LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU

LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU
BAB. 23 TERBONGKARNYA RAHASIA HANA


__ADS_3

( POV RIO )


Akhirnya kuberanikan diriku untuk menelfon ke Rinjani, barangkali dia sudah mulai memaafkanku karena tadi saat aku tidur dia sempat menelfonku dua kali tapi tak kujawab.


Sebelum aku melakukan panggilan ke rinjani tiba tiba ada panggilan yang masuk ke handphoneku dan ternyata itu Hana, karena penasaran langsung saja ku angkat tanpa basa basi.


" Rio, lagi ngapain ? sejak tadi aku menelfonmu tapi kamu tak pernah menjawabnya. aku tahu sekarang kamu sudah berada di Makassar kan? tanya Hana.


" tahu darimana ? ucapku tanpa basa basi.


" kamu nggak perlu tahu aku dapat info darimana kalau kamu sudah ada di kota ini.


" trus mau kamu apa setelah tahu aku sudah berada di kota ini? minta tanggung jawab padaku atas kehamilanmu? Itu tidak mungkin, aku akan membuktikan jika yang ada di dalam kandunganmu itu bukan perbuatanku. ucapku emosi.


" kamu tega ya, habis manis sepah dibuang. kudengar suara hana terisak.


" Aku tahu atas perselingkuhanmu dengan temanku Riko setelah kita putus. ucapku padanya.


Tiba tiba Hana terdiam tak membalas ucapanku.


" Jadi, kamu pikir yang melakukan ini riko, bukan kamu? kamu punya bukti apa?


" mending sekarang kamu jujur daripada aku yang mencari tahu sendiri atas kehamilan kamu. kataku mengancam kepada hana.


Tiba tiba telfon di putuskan dari seberang, aku tahu Hana sedang menyembunyikan sesuatu padaku dan hingga kini aku tetap yakin bahwa janin yang ada di kandungan Hana itu bukan hasil perbuatanku.


Tak menunggu lama ku cek kembali panggilan tak terjawab di handphoneku dan segera ku tekan panggilan kepada Rinjani.


Tuutt....


tuutt.


tuutt....


Sepertinya handphone rinjani tak aktif, kucoba sekali lagi melakukan panggilan dan akhirnya aktif. kudengar suara dari seberang telfon dan jujur aku sangat merindukan sosok yang sedang menjawab telfonku saat ini.


" Hallo. kudengar suara lembut dari seberang telfon.


" Eh? iya hallo...kenapa rin? tadi nelfon ya? maaf ya tadi aku sedang tidur karena kecapean.


" Oh...emang darimana ? kok capek?


" Oh iya...kamu ternyata belum tahu ya kalau sekarang aku sudah berada di Makassar dan sebenarnya aku akan mengabarimu tapi ternyata kamu lebih duluan menelfonku.


" Oh...kamu sudah berada di Makassar, ucapnya singkat dengan nada biasa saja.


" To the point aja ya, aku mau tanya akhir akhir ini kamu pernah berkomunikasi nggak dengan biby? kata rinjani padaku.


" nggak, ada apa ya?

__ADS_1


" Oh, nggak kenapa kenapa cuma nanya aja. btw, kamu udah tahu kalo biby mantan hana? ucap rinjani mengagetkanku.


" Hah? beneran ? malah aku baru tahu sekarang. trus kenapa? jangan jangan biby yang sudah menghamili hana ya? ucapku penasaran.


" Eh...jangan sembarangan kamu, tahu darimana ?kalo kamu yang menghamili anak orang kenapa malah nuduh orang lain? kata rinjani menuduhku.


" aku cuma nebak nebak saja. kataku singkat.


" Ya udah dulu aku lagi ada kerjaan, lagu buru buru.


" malam ini kita ketemuan yuk. ucapku membujuk rinjani.


" nggak bisa, aku nggak mau ada salah paham lagi dengan hana lagian juga aku lagi sibuk banyak tugas kuliah numpuk, malam ini aku sudah janjian dengan biby dan teman lainnya untuk nongki setelah tugasku selesai.


" Wah...seru donk, aku boleh ikut nggak? sekali lagi kubujuk rinjani.


" nggak bisa. kudengan rinjani menjawab dengan ketus.


kudengar sudah tak ada suara di ujung telfon, sepertinya rinjani telah memutuskan sambungan telfon tanpa pamit. tak lama ku telfon temanku yang satu komunitas untuk ngumpul ngumpul malam ini setelah lama tak bertemu dengan mereka.


Sejam kemudian aku sudah siap siap untuk berangkat menuju base camp, aku pamit pada mama dan langsung mengambil motor di parkiran.


( POV RINJANI )


Malam ini aku janjian dengan sahabat sahabatku untuk nongki di salah satu cafe yang hits di kota ini, sudah beberapa pekan ini kami sangat jarang berkumpul lagi karena kesibukan masing masing juga karena tugas kuliah.


kringg...


kringgg....


Aku kaget mendengar suara dering handphoneku yang sangat keras ,kulihat di layar panggilan dari Biby dan segera ku angkat.


" Hallo, kenapa by? tanyaku


" Rin, malam ini kita jadi kan acara nongki sama anak anak?


" Jadilah, kamu sudah mengabari Iyan, Reza juga Imam kan untuk bertemu di cafe halu jam 8 ?


" sudah, makanya aku konfirmasi ulang kepadamu.


" Oke baik, jam tujuh aku segera on the way ya.aku nggak mau nunggu lama.jangan telat loh.


" Iya.


segera ku tutup telfonku dan aku segera siap siap untuk berangkat dengan sepeda motorku, malam ini aku tak membawa tas tas kecil seperti biasanya, aku nggak mau ribet bawa power bank dll. handphone juga rokok ku selipkan dalam saku dan aku segera mengambil hoodie ku yang tergantung di belakang pintu.


tiga puluh menit kemudian aku telah sampai di cafe halu dan ternyata aku yang duluan tiba di banding yang lain, seperti biasa memang seperti itu. tak jauh dari meja yang sudah di reservasi oleh biby kulihat ada sosok yang tak asing bagiku, aku melihatnya tapi dia tak melihatku karena sepertinya dia terlalu serius bercerita dengan laki laki di depannya.segera ku belakangi mereka yang juga tepat bersebelahan dengan meja kami lalu untuk menyakinkan orang yang kukenal di belakang mejaku, akupun berpura pura mengangkat handphoneku tepat di depan wajahku untuk melihat jelas dari layar orang yang berada di belakangku.


Ternyataaaa.....

__ADS_1


dia Hana, ya...hana. aku tak mungkin salah lihat. dia sedang bersama laki laki yang lumayan tampan, putih, gayanya pun keren. tapi aku tak pernah melihat laki laki itu sebelumnya.mereka begitu serius bercerita, samar samar kudengar Hana terisak sepertinya dia menangis sambil mengucapkan nama Rio.


Degghhh.....


Aku terkejut, kupasang pendengaranku baik baik agar aku bisa mendengar jelas apa yang mereka bahas, aku sungguh amat penasaran.


" Rik, tolong aku Rio tak mempercayai bahwa aku hamil karna perbuatannya. ucap hana terisak.


Degghh...


Degg... sekali lagi aku terkejut, jantungku tak bisa ku ajak kompromi. aku berharap anak anak akan datang sedikit lama, agar aku leluasa mendengar percakapan hana dan laki laki itu. Hana benar benar tak mengenalku karena aku menggunakan hoodie oversize dan memakai masker. kepalaku kututup dengan menggunakan topi hoodieku.


" Tapi aku tak bisa bertanggung jawab atas kehamilanmu, bagaimana kalo ayah dan ibuku tahu? bisa bisa semua fasilitas di tarik oleh orang tuaku lagian wisudah pun masih lama. ucap laki laki itu.


" trus aku harus bagaimana rik? sudah ber-ulang kali aku mencoba menggugurkan kandungan ini tapi tak pernah berhasil. kudengar suara serak hana tak bisa menahan air matanya.


Aku benar benar kasihan padanya dan aku baru tahu kalo yang menghamili Hana itu laki laki yang ada di sebelahnya, bukan Rio. aku sedikit lega tapi aku tak berharap lagi bisa memperbaiki hubunganku dengan rio, mungkin dia pun sudah lelah dengan sikapku selama ini yang sudah terlalu cuek padanya.


Kudengar lagi hana dan laki laki itu terus membahas soal kehamilan hana...


tak lupa kurekam pembicaraan mereka, untung saat ini cafe masih belum begitu ramai jadi suara hana dan laki laki itu sangat jelas terdengar.


" Pokoknya kamu harus membuat Rio bertanggung jawab atas kehamilanmu. ucapnya tegas.


" Sulit rik, rio sudah mulai curiga padaku bahkan terang terangan mengatakan padaku bahwa akan membuktikan jika bukan dia pelakunya. aku minta tolong padamu rik, aku sudah beberapa bulan tidak mudik. aku takut orang tuaku malah curiga padaku dan menghampiriku kesini. kudengar hana masih terisak.


" apapun yang terjadi aku tak bisa bertanggung jawab, nanti akan ku pikirkan lagi. jika rio tak mau bertanggung jawab atasmu kita harus tetap menggugurkan kandunganmu. ucap laki laki itu kesal.


" trus bagaimana dengan keadaanku semakin hari, perutku akan semakin membesar? aku malu ke kampus dan takut ketahuan orang orang rik !


" nanti aku akan cari tahu dukun yang bisa menggugurkan kandunganmu, aku akan bayar berapapun asal janin itu keluar. sudah...aku mau pulang dulu, aku pusing. kulihat laki laki itu segera meninggalkan tempat duduknya dan hana mengikutinya dari belakang.


Sekarang aku benar benar bingung bagaimana caranya menyampaikan berita ini kepada Rio,


kalau aku nekat memberitahunya aku takut dia beranggapan kalo aku masih berharap penuh padanya. jadi dia akan merasa kubantu atas berita ini padahal aku cuma tak sengaja bertemu dan mendengar percakapan mereka.


Tak lama kemudian....


" Hey...rin? sudah dari tadi? ucap Iyan menyapaku.


" Iya nih, kalian selalu telat. kataku kesal.


" Yuk...kita langsung pesan aja sekarang, keburu lapar nih. kataku mengajak mereka.


" Yukkk...kata mereka serempak.


aku benar benar masih kepikiran soal tadi, apa aku harus cerita kepada biby soal hana dan laki laki itu? berharap biby saja yang memberitahu soal ini kepada rio. aku tak mau ikut campur meskipun jujur jauh di lubuk hatiku yang paling dalam setelah rio tahu soal ini, harapanku... hubungan kami bisa kembali seperti dulu lagi.


Ah...sudahlah aku tak mau ber-andai andai terlalu jauh, aku takut kecewa. aku berencana akan menceritakan ini pada biby ketika iyan, reza dan imam sudah tak ada.aku akan ber-alasan pada biby untuk nanti bisa pulang bareng menemaniku mengambil tugas di kost teman sekelasku.

__ADS_1


__ADS_2