
( POV HANA )
Akhirnya kegiatan packing pun selesai, ical yang memasak sedangkan aku dan yang lainnya membongkar tenda dan memasukkan barang barang lainnya satu persatu.
Tim rio sudah mendatangi kami di tenda untuk segera berangkat. ku gendong carrier ku juga daypack ku. lumayan berat tapi tak mungkin ku bebankan pada teman yang lain sedangkan mereka pun bawaannya lebih berat daripada aku.
" Una, bawaannya banyak sekali, kata rio mengangetkanku.
" iya nih kak, terlalu banyak barang.
" sini aku bantuin, kamu jinjing daypack kamu aja. katanya seraya menawarkan bantuan kepadaku.
" Oh...nggak usah kak, aku kuat kok. ucapku kemudian.
" nggak papa,kasian kamu terlalu berat. ucap rio sedikit memaksaku.
Akhirnya akupun luluh atas kebaikan rio yang barusan dia tawarkan padaku, kuserahkan carrier ku sedangkan aku hanya menggendong daypack ringan di pundakku.
kami pun mulai berjalan ber-iringan aku berjalan di bagian tengah barisan sedangkan rio tepat berada di belakangku.sepanjang jalur perjalanan kami banyak bercanda agar tak membuat kami merasa kelelahan.
akhirnya kami pun tiba di pos perhentian tempat para pendaki biasanya ber-istirahat dan kami sepakat berhenti untuk sejenak makan siang dan minum kopi sejenak sambil merokok.
" Una, capek nggak? kata temanku ical.
" Ya...lumayan cal. balasku kemudian.
tiba tiba rio memberiku air minum botolan.
" Ini minum dulu supaya lelahnya sedikit hilang,katanya.
" Oh iya makasih kak, ucapku sambil menatapnya dengan senyuman.
Ical dan teman teman lain akhirnya mengeluarkan semua alat masak dari dalam carrier untuk bersiap siap membuat makan siang dan teman lainnya masak air untuk membuat kopi. lagi lagi rio memberikan matras yang sedang di dudukinya kepadaku karena tak ada alas apapun di tempatku duduk.
Aku begitu terkesima atas kebaikan dan perhatiannya semenjak tadi, aku sempat berfikir kalau rio mungkin menyukaiku seperti aku menyukainya.
Ah....sudahlah mungkin aku saja yang merasa ke-GR an, hehhe...batinku.
tiga puluh menit kemudian kami pun telah selesai makan siang dan minum kopi, kami akan bersiap siap kembali untuk melanjutkan perjalanan agar tidak tiba kemalaman di bawah kaki gunung.
saat aku melangkah di jalur bebatuan yang licin aku terpeleset dan hampir saja terguling kebawah, untung saja rio sigap menarik tanganku dan aku terselematkan karena posisinya masih berada tepat di belakangku.
Awww.... sakit, sahutku merintih sambil kupegang lututku yang sedikit luka akibat kena batu.
" kenapa una? ada yang luka nggak? tanya rio dengan wajah khawatir.
" nggak papa kak cuma luka sedikit ,kataku masih meringis kesakitan.
" sini duduk dulu biar aku obatin sebentar,ucap rio mengeluarkan kotak P3K dari daypacknya.
ternyata se-perhatian ini rio padaku, aku sedikit merasa aneh karna saat kami pertama bertemu dan mengobrol dia begitu cuek tapi sepanjang perjalanan pulang kulihat dia begitu perhatian padaku. sulit kutebak karakter orang ini, gumamku.
__ADS_1
akhirnya rio selesai mengobat kakiku dan kami pun akan melanjutkan perjalanan lagi, tapi...aku begitu kaget saat aku akan berusaha untuk berdiri rio langsung mengangkat tangan kanannya untuk membantuku berdiri, tak menunggu lama akupun meletakkan tangan kiriku dan segera berdiri.
saat aku mulai jalan, rio masih tetap memegang tangan kiriku, justru semakin menggenggam tanganku begitu erat. aku jadi malu dan salah tingkah.sekarang posisinya aku paling belakang beriringan dengan rio sambil berpengangan tangan sedangkan teman lain jalan di depan sekitaran lima enam meter di depan kami.
" sekarang baikan kan? tanyanya padaku.
" iya kak, sudah baikan. makasih banyak. ucapku berterima kasih padanya.
" lain kali kalau jalan hati hati ya, nggak usah buru buru. katanya menasehatiku.
" iya, memang jalannya yang agak licin kak.
beberapa jam kemudian, kami telah tiba di pemukiman penduduk dan rio akhirnya melepaskan genggaman tangannya.kami ber- istirahat sejenak di salah satu rumah penduduk lalu berencana untuk langsung melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor.
" Cal, yang boncengin una nanti siapa? kata rio pada ical.
" aku yang boncengin rio, kenapa? ucap ical.
" nanti biar aku saja yang antar una pulang sampai di kostnya, kamu percaya kan denganku? kata rio kepada ical.
" Iya boleh terserah una saja rio, aku sih nggak masalah. gimana una? mau di antar sama rio? kebetulan kan kostmu searah dengan rumahnya.
" kalau nggak keberatan, iya nggak papa cal. kataku pada ical.
" ya..sudah kita langsung siap siap saja yuk...untuk pulang biar tiba dirumah masing masing tidak sampai larut malam, ucap rio kepadaku dan kepada temannya yang lain.
Akhirnya kami pun terpisah ke jalur rumah kami masing masing. sepanjang perjalanan aku dan rio saling diam tak banyak yang kami cerita,berhubung malam ini sangat dingin jadi aku tak mau banyak bicara tapi tiba tiba rio menarik tangan kananku dan melingkarkannya di pinggangnya.
" Eh? iya kak makasih. kataku terbata bata.
Akhirnya kupeluk rio dan sesekali kuletakkan kepalaku di punggungnya.
dua jam kemudian kamipun tiba di depan kostku dan aku segera turun dan aku berpamitan serta basa basi mengajak rio untuk singgah sebentar tapi rio menolaknya karena kecapean juga.
" kak rio, singgah dulu yuk?
" nggak usah una, ini sudah hampir tengah malam.aku langsung pulang saja soalnya benar benar lelah.
" oke kak, nanti kabari ya jika kak rio sudah tiba dirumah. aku kuatir karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
" Oke, aku pulang dulu ya. istirahat yang banyak. katanya sambil tersenyum manis padaku.
Akhirnya akupun masuk ke dalam kamar kost dan segera mandi, setelah itu ku rapikan semua pakaianku juga barang barang dari dalam carrier dan daypack ku lalu menaruhnya ke keranjang pakaian kotor, alat masak ku simpan ke westafel.
sejam kemudian ada chat yang masuk di handphoneku.
" Una, aku udah tiba barusan. bunyi isi chat rio.
" Oke kak, selamat ber-istirahat. balasku singkat.
Send....
__ADS_1
" Iya kamu juga ya. balas rio lagi.
Seminggu hingga dua minggu kami sangat intens berkomunikasi hingga sering keluar bersama karena saat itu dia sedang cuti panjang dan minggu depan akan balik kembali ke kota tempatnya bekerja.
" Una, lagi ngapain? malam ini ada acara nggak? aku mau ajak kamu keluar malam mingguan. chat rio masuk.
" Hmmm...nggak sih kak cuma di kost saja, balasku kemudian.
Send....
" aku jemput ya.
" Oke kak boleh mumpung lagi bosan juga di kost, aku tunggu ya.
Send....
" baiklah, on the way. balasnya singkat.
sejam kemudian rio sudah tiba di depan kostku dan handphoneku berdering, ternyata dari rio yang mengabarkan jika dia sudah berada di depan kost.aku langsung saja keluar.
" hallo...una malam ini cantik sekali. ucap rio menggodaku.
" ah? biasa aja sih kak, ucapku salah tingkah.
" ayo naik dan kita segera berangkat.
rio melajukan motornya dan akhirnya kami tiba di suatu tempat makan yang menurutku itu mewah untuk sekelas mahasiwa sepertiku. rio menawarkanku daftar menu dan kami segera memesan.sambil menunggu makanan kami datang rio mengajakku bercerita dan akhirnya.....
" Una, kamu saat ini kan lagi sendiri, begitupun denganku. lumayan lama kita sudah sering jalan bareng dan benar benar membuatku nyaman. kata rio dengan wajah serius.
" Hehe...iya kak, trus? ucapku nggak sabar padahal aku sebenarnya sudah tahu arah pembicaraan rio padaku.
" aku mau kamu jadi pacarku, tanpa basa basi rio menembakku.
" maaf kak aku benar benar nggak bisa, kulihat wajah rio langsung lesu lalu kulanjutkan kalimatku. " maaf kak maksudnya aku benar benar tidak bisa menolakmu. sembari aku tersenyum padanya.
" serius? jadi sekarang kita jadian? tanyanya padaku.
" menurut kamu?
" Oke, jadi kita jadian ya.
Sehabis dari tempat kami makan, rio mengajakku kerumahnya untuk singgah sebentar sebelum mengantarkanku ke kostku,ku pikir dia akan memperkenalkanku pada orang tuanya tetapi setelah masuk kedalam rumah, tampaknya situasinya begitu sepi dan tidak ada orang satupun.
Rio mengajakku untuk duduk di sofa sambil menyalakan televisi,kami berdua duduk berdempetan dan rio tiba tiba memelukku lalu mencumbui bibirku dan tangannya menggerayangi tubuhku dan akupun pasrah juga terhanyut dalam permainannya.
" Una, kamu sebelumnya sudah pernah berhubungan intim nggak? tanya rio polos.
Aku tak menjawab sedikitpun,lalu rio langsung pelan pelan dan sangat berhati hati membuka pakaianku dan celana yang ku pakai.sekarang tubuhku pun tak memakai sehelai benang pun begitupun dengan rio. aku tak menolak lalu terjadilah sesuatu yang rio dan mungkin akupun menyukainya.
Setelah permainan kami selesai, aku kembali langsung mengenakan pakaianku dan rio langsung menciumku lalu meminta izin untuk masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1