LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU

LELAKI HEBAT SETELAH AYAHKU
BAB.12 PUNCAK, TEPAT DI HARI ULANG TAHUNKU


__ADS_3

( POV RINJANI )


"Selamat pagi dunia tipu tipu" Ucap Iyan ketika bangun pagi ini kudengar dari dalam tenda.


Mereka ber-empat yang paling awal bangun di banding aku dan Rio, rasa rasanya pagi ini aku begitu enggan membuka selimut yang menyelimuti tubuhku karena hawa pagi ini semakin dingin. kulihat Rio, dia masih tertidur nyenyak.


" Rio, bangun yuk...anak anak lain udah pada bangun tuh, sambil kutepuk pelan bahunya.


" Iya sayang sebentar lagi ya. sambil menggosok gosok matanya perlahan.


" Oke, kalau begitu aku tunggu diluar ya sama anak anak.


" Iya. jawabnya singkat.


Tidak lama kemudian Rio pun keluar dari tenda, dan melihat kami yang sedang memasak air untuk membuat kopi dan aku mengambil roti di dalam tas untuk kami makan bersama pagi ini sebelum kami melanjutkan perjalanan kami menuju puncak gemilang cahaya ( baca dengan lagu, ini anak 90an pasti tahu ) Hehhehe....Justkidding.


" Selamat pagi kak Rio, kata Biby.


" Pagi, by semalam tidurnya nyenyak banget ya? dengkurannya sampai terdengar se- isi gunung. kata Rio membuka candaan pagi ini.


" Iya kak habisnya kecapean, beneran ya aku mendengkur ?aku padahal nggak pernah loh mendengkur jika sedang tidur. Biby membela dirinya.


" Lah? kamu mana sadar by kalo tidurnya sudah nyenyak. nanti malam deh aku videoin ya.


" Janganlah kak, malu donk. ucap biby sembari tertawa.


Akhirnya kami semua selesai meminum kopi masing masing, kami bersiap siap untuk muncak dan kami berencana untuk meninggalkan tenda, juga barang barang yang tak begitu di pakai saat di perjalanan nanti karena kami rencananya kami nggak akan lama di puncak.


kami titipkan tenda di tetangga tempat kami mendirikan tenda karena katanya mereka nggak akan muncak cuma sampai di pos ini dan mereka segera akan balik ke cibodas. Ya...mungkin mereka hanya sekedar piknik saja.


Kami semua sudah selesai cuci muka, buang air kecil dan kami akan siap siap untuk melanjutkan perjalanan kami. Rio, Biby juga Imam bertugas membawa daypack untuk keperluan minum dan makan saat di atas nanti.


" Sayang, ini masih jauh ya? kataku kepada rio.


" Nggak lagi sayang, pokoknya semangat ya dan aku juga mau minta maaf atas kejadian semalam ya.


aku khilaf, hawanya nggak bisa diajak kompromi, hehhe...canda rio.


" Iya nggak papa sayang. kuberikan dia senyum termanisku.


Rio menggandeng tanganku, kami bertemu banyak pendaki yang sudah akan turun, beberapa melihatku sambil tersenyum karena rio begitu erat menggandeng tanganku tapi rio cuek dan tidak mempedulikannya dan terus saja berjalan.


" Rio, ini masih lama ya? masih berapa jam lagi? Akupun mulai gelisah karena sudah merasakan capek dan ngos ngosan.


" Tiga puluh menit lagi ya, semangat yokk semangat.


" Oke, tiga puluh menit lagi kan? Baiklah...


Sudah lewat sejam tapi belum nyampe juga, akhirnya aku bertanya lagi kepada Rio.

__ADS_1


" Sayang, katanya tiga puluh menit lagi, ini sudah sejam lebih loh, ucapku sedikit kesal.


" Iya ini nggak lama lagi kok sayang, atau mau istirahat dulu? biar anak anak jalan duluan?


" Iya, aku mau istirahat dulu sambil kita merokok satu batang dulu yuk. aku mengajak Rio untuk membakar masing masing satu batang rokok untukku dan satu batang untuknya.


15 menit kami ber-istirahat merokok dan minum akhirnya kuajak Rio kembali untuk melanjutkan perjalanan.


Aww....


Bruggg...


Aku terjatuh karena menginjak batu yang licin, Rio begitu panik dan pelan pelan menarik tanganku sambil memegang pinggangku.


"aduhh...sakit, aku meringis kesakitan.


hati hati donk sayang, kok bisa? kata Rio.


"batunya licin makanya jatuh.


" gara gara batu licin nih sampai pacar tersayangku jatuh begini, harusnya batu itu minggir dulu karena ada perempuan cantik yang mau lewat, kata rio bercanda sambil menghiburku.


" apaan sih? ini serius aku sakit. sambil memegang pinggangku juga pantatku.


" sini sayang aku cium biar nggak sakit lagi ya. Seketika Rio mencium keningku juga mengecup bibirku, aku malu dan tersipu.


" udah nggak sakit lagi kan? ayo sini aku pegangin biar nggak jatuh lagi.


Wow, amazing...aku begitu takjub melihat pemandangan dari atas puncak sambil ku ucapkan terimakasih semesta atas ciptaan-Mu yang sungguh amat indah ini.


" Selamat ulang tahun sayangku, kata Rio seketika membuatku heran.


" Aku? ulang tahun? hari ini?tanyaku bingung.


" Iya kan ini tanggal dua puluh dua oktober hari kamu di lahirkan.


Aku terharu juga kaget dan segera ku ambil handphone dari dalam saku celanaku,kulihat layarnya untuk memastikan hari ini tanggal berapa dan benar saja hari ini tanggal dua puluh dua oktober.


Seketika mataku berkaca kaca dan kupeluk Rio.


" Terimakasih sayang, aku saja sampai lupa kalau hari ini aku ber-ulang tahun. ucapku pada Rio.


" Iya sama sama, tetap jadi perempuan hebat dan terus sayang sama aku ya.


ku anggukkan kepalaku sambil kutatap Rio dalam dalam, se- sayang itukah Rio padaku? batinku.


" Oya..sayang nanti kadonya nyusul ya saat kita udah balik dari sini.


" nggak usah repot repot, di kasi ucapan aja aku udah senang. ucapku sambil menggandeng tangannya menuju ke tempat anak anak sedang duduk.

__ADS_1


"Hey...kalian sudah tiba sejak tadi? kataku sedikit berteriak pada mereka karena angin begitu kencang.


" Iya rin, kalian kok lama? kata reza.


" Rinjani tadi istirahatnya agak lama za karena tadi dia sempat terjatuh di jalur yang banyak batu licin di bawah, kata rio langsung menimpali pertanyaan reza.


" ada yang luka? kata biby.


" nggak kok, aman aja. ucapku.


Tidak lama kemudian, Imam mengeluarkan korek api dan menyalakannya tepat di depan wajahku. Iyan, reza juga biby langsung bernyanyi barengan.


Tiup koreknya...


tiup koreknya....


tiup koreknya sekarang juga....


sekarang juga...


sekarang juga....


Aku langsung tertawa apaan sih tiup koreknya? Ucapku sambil menahan tawa.


" Rin, berhubung nggak ada yang jualan lilin di puncak, jadinya di ganti dengan korek. ucap biby.


akhirnya kutiup korek itu dan mereka semua bertepuk tangan sambil menyalamiku satu persatu.


" Selamat tambah tua rin, tetap jadi bestie yang baik buat kita kita ya. kata Biby.


" kado mana kado????kataku sedikit tertawa.


" Yaudah sih rin, kadonya doa aja ya.


" Uhhh...aku mau kado fisik bukan doa, kataku bercanda pada mereka.


" balik ke Makassar aja deh, nanti aku minta uang ke mama untuk beliin kamu kado.


" Eh...kok minta? ya..nggak usahlah aku kan cuma bercanda. makasih ya atas kejutan kalian hari ini...aku bahagia.


Seketika kami pun membuka ransum/bekal kami dan segera memasaknya, aku hanya selfie selfie sementara yang lain sibuk membuat makanan, membuat kopi dan menyiapkan cemilan, tadinya aku mau bantu mereka tapi kata Rio nggak usah karena hari ini aku ulang tahun. jadi di jadikan ratu sehari, katanya.


Tiba tiba rio datang ke sebelah tempatku berdiri dan memeluk pundakku.


" Sekali lagi selamat ulang tahun ya sayang. rio mencium keningku.


" Iya sama sama. aku sayang kamu rio.


" Aku lebih sayang kamu, kamu beruntung mendapatkan teman teman yang baik seperti mereka, sambil menunjuk kepada empat sekawan disana yang lagi sibuk sibuk.

__ADS_1


" Iya mereka begitu baik padaku, aku takkan melupakan mereka dan juga kamu. ku tatap mata rio yang begitu tulus padaku.


Sekali lagi kami berpelukan....


__ADS_2