjani ).


" Udah siap kan sayang? ayo sini gandengan tangan denganku,jangan jauh jauh dari aku ya nanti kamu ada yang nyulik lagi" ( kuajak dia sesekali bercanda agar dia bisa sedikit santai dan bisa menikmati perjalanan ini ).


" Iyalah perempuan secantik dan sebaik kamu banyak yang usilin, nanti kalo di jalur ketemu sama pendaki lain dan ada yang senyumin atau godain kamu, jangan di balas senyum ya.awas loh


" Lah? emangnya kenapa? Senyum itu ibadah loh sayang, Katanya membela diri.


" Pokoknya kamu jangan genit genit lah kalau ketemu pendaki lain ya.


" Emang aku genit ya? Katanya dengan mimik wajah heran.


" Ya ..nggak sih aku kan cuma ingetin aja, sambil kucubit pipi Rinjani, kamu gemesin deh.


Tibalah kami di pos pelaporan untuk mendaftar nama nama kami satu persatu dan petugas disitu memeriksa carrier kami satu persatu untuk memastikan sampah apa saja yang akan kami bawa pulang setelah turun dari atas dan aturannya memang seperti itu,mengingat gunung Gede Pangrango termasuk Taman Nasional jadi penjagaannya serta kebersihannya sangat terjaga.


" Iyan, Biby, Reza dan Imam kalian sudah siap guys? semangat ya. ( Rinjani memberikan semangat kepada teman temannya ).


Serempak mereka membalas ucapan Rinjani, SEMANGAT....dan benar saja mereka begitu semangat berjalan beriringan dan sesekali bercanda satu sama lain.


Setelah beberapa jam kami berjalan, akhirnya Rinjani mulai mengeluh kecapean dan mengajak kami semua untuk tidak melanjutkan perjalan karena sebentar lagi hari mulai magrib, kondisi saat ini sedang hujan dan mengharuskan kami untuk mendirikan tenda di pos yang bernama Kandang Batu.


" Sayang, istirahat yuk aku sudah tidak sanggup lagi. besok pagi baru kita lanjut lagi, lagian kondisi tidak memungkinkan. Ucap Rinjani memohon.

__ADS_1


" Sedikit lagi sayang di pos setelah ini karena di pos ini jarang yang mendirikan tenda. kataku menyemangatinya.


" Udahlah dirikan tenda disini aja ya, aku sudah benar benar capek kali ini. kata Rinjani memelas lagi.


" Oke teman teman kita dirikan tenda disini dan besok pagi baru kita lanjut lagi.


Akhirnya semua pun setuju dan rombongan kami yang pertama mendirikan tenda di pos ini, kebanyakan pendaki akan mendirikan tenda setelah pos ini,konon katanya pos ini terkenal angker tapi aku tak memberitahukan kepada yang lain agar mereka tak takut.


Selesailah tenda di dirikan, Biby dan juga Iyan memasak air dan nasi, Iyan dan Reza mengambil air di sungai kecil yang tak jauh dari pos ini sedangkan aku dan Rinjani sedang duduk di depan tenda sambil bercerita tentang perjalan tadi, malampun tiba dan kami mulai menyantap makanan yang sudah di masak.


" Rin, tenda ini kan ada dua, jadi satu tenda isinya tiga orang ya. Aku, kamu dan Biby setenda lalu Iyan,Reza juga Imam mereka setenda. bagaimana?


" Oke setuju kak, kata yang lainnya.


Waku menunjukkan pukul sebelas malam, kami pun masuk ke tenda kami masing masing tapi di pos ini sudah ada tiba rombongan yang mendirikan tenda juga, jadi nggak sepi sepi amat.


( Di dalam tenda aku mengatur posisi tidur. Rinjani di ujung sebelah kanan, aku di tengah dan Biby di ujung sebelah kiri)


Akhirnya mereka semua setuju dan kami mulai memejamkan mata ber-istirahat total untuk lanjut besok pagi.


" Sayang, kamu dingin ya, ini pake selimut dan laipisi jaketmu. ( kulihat Rinjani melipat kakinya ke perut dan gemetaran, dia sangat kedinginan)


Aku peluk ya


" Iya makasih, cuaca malam ini benar benar menusuk sampai ke tulang.


( Ku peluk erat Rinjani sambil kucium aroma rambutnya yang masih wangi, tak sengaja tanganku menyentuh kedua dadanya tapi dia tak merespon sama sekali, Jantungku tiba berdetak tak menentu).


Degg ...degg...deg...


Degg...degg...degg....


Aku tetap mengatur nafasku pelan pelan, lalu kuminta Rinjani untuk menoleh ke arahku, saat dia menoleh dengan cepat kucium bibirnya dengan lembut, aku mulai berani meraba lembut ke arah dadanya, dia tetap tak merespon dan sepertinya dia juga menikmatinya.


Biby yang sedang tidur di sebelahku tak henti hentinya mendengkur mungkin karena kecapean seharian.


Aku terus mencium bibirnya, kucium lehernya aku mulai berani meraba bagian tubuhnya yang lain tapi saat nafsuku mulai memberontak, pelan pelan Rinjani menarik tubuhnya dariku dan berbisik padaku " Sayang, kita sedang di hutan, disini pasti banyak penunggunya. Tolong jangan di teruskan lagi ya, aku mohon.


Setelah itu tiba tiba aku kembali mengatur nafasku dan meng-iyakan apa yang di katakan Rinjani.


" Baik sayang, aku minta maaf ya. sekarang kamu tidur ya, besok pagi pagi sekali kita akan lanjutkan perjalanan kita. kataku sambil mengelus lembut rambutnya.


Kami pun akhirnya tertidur.....

__ADS_1


__ADS_2