LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU

LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU
BAB.14 PERTENGKARAN HEBAT


__ADS_3

( POV RINJANI )


" Sayang, malam ini kamu jadi nggak datang ke penginapan?


Send


" Iya aku usahain ya cuma nggak janji soalnya lagi nggak enak badan, benar benar kecapean. ucap rio.


Tidak seperti biasanya, ada yang lain dari rio malam ini, gumamku.


" Oke baiklah, oh iya...lusa kami semua sudah akan balik tolong tiket pesawatnya segera di booking ya nanti uangnya di transfer sama biby. ucapku.


Send


" baik, besok ya. jawabnya singkat.


( Aku semakin penasaran dengan chat rio malam ini, beda dari biasanya sepertinya dia sedang menyembunyikan sesuatu padaku )


Malam ini kuputuskan untuk ke kamar sebelah sekedar ngumpul ngumpul dengan yang lain sembari minum kopi sambil merokok bareng dengan mereka.


kuambil satu batang rokok milik imam lalu ku bakar dan kuhisap dalam dalam, lalu ku hembuskan dengan kasar.


" Rin, kayaknya ada masalah? kata reza membuka percakapan.


" nggak kenapa kenapa sih, memangnya kenapa?


" masa' sih nggak kenapa kenapa, kalau ada masalah ngomong aja sih,kita kan bestie, ucap reza lagi.


" ya...aku harus cerita apa ? kan aku sudah bilang aku nggak kenapa kenapa. ucapku sangat kesal


" santai aja sih rin kalo emang nggak kenapa kenapa, kata iyan menyambung percakapan kami.


Akupun akhirnya keluar dari kamar mereka dan masuk ke kamarku.


Tokkk...


tokk....


tokkk....


Iya siapa? tanyaku dari dalam kamar.


ini aku biby rin, aku boleh masuk nggak ?


Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan segera membuka pintu kamar.


kenapa by? kataku mengintip di balik pintu.


boleh masuk nggak nih?


Yaudah...masuk aja sini, sambil kubuka lebar pintu kamar dan tidak menutupnya lagi.


Rin, kamu kenapa sih? kamu ada masalah ya sama rio? ceritakan saja padaku..biasanya kamu nggak kayak gini, di ajak bercanda dikit langsung emosi kayak tadi.


" aku nggak kenapa kenapa kok by,mungkin karna aku kecapean saja makanya intonasi suaraku meninggi seperti tadi ke anak anak. kau minta maaf ya sampaikan pada reza dan yang lain.


" jangan cari cari alasan ayolah...cerita aja masalah kamu apa? masa' iya sih sama bestie terbaik mu ini kamu main rahasia rahasia-an.


Akhirnya aku mau bercerita ke biby atas kegelisahanku malam ini tentang sikap rio yang kesannya rada cuek padaku.


"gini by tadi kan aku chat ke rio untuk tanya apakah malam ini dia jadi kesini apa nggak, tapi balasannya singkat dan aneh. tidak seperti biasanya.kita semua apa ada salah ya sama dia di sepanjang perjalanan pulang tadi? kataku pada biby yang amat serius mendengarkanku.


" hmmmm....salah? kayaknya sepanjang perjalanan pulang tadi semuanya baik baik aja rin. mungkin cuma perasaan kamu aja kali'. udah nggak usah nething dulu..


" aku tahu banget rio orangnya kayak gimana,kayak ada sesuatu yang dia sembunyikan dariku.


" memang kamu yakin? ucap biby


kuanggukkan kepalaku ke atas seraya meng-iyakan pertanyaan biby barusan sambil sesekali berfikir, rio kenapa sih? batinku.

__ADS_1


Krinngggg....


kringggg.....


kringgg....


kuraih handphoneku yang sedang ku letakkan di atas meja dan kulihat di layar, ternyata panggilan dari rio, segera ku angkat.


" Hallo...ada apa rio? tanyaku.


" Hallo sayang, kamu sedang apa?


" Oh,ini nggak ngapa ngapain.lagi sedang ngumpul ngumpul aja sama anak anak.


" Oh gitu, kalian semua udah pada makan malam belum? kalo belum rencananya aku mau ke penginapan biar sekalian aku singgah beliin makanan di rumah makan yang aku akan lewati nanti.


" Oke boleh, makasih ya.


" Iya sama sama, tungguin ya.


" Oke, langsung ku putuskan telfon dari rio.


Nah...kan itu rio nelfon kamu rin, jangan mikir aneh aneh deh, kata biby.


Iya, semoga ini cuma kegelisahanku saja. makasih ya by sudah menghiburku, sambil tersenyum ke biby.


Iya deh, sama sama. jangan galau galau lagi bu.kata biby sambil beranjak dari tempat duduk dan segera keluar dari kamarku.


Tiga puluh menit kemudian rio sudah tiba di penginapan sambil membawa sekantong makanan untuk kami semua.


" Hey sayang makan yuk, panggil yang lain. kita semua makan di koridor penginapan ini, ucap rio.


"Oke, bentar ya saya akan panggil anak anak dulu.


tokk....


tokk...


tokk...


hey...semua ayo makan dulu di koridor penginapan, rio sedang menunggu kita semua disana.


Oke gas, sahut mereka berbarengan.


Akhirnya kami sudah berkumpul dan segera makan bersama sambil bercerita sewaktu kami mendaki, di tengah tengah obrolan kami terdengan suara panggilan handphone....


kami saling tatap ternyata yang bunyi handphone milik rio. segera rio mengambil handphone dari dalam sakunya tapi hanya melihat layarnya saja langsung di masukkan lagi ke sakunya tanpa mengangkatnya, ber-ulang ulang kali handphonenya bunyi dan akhirnya ku beranikan untuk bertanya padanya.


" Rio, siapa yang nelfon? kok nggak di angkat? ber-ulang ulang kali lagi ! di angkat saja barangkali sesuatu yang penting. kataku sedikit curiga.


" nggak usah di angkat, bukan siapa siapa juga.cuma teman. ucap rio gugup.


" ya ..kalau teman di angkat saja barangkali lagi butuh sesuatu atau ingin menyampaikan sesuatu, kasian loh nelfon ber-ulang ulang. ucapku lagi.


" Oke, maaf ya aku pamit kedalam dulu untuk terima telfon ,katanya pamit kepada kami semua.


Tidak biasanya rio mengangkat telfon dan menjauh dariku, biasa juga langsung angkat disitu juga. aku sungguh curiga atas sikapnya malam ini. akhirnya aku selesai makan dan rencananya akan ke kamar mandi untuk cuci tangan sekaligus mengambil air minum yang ada di dalam kamar.


belum sempat aku masuk ke dalam kamar, kulihat rio sedang berbicara dengan seseorang di telfon dengan cara berbisik bisik seolah dia sangat takut, kelihatan dari wajahnya. akupun penasaran ingin menguping pembicaraan rio dengan seseorang di seberang sana.


Iya, sabar han ini sekarang aku lagi ada


rapat sama pimpinan proyek dulu, tolong kamu jangan ganggu dulu, kata rio berbohong.


han? han siapa yang di maksud oleh rio? batinku.


soal kehamilan kamu sekali lagi aku minta tolong jangan beritahu ke siapa siapa dulu sampai kerjaku selesai dan aku balik kesitu.


Degggg...

__ADS_1


tiba tiba aku kaget mendengar soal kehamilan yang rio bicarakan barusan pada seseorang di seberang telfon. karena aku penasaran aku langsung muncul dari balik tembok tempatku sedari tadi berdiri.


" Sayang, siapa yang hamil? aku barusan dengar percakapan kamu di telfon bicara soal hamil.emang siapa? kataku sedikit curiga.


rio sungguh kaget dan langsung mematikan sambungan telfonnya dan menatapku.


"Oh bukan siapa siapa kok sayang, teman aku curhat makanya aku kasi solusi untuk jangan beritahu siapa siapa dulu. katanya membela diri.


" benar? tapi tadi kok kamu bicaranya bisik bisik dan terkesan menghindar dari kami padahal kan kalo memang begitu adanya, kenapa mesti jauh jauh angkat telfonnya, ucapku sambil kutatatap tajam padanya.


Rio akhirnya menunduk dan tiba tiba dia datang memelukku erat sambil meminta maaf.


" Rin, aku minta maaf padamu. aku nggak bisa sembunyikan ini dari kamu apalagi harus berbohong padamu. katanya dengan mata berkaca kaca.


" minta maaf untuk apa? kamu nggak salah apa apa padaku.


" aku mau jujur satu hal padamu tapi kamu janji setelah kuberitahukan kamu jangan benci padaku.


" Iya soal apa? tanyaku penasaran.


" Rin, yang menelfon tadi itu mantanku namanya hana, dia mengaku hamil dan meminta pertanggung jawabanku.


Seketika aku shock dan seketika air mataku pun jatuh perlahan mendengar pengakuan rio.


" kamu menghamili mantan kamu dan menyatakan cintamu padaku, membuatku percaya seolah olah kamu saat itu sedang nggak punya pacar? hah ??? teriakku begitu keras.hingga anak anak pun datang karena mendengar teriakanku.


Rin, kamu kenapa? kata biby memeluk pundakku.


By, tolong jangan ganggu aku dulu, aku mau menyelesaikan masalahku dengan dia, sambil ku tunjuk ke arah rio dengan penuh emosi. tolong tinggalkan aku sama rio ya.


baiklah rin, kamu harus tenang, aku ke kamar dulu sama anak anak.


Rio masih menunduk dan tak berani sekalipun menatapku.


" kenapa diam? kenapa kamu nggak jawab pertanyaanku? kamu jahat ya, aku nggak nyangka kamu laki laki bajingan. aku terus mengeluarkan air mata.


tiba tiba rio datang memelukku dan lagi lagi meminta maaf padaku tapi ku dorong tubuhnya menjauh dariku.


" Oke cukup, aku sudah tau semuanya, ternyata kegelisahanku semalam ini terjawab sudah, aku kecewa padamu. kita PUTUS !


kubalikkan badanku dan menuju ke kamarku sambil menangis, ku banting pintu kamarku dan menguncinya. tak henti hentinya rio memanggilku dan memohon maaf dari depan pintu. aku sungguh sungguh tak peduli lagi padanya.


tokk....


tokk...


tokk...


sayang, buka pintunya dulu. aku akan jelaskan semuanya padamu.ini tidak seperti yang kamu pikirkan.


pergiiiii....kataku berteriak dari dalam kamar.


sayang, aku benar benar minta maaf tapi aku minta tolong dengar penjelasanku dulu, aku mohon buka pintunya.


Aku tak menjawab apa apa,aku menutup bantal ke telingaku berusaha tak mendengarkan suara rio di depan pintu. sekilas kudengar suara biby diluar berbicara dengan rio.


"Rio, kalian ada masalah apa sih? kok rinjani sampai se-marah itu?


" kami nggak kenapa kenapa kok by, kata rio.


" Oke kalau kamu belum mau cerita denganku, tapi saranku biarkan rinjani tenang dulu dan kamu juga pulang saja dulu.besok kamu datang lagi kan lusa kami semua sudah akan balik ke Makassar.


" Aku nggak bakalan pulang by sebelum rinjani mendengar penjelasanku. aku tunggu sampai dia mau membukakan ku pintu kamar. tegas rio pada biby.


"tapi rinjani butuh ketenangan dulu, bukankah ini penginapan? malu sama pengunjung yang lain, tetangga tetangga kamar pada ngeliatin kalian dari tadi.


" oke besok pagi pagi aku akan datang kembali, tolong jaga rinjani ya by.aku titip rinjani. kata rio.


Hingga subuh aku terus menangis dan tidak menyangka kisahku dengan rio akan seperti ini, dia begitu tega padaku.aku tak akan memaafkannya...kulihat jam sudah menunjukkan pukul lima subuh mataku sangat berat karena tak pernah berhenti mengeluarkan air mata, akupun akhirnya tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2