LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU

LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU
BAB.29 HANA KEGUGURAN


__ADS_3

( POV HANA )


Aku sangat bersyukur karena sekarang Rio,Rinjani juga Biby akan membantuku menghadapi masalah yang sedang kuhadapi saat ini. meskipun sebenarnya aku sudah sangat ter-amat malu untuk bertemu dengan Rinjani dan Rio tapi tak kusangka mereka berdua begitu baik padaku.


Setelah kejadian malam itu di hotel hingga hari ini Riko tak pernah lagi menghubungiku, nomornya sudah tak aktif lagi dan rumahnya sudah kosong. belum lagi ibu selalu menelfonku dari kampung untuk menyuruhku mudik karena sebentar lagi akan ada acara pernikahan sepupuku di kampung.


Kandunganku sudah hampir 3 bulan, aku sangat malu ke kampus, akhir akhir ini jika bepergian aku selalu menggunakan gamis atau jilbab syarii ukuran jumbo agar tak ada yang curiga atas kehamilanku.


Pagi ini tiba tiba perutku mules dan aku segera buru buru ke kamar mandi ingin buang air besar, tak sengaja aku terpeleset saat melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Awwww.....


Sakittt....tolooonngggg....


Aku meringis kesakitan, aku yakin penghuni kamar lain sedang tak berada di kamarnya karena jam segini mereka sudah berangkat ke kampus, memang di kostku ini kebanyakan mahasiswa/i semester awal yang kuliahnya selalu pagi.


Aku berusaha untuk berdiri tapi pinggangku sakit luar biasa, tiba tiba aku melihat ada cairan merah mengalir dari pahaku dan aku yakin itu darah. aku shock dan masih merasa kesakitan.aku keluar dari kamar mandi untuk mengambil handphoneku dan segera menelfon Biby.


Tak menunggu lama telfon di angkat....


"By, tolong aku. aku meringis kesakitan.


" Han? hana...kamu kenapa? hallo....kudengar Biby begitu panik.


" By, aku jatuh di kamar mandi dan begitu banyak darah berceceran, aku kesakitan dan sangat lemas.tolong ya......


Aku tak sanggup lagi akhirnya aku pingsan dan ponselku masih dalam keadaan menyala, samar samar masih kudengar suara Biby dari dalam tapi aku tak sanggup lagi membalasnya.


( POV BIBY )


Aku panik mendengar telfon dari Hana padahal hari ini aku ada kuliah pagi tapi Hana sepertinya dalam bahaya, aku akan bolos saja hari ini. buru buru kuambil ponsel dari saku celanaku dan mencari kontak Rinjani.


Tuutt....


Tuut...


Tuutt....


Ponselnya tidak aktif, mungkin Rinjani sedang di kelas. aku tahu betul jika sedang belajar di kelas Rinjani selalu me-non aktifkan ponselnya. Aku langsung menuju parkiran kulajukan motorku dengan kecepatan tinggi agar aku bisa tiba dengan cepat di kost Hana. 20 menit kemudian sampailah aku di parkiran depan kost Hana.


Tokkk....


Tokk...


Tokk...


Hanaaaa....hanaa...hana...ku ketuk pintunya dengan keras sambil berteriak sekeras mungkin tapi percuma saja karena tak ada sahutan dari dalam.


Akupun ber-inisiatif untuk mendobrak pintu kamar kost Hana.


Gubbraaaakkkkkk.....


Akhirnya pintu pun terbuka dan aku begitu shock melihat Hana sedang terkapar di bawah lantai di depan kamar mandinya. aku langsung mengangkat kepalanya kuletakkan di atas pahaku. ku cek denyut nadinya terdengar sangat lemah.


Degggg....

__ADS_1


Aku bingung, shock dan juga tidak tahu harus bagaimana.


Hanaa, hana...bangun donk, hana...han. tapi dia tak meresponku sama sekali.


Akhirnya kembali kuletakkan kepalanya dengan pelan ke bawah lantai dan aku buru buru keluar untuk memanggil mobil yang lewat atau taxi online yang mungkin sedang lewat. saat melewati gerbang kost Hana tak ada satupun mobil yang lewat tapi kulihat ada becak motor yang sedang mangkal di bawah pohon di seberang jalan kost ini.aku pun segera berlari untuk memanggilnya.


" Om, kosong nggak?


" kosong dek.


" kesini om ikut aku ke dalam kost itu. sambil kutunjuk ke arah kost ber-cat warna hijau.


om masuk sini, ada orang sakit di dalam.tolong bantu saya mengangkatnya dan langsung bawa ke rumah sakit Pertiwi yang berada di ujung jalan ini. ucapku masih panik.


Akhirnya motorku ku kunci lalu kutinggalkan di parkiran kost Hana dan aku segera naik ke becak motor. sepanjang jalan aku sangat takut jika sesuatu terjadi pada Hana, apa yang akan aku katakan pada kedua orang tuanya di kampung.


" Om tolong balap saja.


" iya dek, sabar ya. bentar lagi tiba.


15 menit kemudian kami pun tiba tepat di parkiran depan UGD rumah sakit, kebetulan ada seorang perawat laki laki yang lewat di depan kami.


" Kak, kak...tolong teman saya.


" Oke tunggu sebentar, saya akan segera kembali membawa hospital bed. ucapnya padaku


Tak lama kemudian datanglah perawat laki laki tadi dan kami berdua segera mengangkat Hana dari becak motor dan meletakkannya di atas bed lalu perawat laki laki itu segera mendorong hospital bed memasuki ruangan UGD. Akupun segera membayar om becak motor dan tak lupa ku ucapkan terimakasih padanya.


Aku menunggu di depan UGD masih dengan ketakutan yang sungguh luar biasa, baru kali ini aku di hadapkan pada situasi yang seperti ini.tak menunggu lama aku pun kembali menelfon Rinjani tapi ponselnya belum aktif juga, kalau begitu aku akan menelfon Rio sekarang dan juga Ical selaku teman dekat Hana di kampus.


Tak lama kemudian telfon pun diangkat oleh Rio.


" Aku sedang di kantor lagi ada meeting sama seniorku untuk proyek selanjutnya. ada apa By? kok ngos ngosan seperti itu?


" Kak, tolong aku. sekarang aku sedang berada di Rumah Sakit Pertiwi.


" Hah? siapa yang sakit by? kamu nggak kenapa napa kan?


" Aku nggak kenapa napa kak tapi Hana sekarang ada dirumah sakit ini, tadi dia menelfonku dan minta tolong padaku saat aku di kampus. tak lama kemudian dia pingsan dan mengeluarkan banyak darah dari pahanya. ucapku menjelaskan.


" Hah ? Hana ? kok bisa by? ada Rinjani juga nggak disitu?


" nggak tahu juga kak, yang jelas waktu aku tiba di kostnya dia sudah pingsan dan tidak sadarkan diri hingga tiba di rumah sakit tadi. Rinjani nggak ada kak, tadi aku coba telfon berkali kali tapi nggak aktif. kayaknya lagi ada kuliah.


" Oh...yaudah tunggu sejam lagi nanti aku kesana ya.


" Oke kak Rio, makasih banyak. ku akhiri telfon dan segera ku cari kontak Ical tapi saat aku mencoba memanggilnya ternyata tidak aktif.


Aku benar benar haus. ku langkahkan kakiku menuju warung yang berada di dekat Rumah Sakit untuk membeli sebuah air minum botolan. tiba tiba ponselku berdering kulihat ke arah layar ternyata Rinjani. segera kujawab


" Hallo...By ada apa?aku melihat ada panggilan masuk darimu berkali kali. ucap Rinjani mengawali percakapan.


" Rin, kuliahmu udah selesai? kalo udah kamu ke Rumah Sakit Pertiwi sekarang ya, aku disini.


" Iya udah.ini rencana sudah mau balik ke rumah. Rumah Sakit Pertiwi? kamu sakit?

__ADS_1


" Bukan Rin tapi Hana. jangan tanya dulu kenapa nanti aku jelaskan setelah kamu tiba disini.


" Hana? oke tunggu 15 menit lagi aku sudah disana.


Tak lama kemudian...


kulihat Rinjani sudah tiba di parkiran dan aku pun segera menghampirinya lalu menceritakan kronologi yang terjadi pada Hana dan dia juga sempat shock.dia sangat kasihan pada Hana. kami berdua sudah duduk di depan UGD sambil menunggu kabar Hana.


Akhirnya kulihat seorang dokter menghampiri kami berdua.


" Hallo...dek kalian keluarga dari nona Hana ya? ucapnya lembut dan tersenyum ramah pada kami.


"Bukan dok, kami sahabatnya sekaligus teman kuliahnya. Aku segera menjawab pertanyaan dokter itu.


"Ohiya...saya akan memberitahukan pada kalian dan tolong di sampaikan pada keluarga Hana,bahwa Hana keguguran dan janinnya tidak bisa tertolong,kami tim medis sudah sangat berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan janin itu tapi jantungnya sudah tak berdenyut lagi.ucap dokter itu menjelaskan.


Aku dan Rinjani saling berpandangan, kulihat Rinjani tampak shock mendengar kabar dari dokter ini.


" Dok, tapi Hana apakah baik baik saja ? ucap Rinjani.


" Ya, Hana sudah siuman tapi kami akan melakukan proses kuret guna untuk membersihkan jaringan yang tersisa dalam rahim agar mencegah perdarahan berat. apakah kalian bisa menghubungi orang tua Hana?


Lagi dan lagi aku dan Rinjani saling bertatapan, kami bingung dan takut mengabari kondisi Hana pada orang tuanya dan aku tahu Hana pun tak akan setuju jika aku memberitahukan persoalan ini kepada orang tuanya di kampung.


" Dok, apakah bisa di lalukan saja tanpa persetujuan orang tua Hana? karena tempat orang tua Hana tinggal tak ada sinyal jadi, kami tentu akan sulit untuk menghubunginya. kata Rinjani seolah membaca pikiranku.


" Baiklah, kami akan melakukannya segera dan kalian bisa menyelesaikan administrasinya di loket.


Kami berdua kembali saling bertatapan, aku tahu Rinjani pasti sedang memikirkan biaya Rumah Sakitnya akupun seperti itu. akhirnya aku mengajak Rinjani menuju loket untuk mengecek total pembayaran Hana.


" Mba, boleh cek total pembayaran pasien atas nama Hana? tanyaku pada bagian administrasi Rumah Sakit.


" Oke pak, tunggu sebentar ya. Oh iya...ini total pembayaran pasien atas nama Hana. akupun langsung mengambil kertas dari tangan admin dan aku segera melihatnya bersama Rinjani.


Kulihat di kuitansi itu tertera jumlah total lima juta rupiah, aku langsung memandangi Rinjani yang sedang fokus membaca isi kuitansi yang sedang ku pegang.


" Rin, aku nggak punya duit segini, saldo di atm ku kurang lebih sisa satu juta lima ratus. itupun sebagian untuk beli buku yang di suruh oleh dosen.


" Aku juga sama By, paling juga mentok satu jutaan itupun uang bulanan dari Mamaku. ucap Rinjani.


Aku pun bingung, tak lama kemudian Rio muncul di depan UGD.kulihat dia dari kejauhan dan segera memanggilnya. Rio langsung berlari ke arah kami berdua.


" Rin, Biby keadaan Hana bagaimana? ucapnya padaku.


" Hana keguguran dan sekarang dia harus di kuret untuk membersihkan sisa darah dalam rahimnya, kata dokter tadi.


" Terus kenapa dengan wajah kalian? kok murung ?


" Iya Rio, tadi kami disuruh oleh dokter untuk menyelesaikan pembayaran Rumah Sakit Hana dan uang kami tidak cukup. sementara kami nggak mungkin mengabari soal ini kepada orang tua Hana. Aku kasihan dengan masa depan Hana. ucap Rinjani pada Rio.


" Ya..sudah kalian nggak usah sedih nanti biar aku saja yang bayarin Rumah Sakit Hana, tabunganku mungkin masih cukup. totalnya berapa?


Kuberikan kuitansi yang sudah ku ambil dari admin tadi dan segera memberikannya pada Rio.


" Oke 5 juta ya? tunggu sebentar aku ke atm depan dulu ya. ucap Rio.

__ADS_1


Kulihat Rio kembali berlari menuju ke gerai atm yang berada di dekat gerbang Rumah Sakit, untung saja ada kak Rio. sebenarnya Rinjani bakalan rugi jika tak balikan lagi dengan Rio, karena Rio begitu baik pada Rinjani dan kepada kami teman teman Rinjani apalagi kepada Hana. padahal kan dulu Hana sempat memfitnah Rio telah menghamilinya dan merusak hubungan Rio dan Rinjani.


Hmmm...entahlah biarkan Semesta yang mempersatukan mereka kembali, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk sahabatku Rinjani.


__ADS_2