
Setelah aku dan doi beberapa saat saling chat via BBM selanjutnya doi pun lebih rajin menghubungiku bukan hanya lewat pesan singkat tapi juga langsung menghubungiku via telfon setiap kali doi sedang istirahat dari pekerjaannya dan itu hampir tiap hari bahkan tiap malam kami saling telfon, tak jarang kami berdua lupa waktu bercerita panjang lebar hingga dini hari.
Tak habis kisahku dan kisahnya bergantian jadi topik pembahasan kami, hingga aku merasa nyambung untuk betah berlama lama hanya untuk bisa mengobrol lebih lama lagi dengannya, lalu sedikit demi sedikit akupun merasa nyaman dengan situasi ini.
Oya...aku akan bercerita sedikit tentang doi mengapa setelah pertemuan kami di puncak Talung itu kami berdua tidak saling komunikasi lagi beberapa saat dikarenakan doi harus kembali lagi bekerja ke Jakarta bersama teman temannya, katanya sewaktu doi muncak kala itu karena alasan cuti beberapa hari saja dan akupun mengira kalau doi saat itu sedang tidak bekerja jauh dan menetap di kota Makassar.
__ADS_1
Seminggu hingga 2 minggu kami habiskan untuk mengobrol lewat telfon hanya untuk membahas sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting untuk kami bahas, hingga larut malam akupun masih betah mendengar suaranya. Jika dalam sehari tak ada kabar darinya terkadang aku menunggu telfon atau chat dari doi hanya untuk tahu kabar dan aktivitasnya hari itu padahal saat itu aku dan doi belum terikat dalam sebuah hubungan yang serius. Yaa...hanya sekedar teman dekat yang sama sama nyaman satu sama lain.
dia sempat menanyakan apakah aku mempunyai pacar? tapi kujawab jika aku saat ini sedang tidak punya pacar, begitupun sebaliknya aku menanyakan perihal apakah dia sudah mempunyai pasangan tapi doi menjawab jika saat ini dia pun belum mempunyai pasangan.
aku merasa dia mulai mendekatiku dan akupun nyaman dengan itu, tak bosan bosannya kutunggu setiap telfon dan chatnya karena jika aku yang menghubungi doi duluan, aku takut malah mengganggu kerjanya dan dia jadi ilfeel padaku.
__ADS_1
Jujur, ketika doi muncul di kehidupanku itu sangat mengobati rasa sakit hatiku yang belum lama putus dari seseorang yang 2 tahun aku temani dan pertahankan dalam suka maupun duka, kusebut saja dia mantan yang benar benar tidak tahu diri karena sudah selingkuh di belakangku.
Aku tipe perempuan yang cuek, mudah sayang ke seseorang dan sudah ku pastikan aku tipe perempuan yang sangat setia pada pasanganku. tetapi, jika sudah berhubungan dengan pihak ketiga akupun tidak bisa untuk toleransi lagi atau memberikan kesempatan untuk orang itu lagi mendekatiku dan lebih memilih untuk pergi sejauh jauhnya dari kehidupannya. Beruntungnya saat aku dalam keadaan rapuh, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk aku move on dan kembali strong lagi dan disitulah perjalanan pendakianku ku mulai dan akhirnya bertemu dengan si doi yang benar benar mampu membuatku nyaman seolah olah percaya diriku kembali lagi setelah patah hati itu.
Aku benar benar merasa kesepian jika sehari saja doi tak menghubungiku dan jujur akupun terkadang malu jika harus menghubunginya duluan, aku bukan tipe perempuan yang seperti itu.
__ADS_1