
( POV BIBY )
Namaku Biby, sejak kecil aku dan rinjani sudah bersahabat karena orang tua kami sejak dulu bertetangga dari kompleks yang lama, hingga sekarang kami berjauhan tapi komunikasi dan silaturahmi kedua orang tua kami tetap terjaga.
makanya ketika rinjani akan kemana mana mamanya pasti menanyakan padanya apakah aku ikut dengannya,begitupun jika ada kegiatan kampus atau kegiatan sewaktu SMA mamanya selalu menanyakanku apakah akupun ikut dengan kegiatan yg sama seperti rinjani.
aku dan rinjani satu sekolah sejak di bangku SD, SMP, SMA hingga ke perguruan tinggi tapi kami selalu saja beda kelas dan beda jurusan saat memasuki dunia kampus tapi kegiatan apapun di kampus pasti kami bersama kecuali kegiatan organisasi masing masing jurusan.
aku sebenarnya sangat kagum dengan sosok sahabatku ini, dia tipe perempuan yang strong, mandiri, nggak neko neko, nggak pernah pakai make up di wajah, penampilannya selalu natural nggak dibuat buat tapi dia tipe keras kepala. apapun yang dia inginkan selalu saja harus tercapai.
ketika dia bersedih aku orang pertama yang selalu dia hubungi, beberapa bulan lalu dia lagi patah hati karena mantan kekasihnya selingkuh hingga membuatnya tak mau keluar rumah, akupun ingin datang menghiburnya tapi dia sama sekali nggak mau di ganggu waktu itu.
sekarang dia menjalin cinta lagi dengan seorang laki laki yang juga tak kukenal tapi rinjani mengatakan dia laki laki yang baik, namanya Rio tapi saat ini dia sedang tidak berada se-kota dengan kami. dia sedang bekerja di Jakarta.
" By, ada yang mau aku curhatin. seketika kami bertemu di kantin kampus.
" Iya rin, ada apa?
" tapi jangan sampai yang lain tahu dulu ya by, janji ya.
" Iya, soal apa sih rin? kayaknya begitu penting bagimu. ucapku dengan penasaran.
" by, aku punya pacar baru namanya rio, tapi dia saat ini tidak berada di kota ini. dia anggota salah satu organisasi pencinta alam di kota ini. ucap rinjani dengan tersenyum bahagia.
" kenal darimana rin? kok kamu nggak pernah cerita sebelumnya dengan aku? kalian sudah jadian berapa lama? kataku masih penasaran.
" kenal di puncak Talung sewaktu aku mendaki bersama dengan seniorku di komunitas. pertemuannya singkat sih by.
" trus jadiannya gimana? waktu kalian ketemu langsung jadian? memangnya kamu sudah benar benar move on dari yang kemarin?
" Iya, nanti aku kenalin kalau misalnya kita jadi mendaki ke gede pangrango" ucap rinjani bersemangat.
dua bulan kemudian rencana kamipun untuk mendaki ke gede pangrango akhirnya terlaksana, dan akupun telah mengenal rio. bagiku dia laki laki yang baik sejauh ini, dia baik kepada rinjani juga kepada kami teman teman rinjani. pendakian kami berjalan lancar hingga rencana akan balik ke Makassar sudah kami jadwalkan. dua hari sebelum kami berencana untuk pulang ke Makassar kudengar rinjani dan rio bertengkar hebat di ruang tamu penginapan.
kudengar rinjani berteriak keras dari dalam ruangan dan baru kali ini aku benar benar melihatnya emosi tak terkendali,akhirnya aku masuk kedalam dan kutanyakan padanya.
"kenapa rin?
" by, tolong jangan ganggu dulu, tinggalkan aku dan rio. katanya dengan intonasi meninggi padaku.
Aku segera beranjak untuk masuk kedalam kamar dengan iyan, reza dan imam.mereka semua tampak bingung dengan apa yang terjadi pada rinjani dan rio.
ku dengar rinjani masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan sangat keras, sehingga kami yang sedang berada di kamar sebelah pun semuanya kaget, aku langsung keluar dan kulihat rio sedang mengetuk pintu kamar rinjani.
" rio, kalian berdua kenapa sih? tanyaku pada rio.
" kami nggak kenapa kenapa by. katanya dengan wajah yang begitu sedih.
" kalau kalian ada masalah sebaiknya di bicarakan baik baik tapi jika rinjani tidak mau di ajak untuk bicara dulu, sebaiknya kamu pulang saja dan besok kembali lagi kesini.bukankah lusa kami semua akan balik ke Makassar ?
" baiklah, besok pagi pagi aku akan kembali lagi kesini, tolong jaga rinjani ya by.
ku anggukkan kepalaku seraya meng-iyakan perkataannya barusan.
__ADS_1
tokk...
tokk...
tokk...
aku mengetuk pintu kamar rinjani tapi sepertinya dia benar benar tak mau membukanya dan tak ingin di ganggu.
keesokan paginya...
"rin, buka pintunya udah bangun belum?
tokk...
tokk...
tokk...
rin, rin....ku ketuk berkali kali pintu kamar rinjani tapi tak ada sahutan sedikitpun dari dalam padahal ini sudah pukul delapan pagi, biasanya dia yang paling awal bangun di antara kami semua.
aku takut terjadi apa apa padanya, ku ketuk sekali lagi akhirnya dia membukakan pintu kamarnya,kulihat matanya begitu sembab dan wajahnya pucat.
" rin, kamu kenapa sih? ada apa? ceritakan padaku.
tiba tiba rinjani memelukku dan menangis terisak, kupeluk erat dan membisikkan ke telinganya, ayo ceritakan rin kamu kenapa? sambil ku elus lembut kepalanya.
tenangkan perasaanmu lalu ceritakan masalahmu padaku. kataku menenangkannya.
sepuluh menit dia terdiam lalu mengatur kalimat per kalimat yang akan dia utarakan padaku.
" kamu kenapa dengan rio? apa masalahnya ? kalo bisa di bicarakan kenapa mesti putus. kataku kemudian.
" by, masalahnya tak bisa di kompromi lagi, dia telah menghamili mantannya sebelum denganku. rinjani kembali menangis.
Aku kaget ter-amat kaget mendengar pernyataan rinjani barusan.
" serius? tahu darimana?
" semalam saat aku ingin masuk mengambil air minum kedalam kamar, tidak sengaja aku mendengarkan percakapannya dengan seseorang di seberang telfon dan itu ternyata mantannya.
" rin, kamu sabar ya. aku nggak nyangka rio seperti itu padahal kelihatannya dia laki laki yang baik dan sangat menghargaimu.
" jika dia menghargaiku, dia tak mungkin melakukan hal keji seperti itu. meninggalkan perempuan yang sedang hamil dan dengan mudahnya berpindah kelain hati?
Aku tak bisa berkomentar lagi, ada benarnya yang di katakan oleh rinjani. aku langsung mendekatinya dan memeluknya. tak lama kemudian kulihat sebuah mobil sedang masuk kedalam parkiran dan kayaknya itu mobil rio.
" rin, kayaknya rio ada di depan. tuh dia baru datang. kutunjuk kedepan penginapan.
rinjani langsung beranjak dan kembali masuk kedalam kamarnya dan menutupnya. Tak lama kemdian rio muncul di balik pintu.
" Hallo biby, apakah rinjani sudah bangun?
" iya, dia barusan saja bangun tapi melihat mobilmu masuk ke parkiran penginapan, dia langsung kembali buru buru masuk ke dalam kamarnya. kataku padanya.
__ADS_1
rio langsung berjalan cepat menuju ke kamar rinjani.
tokk...
tokk...
tokk...
sayang...
rinjani.... tolong buka pintunya, aku mau ngomong sebentar saja, tolong buka pintunya.
tak ada sahutan sedikitpun dari dalam kamar.
by, tolong suruh rinjani keluar sebentar saja, aku mau bicara empat mata padanya. ucap rio memohon padaku.
rio, sini duduk aku mau ngomong pada mu.
kenapa by?
rio, apa benar yang di katakan rinjani kalau kamu menghamili mantan kamu? aku kecewa kak kamu begitu tega dengan rinjani.aku kasian padanya.
" Oh...rinjani sudah jujur padamu? tidak seperti itu ceritanya by. itu belum tentu aku yang menghamilinya kami sudah putus dua tiga bulan yang lalu dan akupun bingung kenapa baru sekarang dia menghubungiku. kata rio menjelaskan.
" trus kalo bukan kamu, kenapa dia harus meminta pertanggung jawaban kepadamu kak rio? kataku sedikit kesal.
" akupun belum tahu by, aku benar benar bingung sekarang, aku benar benar sayang rinjani. kulihat ketulusan di wajah rio.
" trus apa yang akan kamu lakukan setelah ini? aku tak bisa membantumu lebih banyak, rinjani tipe manusia yang sangat keras kepala.
" nanti aku coba bujuk lagi by, aku benar benar ingin jujur kepadanya. bila perlu akan ku pertemukan rinjani dengan hana mantanku yang mengaku ku hamili. kata rio tampak sangat gelisah.
" Hana ??? kayaknya nama itu nggak asing. mungkinkah hana yang di maksud orang yang sama ku kenal tapi akupun tak begitu yakin. aku tahu tak cuma satu nama hana di dunia ini.
" kamu kenal by?
" nggak kak. aku doakan masalahmu cepat terselesaikan dengan rinjani.nanti aku coba bujuk lagi.
Aku melangkah menuju kamar rinjani dan kembali ku ketuk pintu kamarnya.
tokk...
tokk.
tokk...
rin, buka pintunya dulu. tolong bersikaplah dewasa kali ini.rio ingin berbicara kepadamu.
aku akan menemanimu berbicara dengan rio, segeralah keluar aku dan rio menunggumu diluar.
kudengar langkah kaki dari dalam dan tidak lama kemudian rinjani pun membuka pintu kamarnya, kulihat matanya masih sembab dan bengkak, rio langsung berlari ke arah pintu kamar lalu ingin memeluk rinjani tapi rinjani langsung menepis tangannya dan mendorongnya.
" Jangan dekat dekat padaku, katanya setengah berteriak ke rio.
__ADS_1
Rio langsung mundur dan mengajak rinjani juga aku untuk ke ruang tamu dan segera berbicara bersama....
rinjani duduk di sebelahku sedangkan rio duduk di seberang meja.