
" Rin, sebelum kita berangkat besok ke cibodas, malam ini bisa gak kita jalan2 dulu sambil menikmati angin sepoi sepoi ibukota,kapan lagi iya kan? kata iyan membuyarkan lamunanku.
"boleh aja sih. aku tanyain ke Rio dulu ya,siapatau dia bisa nganterin kita, kan kita belum tahu jalan disini, nanti nyasar lagi".kataku pad iyan.
( teman teman lain menyetujui rencana Iyan )
Aku mengambil handphoneku dan langsung menghubungi Rio,karena setelah tadi dia mengantarkan kami ke penginapan doi langsung balik dulu ke mess tempat tinggalnya untuk mandi dan akan kembali lagi kesini.
Tutt...
tut...
tut...
( kok nggak aktif, batinku )
ku ulangi lagi menekan tombol calling tetap saja tidak aktif dan tidak seperti biasanya doi me-non aktifkan handphonenya se-sibuk apapun itu ( aku tetap menenangkan perasaanku sejenak sambil bertanya tanya, ini ada apa sih dengan Rio? )
" Gimana Rin, Rio jadi mau nganterin kita? ( kali ini temanku Biby yang bertanya lagi )
" Iya tunggu aja sih kata Rio " jawabku membohongi mereka.
Aku keluar kamar untuk nyari angin di teras penginapan sambil ku bakar sebatang rokok dan aku menghisapnya dalam dalam agar aku tetap tenang.
kucoba lagi menelfon Rio tapi masih tetap sama dan handphonenya belum aktif jg. tapi aku tak mau berfikiran negatif, aku tetap tenang dan kupanggil salah satu karyawan penginapan ini untuk memesan satu gelas kopi hitam untuk lebih menenangkan perasaanku.
" tenang Rin, tenang..nggak usah panik, mungkin Rio sedang ketiduran,kecapean atau sedang tiba tiba ada kerjaan dan tak bisa di ganggu" ( kutenangkan diriku sendiri dengan kata kata positif ku dalam hati ).
" Rin, kamu kenapa? panik gitu wajahnya? ada yang nggak beres ?kata Biby.
" Panik? sambil kupasang wajah santaiku. ngapain panik? emang kenapa by?
" Ya...wajah kamu lain nggak seperti biasanya.
__ADS_1
Oh..iya..aku akan perkenalkan sosok Biby teman yang paling dekat denganku di banding teman yang lain. dia anak teman Ibuku dan sejak SD hingga SMA aku dengan Biby satu sekolah tapi tidak sekelas sampai sampai Ibuku dan Ibunya selalu menjodohkanku dengannya meskipun kami berdua tidak pernah memiliki rasa suka satu sama lain,kami murni cuma teman. ya....hampir kubilang dia sudah masuk kategori sahabatku karena senang dan sedih dia selalu ada buatku, dia teman curhatku selama ini yang paling setia mengerti diriku dan selalu menghiburku kala aku sedang sedih. hingga sekarang kami pun harus sama sama kuliah di universitas swasta yang sama tapi beda jurusan. hobby kami pun sama suka travelling dan juga mendaki gunung. Jadi tiap kali kuajak dia untuk mendaki gunung atau travelling kemana mana pasti dia selalu mau ikut denganku. Pokoknya sejauh ini dia bestie terbaik buatku.
( Tak lama kemudian handphone bergetar ada bbm yang masuk dari Rio )
" Hey...aku minta maaf ya tadi tiba tiba bos ku nyuruh kerja laporan yang harus di setor besok sebelum kita berangkat dan handphone, aku simpan di tas ternyata battreinya habis. kamu lagi dimana ? katanya.
" dimana lagi kalau bukan di penginapan, anak anak katanya pengen di ajak jalan malam ini keliling ibukota katanya sebelum berangkat besok" .
" Oke, boleh nanti aku jemput kalian. kamu udah makan belum? jaga kesehatan ya.
Rin, aku cuma mau bilang makasih banyak ya kamu udah mau jauh jauh datang kesini nemuin aku, aku sayang kamu.
Deggg....
jantungku auto nggak karuan pas baca chat Rio di kalimat paling belakang ( antara bahagia dan ah...entahlah aku senyum senyum sendiri )
" Oh..iya kami semua sudah makan, tadi pesan di rumah makan depan penginapan, Iya...sama sama lagian juga aku kesini bukan cuma tujuan ketemu sama kamu kok tapi karena sudah lama aku pengen mendaki gunung di bagian pulau Jawa, kataku seolah olah tidak ingin merespon kalimat terakhirnya.
" Baguslah kalo kalian semua sudah makan, tapi beneran kamu nggak sayang aku? kata Rio lagi.
" Oke 20 menit lagi aku udah ada disitu semoga nggak macet, i love you rin.
( Mataku terbelalak seketika membaca lagi kalomat terakhirnya, lalu aku tak menggubrisnya lagi )
Kulihat biby sejak tadi memperhatikanku saat saling balas chat dengan Rio sambil pasang mimik wajah bingung.
" Eh...kenapa by? kayak orang kesurupan?
" Kamu yang kenapa sejak tadi senyum senyum sendiri ke handphone, tiba tiba berubah pasang muka bingung lagi, ada apa sih? kata Biby penasaran.
" Ya aku nggak kenapa kenapa, apaan sih?
" kamu tadi awalnya panik,trus seketika pas ada chat yang masuk di handphone kamu tiba tiba senang bahagia dan senyum senyum sendiri kayak orang nggak waras trus bingung lagi, kamu nggak kesurupan hantu penginapan ini kan rin??
__ADS_1
" Husssttt...sembarang aja kamu, yaudah...yuk masuk ke dalam kamar masing masing ganti baju karena sebentar lagi Rio akan datang menjemput kita. ( lalu mendorong bahu Biby )
Tiba tiba Rio datang dan langsung masuk ke dalam kamarku, saat itu aku sedang duduk sambil merokok di sebelah tempat tidur karena di kamar aku cuma sendiri dan anak anak di kamar sebelah.
" Hey...sayang, Rio langsung cepat mencium pipiku, aku sempat kaget dan pura pura nggak mau, nyatanya sih aku suka ,hehhehe....
" Hey, jawabku singkat.
" Siap siap yuk,kita berangkat"
Aku langsung panggil anak anak di kamar sebelah.
Tokk....
tokk...
tokkk...
Iyan dengan cepat membuka pintu dan ternyata mereka sejak tadi sudah siap.
Gaskeeuunnn....kataku.
Rio membukakan pintu mobil depan kepadaku dan anak anak di barisan belakang.
Sepanjang perjalanan anak anak sibuk bercanda ketawa ketiwi dan sesekali bercerita juga dengan Rio, malam ini aku tak banyak bicara hanya mendengar ocehan mereka saja.
Tiba tiba tangan kiri Rio menyentuh tangan kananku dan dia menyatukan jari jariku di sela jari jarinya, begitu erat hingga aku merasakan kehangatan dan ketulusan dari seorang laki laki, sepanjang jalan Rio hanya menyetir pake tangan kanannya karena tangan kirinya tak pernah lepas dari tanganku.
Entah..mengapa malam ini aku sungguh merasa jadi wanita yang paling beruntung.
Tidak lama kemudian kami telah sampai di Monas, anak anak berpencar mencari spot untuk berfoto meskipun malam hari mereka tetap semangat untuk sekedar selfie, sementara aku dan Rio duduk berdua tepat di bawah tugu monas sambil memandang keatas.
kami sama sama terdiam sejenak dan tidak lama kemudian Rio tiba tiba mengangkat daguku dengan lembut lalu mengecup bibirku dan membisikkan jelas di telingaku " Makasih ya rin, aku sayang kamu".
__ADS_1
Jantungku deg deg-an tidak karuan.
Ya...Tuhan se-romantis inikah Rio padaku, semoga dia benar benar sayang padaku dan tidak mengecewakanku seperti mantan mantanku sebelumnya.