LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU

LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU
BAB.4 MAUKAH KAMU JADI PACARKU ?


__ADS_3

Hampir sudah sebulan aku dan laki laki yang ku kenal lewat sosial media itu tak henti hentinya menghubungiku dan akupun terkadang mulai memberanikan diri untuk menghubunginya duluan jika aku merasa seharian dia tak mengabariku. Rasa rindu sedikit demi sedikit mulai hadir ketika aku tak mendapatkan chat atau telfon darinya, aku sebenarnya memaklumi kesibukan doi dalam pekerjaannya yang begitu sibuk. perlahan akupun mulai suka padanya tapi belum sampai tahap jatuh cinta, mungkin lebih tepatnya aku sudah merasa nyaman dengan komunikasi yang begitu intens yang hampir sebulan kami lalui.


Malampun tiba tak seperti biasanya dia belum menghubungiku seharian ini, aku ingin menghubunginya duluan tapi aku terkadang masih merasa canggung karena takut di sangka terlalu posesif padanya. jadi, aku putuskan untuk menunggu saja sambil beberapa kali melirik layar handphone yang ada di tanganku, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi chat atau telfon tak kunjung datang dari si doi lalu akupun mencoba membuat segelas kopi dan menghisap satu hingga dua batang rokok untuk mengisi waktuku karna kebetulan malam ini aku benar benar merasa sulit untuk memejamkan mata.


Oh iya...aku akan bercerita sedikit tentang kehidupanku di kota Makassar ini, aku tinggal di sebuah perumahan milik orang tuaku tapi orang tuaku tidak tinggal dirumah itu karena beliau lebih memilih untuk tinggal dirumahnya yang ada di kampung bersama kakak perempuanku dan adik laki laki ku karena aku bersaudara tiga orang dan aku adalah anak kedua. aku cuma seoramg diri tinggal dirumah ini karena aku sedang mengenyam pendidikan di salah satu Universitas Swasta di kota ini, jadi aku harus benar benar jadi anak yang mandiri yang jauh dari orang tua yaitu Ibuku karena Ayahku sudah tak ada di dunia ini, Beliau sudah meninggalkan kami sejak aku masih kelas dua di sekolah dasar, adik laki laki ku saat itu masih usia 2 bulan dan kakak perempuan juga sudah kelas dua di sekolah menengah pertama. Aku benar benar kehilangan sosok Ayah yang super hebat bagiku meskipun beliau cuma menemaniku selama 7 tahun di dunia ini.


Tiba tiba hp ku berdering, lalu kuliat nama yang ada di layar handphoneku ternyata dia yang kutunggu sejak tadi, tak langsung ku angkat karena aku malu jika dia berfikir bahwa sejak tadi aku menunggu telfon darinya dan nyatanya memang iya, Hehhehe.....Akhirnya dia menelfon untuk yang kedua kalinya sedikit lama berdering lalu ku angkat "Hallo", Ya, hallo lagi ngapain jam segini belum tidur aja? Katanya.

__ADS_1


"Oh nggak ngapa2in cuma lagi insomnia aja sih dan lagipula jam segini belum jam tidurku juga" kataku basa basi kepadanya ( Padahal sejak tadi aku menunggu telfon darinya, tapi aku malu jika harus mengakuinya ).


"Oke, kirain kamu lagi nunggu telfon dari aku makanya belum tidur"


Degg...( kok dia bisa tahu )


"Ohiya ada yang mau aku tanyain sama kamu dan ini sangat penting bagiku" Begitu katanya.

__ADS_1


"Baiklah, silahkan mau bicara apa padaku?


"Tapi kamu harus jujur padaku ya setelah aku tanyain sesuatu ini padamu? ( membuatku semakin penasaran aja )


"Iya, ada apa sih? ( aku buru buru ingin tahu sepenting apa sesuatu yang ingin dia katakan padaku ).


"Hmmmm....Kamu mau nggak jadi pacarku??? apa kamu juga suka padaku?

__ADS_1


Degg...( jantungku berdegup sangat kencang ) aku kaget setengah mati dan tidak bisa berkata apa apa selain diam.


__ADS_2