
( POV RINJANI )
Akupun akhirnya tiba dirumah tepat pukul 10 malam lalu langsung masuk ke kamar dan langsung berbaring sambil memencet mencet handphoneku, saat kubuka aplikasi bbm ada pesan yang masuk dari sahabatku biby.
" Rin, lagi ngapain? tadi habis pergi bareng Rio ya?
" Kok tahu? balasku singkat.
Send....
" Ya ..baru saja Rio menelfonku dan banyak bercerita tentang pertemuan kalian barusan. apa benar kamu menolak Rio untuk balikan padamu?
" Aku tidak menolaknya by, hanya saja aku butuh banyak pertimbangan untuk kembali lagi padanya.
Send...
" Pertimbangan? pertimbangan apa? tanyanya serius.
" Pertimbangan jika hubunganku berlanjut dengan Rio aku takut jika ketahuan oleh mamaku.pasti mamaku tak merestui hubungan kami karena perbedaan keyakinan.
Send....
Tak ada balasan lagi dari Biby,mungkin dia sedang sibuk mengerjakan tugas tugas kuliahnya, berapa hari kemarin dia tidak masuk kuliah karena sedang sakit makanya banyak tugas tambahan yang diberikan oleh dosen padanya.
Kringg....
kringg..
kringg....
tiba tiba handphone ku berdering dan ternyata dari Biby.
" Ada apa by? aku pikir kamu lagi sibuk kerja tugas dari dosen.
" Ah...nggak. tadi keluar sebentar ada urusan mendadak makanya chatmu yang terakhir nggak sempat aku balas lagi.
" Urusan apa malam malam gini? penting ya? kataku penasaran.
" Ada deh, nggak usah kepo. katanya meledek.
" Yaudah...tadi Rio ngomong apa aja sama kamu?
" Katanya kamu menolaknya? apakah kamu benar benar nggak sayang lagi sama Rio? waktu itu kan kulihat kamu sedikit depresi saat putus dari Rio. ucapnya mengejekku.
" Hah? aku ? depresi ? ucapku tertawa sedikit keras.
" Tapi jujur kamu sakit hati kan saat putus dengannya? mengapa sekarang saat masalah hana selesai dan Rio ngajak balikan malah kamu menolaknya dengan alasan keyakinan. ucapnya penasaran.
" By, Tuhan memang satu kita yang tak sama. haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi. aku membalasnya sambil bernyanyi.
__ADS_1
" Hhahahaha...berat ya rin kisah cintamu dengan rio? ucapnya terkekeh.
" Hehhe...sebenarnya di bilang berat sih nggak juga by, hanya saja kami kan sudah sempat berpisah jadi masa masa kehilangan sudah bisa aku lewati kedepannya.
" Intinya apapun keputusan kamu, aku doakan yang terbaik untuk sahabatku ini. kata rio menghiburku.
" Iya, let it flow aja. eh....udah dulu ya by aku mau tidur sudah ngantuk besok kuliah pagi ding. daaaaa.....
kututup langsung telfon dan ku letakkan handphoneku ke atas meja sebelah tempat tidur. malam ini tak seperti biasanya aku sangat merasakan ngantuk yang luar biasa.
( POV BIBY )
Beberapa hari kemarin aku tidak masuk kuliah di karenakan sistim imun tubuh sedang menurun alias sakit. jadi, saat masuk hari ini aku langsung diberi tugas tambahan dari dosen. Hari ini Rinjani mengajakku untuk nongkrong tapi aku ber-alasan tidak bisa pergi karena banyak tugas padahal ada urusan yang mesti aku selesaikan.
Sore ini aku kaget tiba tiba aku mendapat telfon dari Hana, yaaa....Hana. tumben dia menelfonku setelah sekian lama kami putus. aku penasaran ada urusan apa denganku.
Kringg...
kringg....
kringgg...
" Hallo hana, ada apa? tumben nelfon.
" Ohiya...maaf ya mengganggu. aku boleh datang bertamu kerumahmu nggak by?
" Eh...hah? mohon maaf han, ada apa ya? kenapa tiba tiba ingin bertamu kerumahku? tanyaku penasaran.
" nggak kenapa kenapa by, menjalin silaturahmi aja.apa nggak boleh?
" Oh...boleh kok boleh.mau datang jam berapa?
" Sejam lagi aku on the way ya, kamu hari ini nggak kemana mana kan? tanyanya padaku.
" nggak kok, dirumah aja. padahal tadi saat di kantin kampus Rinjani mengajakku untuk nongki tapi aku menolak karna aku hanya ingin menghabiskan waktuku dirumah hari ini sambil main game tapi ternyata malam ini aku malah lebih penasaran dengan rencana kedatangan Hana hari ini kerumahku.
" Oke, tunggu aku ya. jangan kemana mana.
" Oke Han. bye....kudengar hana terlebih dahulu menutup telfonnya.
Sejam kemudian...
Ting tong....
ting tong....
kudengar suara bel depan pintu berbunyi, aku langsung keluar dari kamar dan langsung menuju ke pintu depan dan ternyata yang datang Hana.
" Eh...Hana, masuk yuk. ucapku mempersilahkannya masuk.
__ADS_1
" Oh iya makasih ya by.
" Tunggu sebentar ya, aku buatkan minuman dulu.
" Eh...nggak usah repot repot donk.
" Ya...nggak ngerepotin kok han. wait ya....
Tak lama kemudian aku pun datang membawakan segelas jus orange dan menawarkannya untuk minum.
" Han, ada apa datang kesini? tumben? ada masalah ya?
" Hmmmm.....kulihat raut wajah Hana sepertinya ingin menyampaikan sesuatu.
" Ngomong aja han, siapa tahu aku bisa bantu. kataku menawarkan bantuan padanya.
" By, pertama tama kamu jangan beritahu Rinjani dan Rio kalau aku datang kerumahmu ya.
" Emang kenapa han? tanyaku penasaran.
" Intinya tolong jangan beritahu mereka.
Ku anggukan kepalaku menandakan bahwa aku tak akan memberitahukan Rinjani dan Rio jika hari ini Hana datang menemuiku dirumah. kulirik ke arah Hana wajahnya begitu sayu dan matanya sembab.
" Kamu ada masalah ya han? ayo cerita saja padaku.
"Hmmmm....tiba tiba Hana mengusap matanya sambil sesenggukan.
" Jangan nangis han, ayo cerita padaku. sedikit memaksa.
Tiba tiba Hana langsung menghampiriku ke sofa tempatku duduk dan aku kaget karena dia langsung memelukku dan menangis terisak isak di bahuku. aku tak berani membalas pelukannya tapi tangisnya tak juga redah, akhirnya ku beranikan diriku untuk membalas pelukannya dan mengelus lembut kepalanya yang ditutupi oleh jilbabnya.
Tangisnya pun redah dan dia segera menarik tubuhnya dariku lalu tertunduk, dia tak berani menatapku.
" Hana, kamu ada masalah apa? ceritakan saja padaku. aku berjanji tak akan memberitahukan pada siapa siapa termasuk Rio dan juga Rinjani sekalipun dia sahabatku. kataku menyakinkannya.
" By, aku sedih setelah perkelahian Rio dan Riko waktu itu, Riko sama sekali tak ada kabar lagi dan memblokir nomorku, aku sudah kerumahnya tapi rumahnya kosong. sekarang aku benar benar bingung. Hana kembali menangis dan suaranya bergetar.
" Trus aku bisa bantu kamu apa? aku minta maaf karena waktu itu aku yang menemani Rio ke kampusmu dan bertemu dengan Riko, tak kusangka mereka malah berkelahi. kataku menjelaskan.
" Iya, nggak papa. kamu ngga ada salah sama sekali.berhenti minta maaf padaku, malahan aku yang selalu merepotkanmu.
" Jadi bagaimana dengan kehamilanmu Han? kataku sambil melirik ke arah perutnya yang sedikit membesar.
" Entahlah...aku tak tahu lagi harus bagaimana, aku tak tahu harus bercerita dengan siapa. makanya tadi aku memberanikan diri untuk menelfonmu dan datang kesini.
" Ya sudah...tenangkan dulu perasaanmu. aku janji bakalan bantu sebisaku. nanti aku akan cari cari info mengenai keberadaan Riko saat ini. kamu harus fokus dengan kesehatanmu juga kesehatan janin yang sedang kamu kandung.
Kulihat Hana kembali menangis terisak, sangat terlihat dia begitu terpukul atas masalah yang sedang di hadapinya saat ini.
__ADS_1