LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU

LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU
BAB.31 DILAMAR


__ADS_3

#Pov Author


Di bab ini akan ada dua pov Rinjani dan Rio.


( POV RIO )


Sebenarnya sejak beberapa pekan lalu aku sudah berencana untuk melamar Rinjani untuk menjadikannya calon istriku setelah persoalan Hana selesai, hanya saja ada sedikit keraguan yang kurasakan kala aku memintanya untuk balikan lagi padaku tapi dia dengan sopan menolakku, mungkin karena dia sudah mendapatkan kekasih baru atau dia ingin fokus kuliah dulu seperti alasannya padaku waktu itu.


Tapi aku akan mencoba melamarnya dahulu, siapa tahu dia akan luluh dengan keseriusanku. tak ada satu orang pun yang kuberitahu soal rencanaku ini termasuk sahabat terdekatnya, aku hanya meminta izin pada orang tuaku dan syukurlah soal jodoh mereka selalu memberiku kepercayaan sekalipun mereka tahu bahwa aku dan Rinjani berbeda keyakinan.mereka selalu percaya jika tiap persoalan pasti ada solusi baiknya.


Tak lama kemudian segera kuraih ponselku dan langsung menelfon Rinjani. tidak menunggu lama dia langsung mengangkat telfonku.


" Hallo Rio, tumben nelfon? apa kabar ?


" Alhamdulillah aku baik baik saja Rin, kamu gimana kabarnya? kemarin aku sempat menelfonmu hanya saja ponselmu sedang tidak aktif.


" Oh iya...kemarin kuliahku padat, sampai dirumah hampir magrib. Hmm...kabarku baik baik saja. Hana apa kabarnya?


" Kok nanyain Hana ke aku Rin? tapi kemarin sudah keluar dari Rumah Sakit dan sudah di antar langsung oleh Biby ke kostnya.kemarin Biby nggak ngabarin kamu ya?


" Oh...iya iya dia ngabarin kok minta tolong menemani Hana di kostnya hanya saja kemarin aku benar benar tak bisa.


"Hmmm....Rin ?


" Ya....


" Ka-kamu sibuk nggak hari ini? ucapku terbata bata.


" Nggak kok, ada apa Rio? hari ini aku nggak ada kuliah dan semua tugas kampus udah ku selesaikan semuanya.ada apa?


"Aku mau ngajakin kamu hari ini keluar jalan jalan, apakah kamu bisa?


"Hmmmm....


" Oh...nggak bisa ya Rin? ucapku lagi.


"Bisa kok bisa. mau kemana ? dan jam berapa ?


" Jam 5 nanti aku jemput kamu ya. kalau bisa kamu pake baju putih ya biar kompakan gitu, hehehe....ucapku sedikit tersipu malu.


" Gimana ? harus pakai baju putih ya? memangnya ada acara apa ? kenapa mesti kompakan? ucapnya penasaran.


" Ah...nggak ada acara apa2 juga. Yaudah...terserah kamu saja mau pakai baju warna apa.


"Oke, aku tunggu dirumah jam 5 ya.


" Oke Rin, makasih ya. I love you


" Hallo? apa ? kamu barusan ngomong apa Rio? jaringanku lagi error jadi kurang jelas.


" Aku bilang I Love You Rinjani


" Ohh...hmmmmm


kudengar telfon sudah di tutup dari seberang sana. Aduh...super malu sudah bilang i love you tapi malah nggak di balas.

__ADS_1


nggak papa deh...gumamku.


aku segera buru buru bangkit dari tempat tidur dan segera menuju kamar mandi lalu berangkat ke toko jewelry untuk membelikan kalung buat Rinjani, semoga dia suka. mumpung ini baru jam 1 siang.


( POV RINJANI )


Sudah beberapa hari ini Rio tak lagi menghubungiku mungkin dia sedang sibuk, tak biasanya. Ah....aku nggak mau terlalu kepikiran tentangnya lagi meskipun sebenarnya aku masih sangat berharap hubunganku dengannya kembali lagi seperti dulu. aku sempat menyesali ketika dia kembali memintaku untuk kembali kepadanya tapi aku menolaknya.


KRIINNGGG.....


KRINGGGG.....


buru buru kuliat layar ponselku yang terletak di sebelah bantalku, kebetulan hari ini nggak ada kuliah jadi aku seharian hanya rebahan saja di kasur kesayanganku. kulihat di layar ponsel ada nama Rio...langsung saja ku angkat.


ternyata dia memintaku untuk keluar bersamanya hari ini, aku benar benar senang tapi aku tetap saja menanggapinya dengan santai ketika dia menelfonku agar tak kelihatan kelihatan amat kalo aku pun juga bahagia di ajak keluar berdua dengannya.


Jujur aku sempat kaget pas Rio memintaku saat keluar nanti memakai baju putih dan di akhir telfonnya dia mengatakan padaku I Love You tapi aku tak menanggapinya, dalam hati aku sangat senang mendengarnya.


Jam 5....


Tiba tiba kudengar suara klakson mobil berada di depan rumahku aku langsung mengintipnya dari jendela dan kulihat Rio turun dari mobilnya dengan mengenakan baju putih, untung saja aku punya beberapa kemeja oversize warna putih.


Aku sengaja tak langsung membuka pintu sebelum dia mengetuk terlebih dahulu, aku malu jika langsung membuka pintu tanpa ia ketuk dulu.kesannya aku sangat menunggunya padahal emang iya, hihihi....


TOKK...


TOKKK...


TOKK...


Tak lama akupun siap untuk berangkat, aku memakai kemeja putih oversize dengan jeans warna biru dan memakai sepatu kets andalanku serta tak lupa membawa tas kecil modelnya semi feminim untuk tempat menyimpan dompet juga ponselku.


" Yukk...berangkat. aku segera mengunci pintu dan Rio membukakan pintu mobilnya.


" Ayo ! Rin, hari ini dan kemarin kemarin kamu selalu cantik.


Aku menunduk malu dengan wajah memerah. memang hari ini aku sedikit memakai bedak tipis tapi tetap natural. jadi nggak seperti biasanya dengan tampilan wajah yang polos saat ke kampus.


" Biasa aja kok.


Sepanjang perjalanan kami banyak diam dan Rio yang selalu membuka percakapan di antara kami.aku benar benar nggak tahu mau bahas apa.


" Rin, gimana kuliahnya? lancar ?


" Iya, lancar kok.


" Syukurlah kalo begitu. kita ke cafe Halu ya.


" Oke.


40 menit kemudian kami telah tiba di cafe Halu. suasananya masih sepi. Rio memilih gazebo lesehan di bagian sayap cafe ini. tempatnya nggak terlalu ramai dan bising.


Rio langsung menggandeng tanganku menuju gazebo yang ia sudah reservasi sebelumnya. aku sedikit agak malu di gandeng oleh Rio.


Tak lama seorang pelayan wanita menghampiri kami dan menawarkan kami menu apa yang akan kami pesan. Rio memberiku daftar menunya dan mengatakan bahwa apa yang aku pesan, dia juga akan memesannya sama sepertiku. akhirnya aku memilih minuman mocca float dan roti bakar andalan cafe ini.

__ADS_1


" Mba, untuk makanan beratnya nanti akan kami pesan kembali ya, kata Rio.


" Baik pak.ucap pelayan wanita itu bergegas pergi.


"Rin, maaf ya kalau aku langsung menanyakan ini padamu, semoga kamu mau jujur.


DEGGGG....


Jantungku berdegup kencang, menerka nerka apa yang akan Rio katakan padaku.


" Iya, ada apa Rio?


" Kamu masih sayang nggak sama aku? masih ada cinta nggak buatku selama ini? atau kamu sudah punya orang lain di hatimu?


" Hmmm....penting banget ya untuk aku jawab?


" Iya sangat penting. ucapnya singkat.


" Hmmmm....


" Please, kamu jujur aja. apapun jawaban kamu, aku pasti ikhlas menerimanya meskipun akan menyakitkan bagiku. karena jujur selama kamu memutuskan hubungan ini aku benar benar tak ada niat lagi untuk memulai hubungan yang baru dengan perempuan lain selain kamu.


Kulihat sorot mata ketulusan dari wajah Rio .tak henti hentinya ia memandangku dan aku tak tahan dengan tatapan itu.


" Sebenarnya sampai hari ini aku juga masih sayang sama kamu Rio. ucapku dengan mata berkaca kaca.


Rio langsung memelukku tapi segera ku mundurkan tubuhku karena aku malu dilihat orang orang di cafe ini.


" Benarkah kamu masih sayang padaku?


Ku anggukan kepalaku seraya meng-iyakan ucapannya barusan. kulihat Rio sedang sibuk mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, ternyata dia mengeluarkan box bentuk love.


"Rin, jangan lagi jauh jauh dariku ya.aku benar benar tak mau lagi kehilangan kamu.


Kembali ku anggukan kepalaku.


" Rin, kalau aku melamar kamu secara pribadi sore ini, apa kamu mau menerimaku? ucap Rio mengagetkanku.


" Apa? melamar ? jangan bercanda Rio. aku ini masih kuliah masih beberapa semester yang harus aku lalui.aku tak ada niat nikah muda. ucapku sedikit tertawa.


" Iya aku melamarmu untuk nggak langsung menikah denganmu dalam waktu dekat tapi aku mau tunangan aja dulu sama kamu sampai kamu lulus kuliah.aku bakalan setia menunggu kamu. ucapnya sambil menggenggam tanganku.


" Kamu serius ? kamu yakin denganku?


" Iya aku serius dan sudah ku pikirkan jauh jauh hari dan sudah ku beritahu juga pada orang tuaku dan mereka mendukungku.


Ia lalu mengeluarkan kalung dari dalam box perhiasan yang ia ambil dari sakunya tadi. kalung itu benar benar sangat cantik, ada 2 liontin yang tergantung cantik di kalung itu.bentuk liontinnya mini bentuk gembok dan kunci, kayaknya emas putih.


Rio langsung berdiri menuju ke belakang kursi tempatku duduk dan langsung memakaikan di leherku, lalu ia mencium keningku dan membisikkan pelan di telingaku Aku Sayang Kamu, jangan kemana mana lagi.


Tiba tiba aku merasa salah tingkah dan langsung menunduk, tak terasa ada butiran air hangat yang jatuh dari pelupuk kedua mataku, dalam hati ku ucapkan Tuhan, terimakasih telah mempertemukanku kembali dengannya meskipun aku tak tahu bagaimana perjalanan kedepannya.


Rio, langsung mencium punggung tanganku dan sekali lagi mengatakan. senyum donk sayang, jangan jauh jauh lagi ya ! nanti aku mati kalo nggak ada kamu.


Aku benar benar bahagia sore ini, tak lama kemudian menu yang kami pesan sejak tadi akhirnya datang.kami pun menyantapnya bersama sambil sesekali bercanda.

__ADS_1


__ADS_2