
( POV RINJANI )
Setelah hana mengirimkan pesan padaku untuk menjauhi rio, saat itu juga aku tak menggubris lagi telfon dan pesan dari Rio. aku tak mau di katakan perusak hubungan orang lain. aku akan belajar melupakan hubunganku dengannya.
sudah seminggu berlalu sedikit demi sedikit aku mulai melupakan masalahku dengan rio juga hana. meski jujur sampai saat ini aku masih sungguh menyanyangi rio. dia sosok yang begitu baik padaku tapi tak kusangka ada rahasia keji yang dia sembunyikan dariku dan itu alasanku tak mau lagi balikan dengannya.
Handphoneku berdering,ku intip di layarnya ada nomor lain yang sedang memanggil, akupun segera mengangkatnya.
" Hallo, maaf dengan siapa? kataku.
" Hallo, rinjani aku rio.apakah kamu baik baik saja? maaf aku menelfon kamu pakai nomor temanku karna aku sudah mencoba menelfonmu dengan menggunakan nomorku tapi tak bisa tersambung, mungkin kamu telah memblokirku. ucap rio menjelaskan.
" Sudah ya...aku lagi sibuk. lagi nggak mau di ganggu. kataku cuek.
" Rin, sudahi marahmu, aku akan akan tetap membuktikan bahwa bukan aku yang menghamili hana. ucapnya tegas.
__ADS_1
" Rio, aku nggak butuh penjelasan kamu lagi. aku tak mau peduli lagi denganmu.
" Rin, jangan seperti ini, aku benar benar mencintaimu dan berniat untuk mengajakmu menjalani hubungan yang lebih serius setelah aku pulang dari kota ini.
" stop membujukku, silahkan kamu urus hana dan juga anakmu. jangan ganggu aku lagi.
Akupun langsung memutuskan telfonku pada rio, aku tak tahan lagi ku keluarkan segera air mata yang sejak tadi ingin keluar dari kedua mataku. Aku benar benar menyanyangi rio hingga saat ini tapi aku tak mau egois merebutnya dari hana.
Tiba tiba kembali handphoneku berdering dan masih dari nomor yang sama yang di pakai rio menelfonku.
akhirnya ku angkat lagi telfonnya meskipun aku sangat berat ,aku takut tak sanggup berbicara dengannya.
" kenapa lagi rio? aku lelah ingin ber-istirahat. tolong jangan menggangguku.
" rin, terserah jika saat ini kamu tak mau percaya denganku tapi suatu saat akan ku buktikan bahwa aku bukan ayah dari anak yang di kandung oleh hana.
__ADS_1
" STOP !!! aku berteriak keras. tak bisa lagi ku kontrol emosiku. akhirnya aku menangis.
" rin, sudah sayang jangan menangis lagi, aku benar benar minta maaf telah membuatmu sakit hati. sampai kapanpun aku tetap sayang padamu. tolong jangan dengarkan hana, dia itu jahat. ucap rio padaku.
" kalo hana jahat kamu tak akan bahagia karena sudah menidurinya bahkan menghamilinya. ucapku dengan intonasi yang cukup tinggi.
" Aku tak mau mengakuinya sampai kapanpun.
" Rio, kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu kepada hana, jangan jadi laki laki pengecut.kamu sudah menikmati tubuhnya tapi kamu malah menolak untuk bertanggung jawab.laki laki macam kamu? kataku marah padanya.
" terserah rin, apapun yang kamu katakan takkan merubah sayangku ke kamu dan benciku padanya.
" berhenti memujiku ,berhenti menggombaliku karena sekarang aku takkan mudah termakan bujuk rayumu. kututup telfon dan ku non aktifkan handphoneku agar rio tak menelfonku lagi.
Aku memang begitu kesal, marah, emosi pada rio tapi jauh di lubuk hatiku, aku benar benar belum bisa melupakannya. entah sampai kapan kutemui jawaban dari kegelisahanku atas masalah hubunganku dengan rio juga hana.
__ADS_1
Aku begitu lelah untuk memikirkannya....