
Setelah lama aku terdiam dan tidak bisa kujawab pertanyaannya, akhirnya aku meminta waktu untuk beberapa hari kedepan untuk menjawab dan meyakinkan hatiku bahwa aku akan kembali menjalani hubungan serius lagi setelah patah hati kemarin.
Beberapa hari ini aku begitu sibuk dengan tugas tugas kuliah, belum lagi teman teman komunitas pencinta alam yang ngajakin untuk naik gunung yang sungguh amat susah untuk ku tolak karna mendaki gunung adalah hobby ku hingga aku beberapa kali bolos kuliah untuk bisa naik gunung tiap hari jumat dan akan balik di hari minggu. Aku sempat melupakan kata kata doi ketika dia mengutarakan isi hatinya malam itu dan lagian sudah beberapa hari ini dia tidak lagi menghubungiku mungkin karena padatnya kerjaan sehingga doi lupa sekedar berkabar lewat BBM atau sekedar untuk menanyakan kabar singkat tapi aku tak terlalu memikirkannya karena aku akan sibuk mempersiapkan alat alat dan ransum apa yang akan kubawa mendaki pekan ini. Sore itu aku sedang bersantai di teras rumah sambil menikmati segelas kopi hitam dan menghisap sebatang rokok sambil menikmati pemandangan danau kecil di samping rumahku yang banyak di huni oleh kaum kaum muda yang sedang berpacaran di sekitaran danau dan ada beberapa tukang tukang bangunan perumahan yang sedang menikmati kopi sembari memancing ikan di danau itu, entah apa yang sedang aku pikirkan saat itu hanya saja aku sempat berfikir mengapa doi tidak menghubungiku untuk menanyakan jawaban dari pertanyaannya padahal aku sebenarnya sudah sangat siap untuk memberikan jawaban itu. Tak terasa senja sore itu berubah jadi gelap dan aku mulai masuk ke dalam rumah dan hendak akan mandi tapi tiba tiba saja hp yang sempat ku pakai untuk mendengarkan musik lewat speaker tiba tiba berdering lalu buru buru aku melihatnya dan aku membaca nama yang tertera disitu tidak lain dia yang baru saja ku pikirkan, aku lalu menunda untuk mandi dan segera mengangkat telfon dari doi "Hey...lagi ngapain?" katanya mengawali pembicaraan di telfon. "Aku sedang ingin bersiap siap untuk mandi sore,ada apa? kataku. "Bukan mandi sore lagi ini tapi mandi malam" ( dia masih ber-basa basi padaku ). "Ohiya rin aku mau tanya soal jawaban kamu atas pertanyaan dan permintaan beberapa hari lalu,apakah boleh ku minta jawabannya hari ini?Katanya langsung to the point.
__ADS_1
"Hmmmm....gimana ya? aku boleh mandi dulu nggak, setelah mandi baru aku jawab dan telfon balik ke kamu" kataku, aku cuma mengetesnya saja apakah dia mau bersabar sebentar untuk kuberikan jawabanku padanya.
"Oke baiklah, aku tunggu ya" Katanya.
__ADS_1
Sekitar 30 menit kemudian akupun selesai mandi dan segera berpakaian, menyisir rapi rambutku dam segera mengambil hp untuk menelfon balik ke doi sesuai janjiku tadi untuk menelfon balik setelah aku selesai mandi.
Aku lalu menelfon doi tapi tidak di angkat lalu ku telfon kedua kalinya belum di angkat juga "Ah...dia lagi ngapain ya? sok sibuk sekali dia" gerutuku, Aku tak mau lagi menelfonnya untuk yang ketiga kalinya aku gengsi jika harus menelfonnya terus menerus, tapi tak lama kemudian dia pun langsung menelfon dan aku buru buru mengangkatnya lalu ku katakan " darimana saja? " oh maaf ya aku tadi lagi ada urusan sama teman sebentar" katanya dengan santai. lalu doi pun mengulang pertanyaannya " gimana rin apa sudah di jawab sekarang? apa kamu mau jadi pacarku? aku serius suka sama kamu dan aku janji ingin serius menjalani hubungan ini" itu katanya.
__ADS_1
Jadi kujawab "Iya aku mau jadi pacarmu" seketika kami hening sesaat.