LIKE A DANDELIONS (Proses Revisi)

LIKE A DANDELIONS (Proses Revisi)
BAB 32 : PEMILIHAN PEWARIS #2


__ADS_3

Sebelum mulai ke BAB 32 nya, aku mau ngenalin dulu beberapa karakter baru biar kalian bacanya gak bingung.


1.       Ruby : Wanita ini adalah Ibu


 “Ini adalah kabar yang sangat bagus. Lihatlah Devan, sepupumu Lucas berada satu langkah di depanmu. Tinggal kita lihat saja dua bulan lagi, apa jenis kelamin anaknya laki-laki atau bukan.”


Ruby meremas dress panjang yang dikenakannya. Emosinya melonjak saat mendengar ucapan ayahnya barusan. Dia ingin mengamuk sejadi-jadinya, tapi hal itu mustahil ia lakukan di ruangan ini.


“Aku masih punya banyak urusan lain. Lagi pula pertemuan ini sudah cukup kan? Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan. Aku pergi dulu,” ucap Erick sembari bangkit dari tempat duduknya.


“Iya Ayah,” jawab Ruby dah Shamia bersamaan.


Erick pun berjalan pergi meninggalkan ruangan Aula itu.


“Temui Mommy di kamar sekarang juga!” perintah Ruby pada Devan.


“Iya Mom,” jawab Devan.


Ruby menatap tajam ke arah Lucas, tatapan itu membuat Shamia jadi tidak nyaman.


“Kenapa Kakak menatap puteraku seperti itu?” tanya Shamia.


“Tidak apa-apa,” jawab Ruby sembari pergi meninggalkan ruangan itu.


Harris merangkul pundak puteranya, dia tahu kalau Devan saat ini sedang merasa sangat tertekan. “Apapun yang diucapkan oleh Mommy mu nanti, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya. Lagi pula dia memang seperti itu kan dari dulu? Seperti apapun sikapnya, sebenarnya itu karena dia sangat menyayangimu,” ucap Harris guna menenangkan puteranya itu.

__ADS_1


“Menyayangiku? Hah! Mommy hanya menyayangi harta keluarga ini. Semuanya hanya dia lakukan untuk kepentingan dirinya sendiri.”


“Jangan berbicara buruk tentang Ibumu sendiri! Lagi pula apa yang Om Harris katakan tadi itu pasti benar,” Lucas.


“LU BILANG BENER? EMANGNYA LU TAU APA HAH?! LAGIAN LU PASTI SENENG KAN KARENA LU ADA SELANGKAH DI DEPAN GUE. GAK USAH MUNAFIK DAN PURA-PURA BAIK!” bentak Devan.


“Sikapmu sama buruknya dengan Kak Ruby. Andai saja gen Harris ada lebih banyak di tubuhmu, pasti kamu bisa jadi anak yang baik,” ucap Shamia lalu pergi.


“Permisi.” Lucas mengikuti ibunya dari belakang.


“Ayo kita temui Mommy mu sekarang, dia pasti sudah menunggu,” ajak Harris.


“Iya, Dad.” Devan mengangguk lalu berjalan mengikuti ayahnya menuju ke kamar Ruby.


.........


Tokk--


Tokk--


Klaakk--


Harris membuka pintu kamar itu, terlihat di dalam sudah ada Ruby yang berdiri di depan cermin menunggu kedatangan mereka.


Devan dan Harris berjalan menghampiri Ruby.

__ADS_1


“A- ada apa, Mom?” tanya Devan gugup.


“Mommy tidak mau tau, kamu harus segera mempunyai anak laki-laki!” jawab Ruby dingin.


Devan menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia menjawab ucapan ibunya itu. “Mommy kira itu mudah? Bahkan jika aku menikah sekarang, belum tentu isteriku nanti bisa langsung hamil. Dan jika hamil pun, belum tentu anaknya laki-laki.”


“HAMILI SIAPA SAJA! KAU TIDAK PERLU HANYA TERPAKU HANYA PADA SATU WANITA.”


Harris dan Devan terkejut saat mendengar hal yang di ucapkan oleh Ruby barusan.


“Apa-apaan kau ini? Bisa-bisanya kamu menyuruh anak kita untuk melakukan hal gila seperti itu! Aku tidak akan pernah setuju dengan ide gila itu.” untuk pertama kalinya Harris berani menentang sang istri.


“KALAU CARA GILA BISA MEMBUAT KITA


“Iya, Dad.” Devan mengangguk.


Bersyambuuung ~ :v


...Visual



...


 

__ADS_1



__ADS_2