
...AUTHOR POV...
Malam itu seorang pria
“Kamu mabuk lagi?” tanyanya khawatir.
“Cuma minum dikit doang, Mom,” jawab Devan.
Wanita itu duduk di samping Devan. “Ada yang mau Mommy omongin.”
“Apa?”
“Kakek minta kita sekeluarga kumpul di aula besok.”
“Aula rumah ini?”
“Iya.”
“Gak bisa Mom, besok aku harus balik ke Bandung. Banyak banget kerjaan yang harus aku beresin.”
“Lupain dulu semua pekerjaan kamu! Pertemuan besok itu jauh lebih penting.”
“Emangnya besok mau ngomongin apa sih, Mom?”
“Soal pewaris.”
“Udah ditentuin kah?”
“Mommy juga gak tau, intinya besok kamu harus dateng ke aula jam delapan pagi.”
Devan mengangguk. “Iya Mom.”
Bangkit dari tempat
Keesokan harinya.
Keluarga itu sarapan bersama di sebuah meja makan yang berukuran sangat besar. Mereka tampak begitu gelisah dan canggung satu sama lain, terkecuali Lucas. Lucas adalah pria yang seusia dengan Devan, dia adalah sepupu sekaligus rival terbesarnya. Sikapnya selalu tenang kapan pun dan di mana pun.
__ADS_1
“Pukul sembilan kalian semua harus sudah berkumpul di Aula,” ucap seorang pria tua yang duduk di kursi paling mewah yang ada di meja makan itu.
Pria tua itu bernama Erick Edward Julius. Dia adalah pendiri perusahaan, dan tentunya dia juga yang membawa nama keluarga Julius pada kejayaan.
“Iya Kakek,” jawab Lucas.
Trang--
Pria tua itu menjatuhkan sendok ke atas piring dengan kasar. “Aku kembali ke ruanganku dulu,” ucapnya lalu pergi.
“Kira-kira siapa ya yang Kakek pilih sebagai pewaris utamanya?” tanya Lucas dengan nada penuh percaya diri.
“Kita lihat saja nanti,” jawab Devan dingin.
“Kalau aku yang memenangkannya bagaimana?”
Devan malas berdebat di tempat ini dan lebih memilih pergi. “Aku ada urusan mendadak, permisi,” ucapnya lalu pergi.
Devan menaiki lift menuju ke lantai tiga. Langkahnya mengarah ke balkon yang ada di sayap kiri rumah mewah itu. Rumah bergaya eropa ini adalah rumah milik keluarga Julius, luasnya sekitar tiga hektar, dilengkapi berbagai fasilitas khusus, dan punya empat lantai.
Balkon ini adalah tempat favorite Devan. Pria itu selalu menghabiskan banyak waktunya di tempat ini.
Kira-kira siapa yang akan Kakek pilih?
Hidupku bisa hancur kalau sampai Lucas yang menjadi pewaris utamanya.
Mommy pasti akan menganggap aku sebagai anak yang gagal.
Aku benci hidupku.’
.........
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Semua anggota keluarga inti bergegas memasuki aula di rumah itu.
Pihak Devan terdiri dari :
Devan,
Ibunya,
__ADS_1
dan, Ayahnya.
Sementara pihak.”
Suasana di aula itu seketika menjadi sangat sunyi dan dingin. Jantung semua orang sedang berdegup tidak karuan sembari harap-harap cemas.
...‘SURAT WASIAT...
...Pada hari ini..............
..............
...................
..................
...1.Menegaskan bahwa saya, Erick Edward Julius adalah pemilik yang sah atas harta kekayaan di bawah ini :...
.............
...................
.............................
...Yang memenuhi syarat akan dipilih sebagai pewaris dari semua harga kekayaan yang saya miliki....
...Syaratnya adalah :...
...Cucu yang lebih dahulu bisa memberikan cicit laki-laki, maka dia akan menjadi pewaris dari seluruh harta kekayaan yang saya miliki....
...Untuk melaksanakan wasiat ini, saya menitipkan surat wasiat ini kepada notaris....................
.......................
...Terimakasih.’...
Tentu saja semua orang yang ada di sana menjadi sangat terkejut dengan syarat yang Erick berikan. Pasalnya kedua calon pewaris itu bahkan belum pernah menikah. Dan tentunya jenis kelamin anak bukanlah hal yang mudah untuk di atur bahkan oleh medis sekalipun.
__ADS_1