
Gadis itu kabur lagi dariku.
Lari lah. Lari sejauh mungkin. Lari sampai kau kehabisan tenaga. Aku bahkan tidak perlu berlari untuk bisa menangkapmu.
Xavier lagi-lagi memberiku tugas yang merepotkan dan melelahkan. Bekerja sama dengan gadis Orient yang tidak mau diajak bekerja sama untuk menemukan seorang Putri yang sudah menghilang sejak lebih dari dua puluh tahun yang lalu hanya bermodalkan jepit rambut Sang Putri.
Tapi jika Yang Mulia sudah menitahkan, maka aku, Si Anjing harus menurutinya.
Lagi pula ini demi Elle. Demi keluargaku. Demi kerajaan ini. Demi bangsa ini. Demi seluruh rakyat Nordhalbinsel. Tidak ku sangka nasib jutaan rakyat kami bergantung pada keberhasilanku mengajak seorang gadis untuk dapat bekerja sama denganku. Aku ingin menertawai ironi itu. Elle sudah menertawakan ironi itu.
"Kupikir itu memang keahlianmu. Bukannya kau hanya perlu mengedipkan sebelah matamu untuk membuat seorang gadis bertekuk lutut padamu?" Katanya saat aku menceritakan apa yang Xavier tugaskan padaku.
Masalahnya, aku bahkan tidak sempat berkedip dan gadis itu sudah menghilang dari pandanganku seperti kelinci yang kabur dari serigala.
Aku sudah melakukan semua upaya terbaikku untuknya. Aku memberinya kehormatan untuk menjadi pengawal Ratu, pekerjaan yang diinginkan oleh semua ksatria wanita di Montreux. Dua puluh tiga tahun kerajaan kami tidak memiliki seorang Ratu, dan selama itu, ksatria wanita dipandang sebelah mata. Tapi kini semenjak Elle menjadi Ratu tunggal, semua ksatria wanita berbondong-bondong mengajukan diri menjadi pengawal Ratu. Dan aku, dengan segala kemurahan hatiku, secara pribadi meminta Jenderal Arianne untuk menjadikan Honey Welsh beserta satu orang teman terdekatnya sebagai pengawal Ratu. Aku sengaja merekrut temannya juga agar dia tidak merasa terasingkan karena dia jelas tidak terlihat seperti orang Nordhalbinsel.
Aku juga meminta Elle untuk menyediakan kamar dengan tempat tidur yang nyaman, makanan enak dan berlimpah, gaji yang besar, serta jam kerja yang tidak terlalu padat dan cuti yang dapat diajukan kapan pun. Semua itu sebenarnya khusus untuk gadis itu saja, tapi aku tidak mau terlihat sedang mengistimewakannya khawatir orang-orang jadi membencinya, jadi aku meminta semua hal itu berlaku untuk semua pengawal Ratu. Paling tidak seharusnya dia menghampiriku dengan sukarela dan mengatakan, "Terima kasih banyak Jenderal, apa yang bisa saya lakukan untuk Anda?" dan aku tentu akan berlaku sopan padanya, bukannya mengejarnya seperti serigala lapar yang sedang mengejar buruannya.
Aku tahu dia adalah orang yang tepat untuk tugas ini. Seperti kata Xavier, dia menguasai berbagai bahasa dan dia berasal dari Orient. Paling tidak dia tahu banyak tentang negara asalnya. Tapi bukan hanya itu, aku curiga dia benar-benar tahu tentang Putri Seo-Hwa.
Saat pertama kali aku bertemu dengannya dan menawarkan kerja sama, dia segera menolak begitu mendengar nama Putri Seo-Hwa disebut. Seolah itu nama keramat yang tidak boleh disebut.
"Untuk apa Anda mencari Putri itu?" Tanyanya. Saat itu dia belum menjadi pengawal Ratu dan aku menemuinya di Kastil Montreux. Aku harus mengakui kemampuan bahasanya luar biasa. Dia jelas terlihat seperti orang Orient, tapi dia dapat bicara bahasa Nordhalbinsel lengkap dengan logat kami seolah dia orang utara tulen.
"Aku tidak bisa mengatakannya padamu sebelum kau menyatakan bersedia untuk membantuku. Rahasia negara."
"Kalau begitu saya harus menolak ajakan Anda. Cari saja orang lain. Saya tidak dapat membantu Anda. Selamat tinggal."
Dasar gadis Orient sombong!
Aku hanya perlu berteleportasi. Terkadang orang-orang lupa kalau aku juga anak dari Lilithier Grimoire. Aku juga bisa sihir. Sedikit. Tapi aku hanya butuh sihir teleportasi, jadi hanya itu yang kugunakan selama ini.
Aku melangkah sekali dan aku sudah berada di hadapan gadis itu. Dia tampak terkejut seolah baru melihat hantu. Padahal dia sudah pernah melihatku dalam wujudku yang lain tapi dia tidak setakut ini. Beberapa hari ini aku memang terus mengejarnya bersama pasukan serigalaku. Dia selalu pandai kabur dan bersembunyi.
Aku maju perlahan, dia mundur menjauh. Dia terus melangkah mundur hingga punggungnya menabrak dinding di belakangnya. Aku tidak bermaksud menakutinya, sungguh. Aku tidak suka menggunakan cara ini. Aku tidak suka memaksa seorang gadis untuk mengikuti kemauanku. Itu sama sekali tindakan tidak pantas dan kami para pria utara lebih tahu sopan santun dari siapa pun. Bisa dibilang kami belajar sopan santun terlebih dahulu sebelum mulai belajar bicara. Tapi semua akan kulakukan demi negeri ini, meski dengan cara yang kurang baik.
Aku meletakkan kedua tanganku pada dinding, menciptakan barikade agar dia tidak bisa kabur lagi.
"Kau harus ikut denganku." Kataku dengan penekanan di setiap kata. Kali ini aku tidak akan memohon lagi. Aku sudah cukup memohon padanya dengan baik-baik tapi dia menolak. Aku kehabisan cara dan mulai kehabisan waktu. Aku terpaksa memaksanya.
Anehnya, dia tidak tampak takut lagi. Sorot matanya penuh tekad. Matanya berkilat-kilat marah dan aku hampir mundur karenanya. "Saya sudah bilang berkali-kali! Saya tidak mau!"
__ADS_1
"Kau tidak dalam posisi bisa menolak, Nona Welsh."
"Ini tindakan tidak sopan pada salah satu pengawal Ratu! Saya akan melaporkannya."
Aku tidak bisa menahan tawaku. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu padaku. Padahal aku yang memberinya pekerjaan ini. Memangnya dia pikir dia bisa melapor pada siapa? "Kau mungkin lupa, jadi biar kuingatkan lagi, aku adalah saudara kembarnya Ratu."
Dia diam. Sadar kalau dia sudah kalah. Tapi kemudian aku mendengar suara langkah kaki mendekat. Aku menoleh untuk melihat siapa yang datang.
"Apa aku menginterupsi sesuatu?" Itu Si Singa dari Selatan. Seharusnya aku tahu dia akan berkeliaran seperti ini. Benar juga. Aku harusnya mempersiapkan keberangkatannya ke kediaman Elle.
Tapi sebelum aku bisa menjawabnya, sebelum aku kembali fokus pada gadis itu, tanganku dicengkeram dengan sangat kuat. Aku tidak tahu dari mana asalnya kekuatan itu padahal tubuhnya sangat kecil. Hal berikutnya yang kutahu, tanganku terpuntir dan aku jatuh ke lantai. Si kelinci berhasil menjatuhkan serigala.
Senyumnya mengejekku. Ujung lututnya menahan tubuhku tetap di lantai. Sakitnya luar biasa, tapi aku tidak bisa melawannya. Aneh, padahal aku harusnya bisa menyingkirkannya dengan mudah. Bukan tidak bisa, aku menyadari, aku tidak mau melawannya. Untuk kali ini saja kubiarkan dia menang. Dia kelihatan puas karena berhasil menjatuhkanku.
"Terima kasih Tuan, tapi Anda tidak perlu—“ kata-katanya terhenti saat dia melihat Leon. "Demi Naga..." dia menutup mulutnya dengan kedua tangan, terkesiap. Pupil matanya melebar. Dia buru-buru bangkit dan aku terbebas.
Aku memperhatikan Honey Welsh yang masih terpaku pada Leon.
"Lebih tampan dari yang ada di lukisan..." dia bergumam. Aku menahan tawa. Oh, bagus. Satu lagi penggemar Sang Singa dari Selatan. Orang ini benar-benar terkenal dimana-mana. Aku harus segera menyembunyikannya. Bisa gawat kalau Elle terlibat skandal karena keberadaannya.
"Maaf?" Leon mengernyit. "Dia mengganggumu?" Tanyanya kemudian.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Leon lagi.
Tapi tepat saat Leon menanyakan itu, Honey Welsh sudah berlari cepat meninggalkan kami. Aku bersiap untuk berteleportasi lagi, tapi kemudian aku teringat pada tugas dari Elle. Aku harus segera mempersiapkan keberangkatan Leon ke rumahnya. Nanti saja kukejar si kelinci gesit itu.
"Dia kenapa?" Tanya Leon padaku.
"Kau yang kenapa! Dia Honey Welsh. Gadis Orient yang kata Xavier mungkin tahu sesuatu tentang keberadaan Putri Seo-Hwa. Aku memintanya untuk ikut ke dalam timku untuk mencari Putri yang menghilang itu. Padahal aku akhirnya dapat bertemu dengannya setelah berhari-hari dia terus menghindariku. Tapi kau malah—" Tenang. Aku harus tenang. Tidak ada gunanya aku melampiaskan kekesalanku karena buruanku pergi setelah melihat Si Singa. Masih ada lain waktu untuk berburu. "Sudah lah!"
...****************...
Hari masih terlalu pagi dan aku sudah sangat sibuk.
Setelah mengirim Leon ke kediaman Elle, aku kembali ke markas Pasukan Serigala di puncak gunung Elbrus. Kini jumlah mereka ada lebih dari dua ratus. Dan ayah sudah mempercayakanku untuk memimpin mereka semua.
Dulu, hanya keturunan Winterthur yang diperbolehkan menggunakan kekuatan kami untuk berubah menjadi Serigala dan berburu. Kekuatan satu serigala Winterthur setara dengan sepuluh manusia. Kami cepat dan mematikan, dan saat kami dalam wujud serigala, kami lebih tidak manusiawi. Kami tidak akan ragu membunuh musuh kami. Kami memburu penyihir hitam atau siapa pun yang Raja kami inginkan. Dengan kata lain, kami ini anjing pemburunya Raja. Kami setia pada Raja. Tapi semenjak Raja Vlad, ayahnya Xavier, memberikan hukuman mati pada seluruh Klan Winterthur kecuali keluarga kecil Wolfgang Winterthur, kami kekurangan anggota. Hanya ayah dan aku yang mewarisi kekuatan itu. Kekuatan atau kutukan, sama saja.
Saat ayahku menjadi Jenderal, beliau membagi-bagi kekuatannya pada siapa saja yang bersedia mengabdi untuk Raja. Di bawah kepemimpinan ayahku, banyak yang ingin mendapatkan kekuatan setara sepuluh manusia. Menjadi tidak terkalahkan. Menjadi sepertiku dan ayahku. Mereka hanya perlu melakukan sumpah darah untuk selalu patuh pada Raja. Dan setiap sebulan sekali pada malam hari, kami akan berubah menjadi serigala sepanjang malam. Insting hewan kami bangkit dan benar-benar kehilangan sifat kemanusiaan kami. Kami akan dilepas untuk berburu penyihir hitam di wilayah perbatasan. Jika pada malam-malam itu ada seorang manusia yang berkeliaran di tempat kami berburu, betapa tidak beruntungnya orang itu, dia akan tewas seketika. Itulah sebabnya Raja melarang siapa pun berkeliaran di wilayah perbatasan pada malam kami berubah menjadi binatang sepenuhnya.
Kami memakan manusia, tentu saja. Bukan hanya manusia, tapi juga hewan, bahkan kalau pun monster purba ada di hadapan kami, kami mungkin akan memakannya. Kami memakan apa pun yang lewat di depan mata. Kami tidak selalu lapar dan bahkan bisa menahan lapar selama berbulan-bulan setelah malam perburuan. Tapi saat tiba waktunya berburu, akan sulit untuk mengendalikan diri sendiri.
__ADS_1
Yang sulit adalah melatih para serigala muda—mereka yang baru-baru ini menyatakan sumpahnya. Mereka masih belum terbiasa dan selalu merasa lapar. Dan aku mau tak mau harus melatih mereka mengendalikan diri mereka sendiri.
Saat aku tiba di puncak Elbrus, aku sudah berada dalam wujud serigala. Bulu seputih salju milikku benar-benar ampuh menghalau udara dingin Elbrus yang normalnya dapat membekukan manusia. Para Serigala yang sudah lebih berpengalaman dan sudah bisa mengendalikan rasa lapar mereka ditempatkan di salah satu kediaman Winterthur. Tapi yang ada di puncak Elbrus, jauh dari peradaban manusia, adalah para Serigala muda. Mereka semua sudah berkumpul. Usia mereka semua lebih muda dariku. Yang termuda masih sebelas tahun, si kecil Demyan. Dia memiliki bulu berwarna krem sewarna dengan matanya. Dan dia paling tidak bisa diam. Berlari ke sana kemari dan berguling-guling di atas salju seperti anak anjing.
Diam!
Serentak mereka semua diam di tempat begitu mendengar perintahku di kepala mereka. Benar. Mereka semua akan menuruti perintahku. Akulah pemimpin mereka.
Jenderal, kapan kami boleh berburu lagi?
Benar. Ayo berburu. Kami lapar.
Ayo pergi ke Schiereiland dan mencari camilan di sana.
Astaga anak-anak ini! Bisa gawat kalau mereka sampai pergi ke Schiereiland.
Jenderal, kami dengar senior-senior kami pergi berburu beberapa hari terakhir ini. Kenapa kami tidak diajak?
Senior-senior mereka maksudnya adalah para serigala yang sudah lebih dewasa dan sudah dapat mengontrol diri mereka sendiri sehingga tidak akan sembarang makan orang. Lagi pula aku mengajak mereka untuk mengejar Honey Welsh. Bukan untuk makan.
Belum saatnya. Jawabku, singkat.
Bagaimana dengan jepit rambut itu? Apakah kita akan mencari pemiliknya?
Si kecil Demyan yang selalu penasaran dan selalu bersemangat itu bertanya tentang jepit rambut Putri Seo-Hwa. Tapi bahkan aku sendiri kesulitan melacaknya. Usia jepit rambut itu sudah tahunan. Aroma Putri Seo-Hwa yang masih tertinggal di jepit rambut itu sudah tertutup oleh aroma-aroma lain. Jepit itu pernah dijual di sebuah pasar di Orient. Pasar barang antik murahan di pinggir kota untuk para turis. Xavier yang saat itu sedang berkunjung ke Orient, seperti kebiasaannya, iseng pergi ke daerah pinggiran. Di sana lah dia menemukan jepit rambut itu dan merasa tertarik membelinya. Harus kuakui jepit rambut itu memang indah, pengrajin perhiasan di negara kami niscaya tidak akan ada yang bisa meniru karya tersebut. Dia awalnya berniat membeli jepit rambut itu untuk Elle sebagai oleh-oleh. Bukan untuk dikenakan oleh Elle, tapi untuk koleksi barang antik di rumahnya. Elle menyukai barang-barang aneh seperti itu, ada banyak di rumahnya. Tapi kemudian Elle yang serba tahu mengatakan bahwa jepit rambut itu seharusnya seharga salah satu rumah kami. Jepit rambut itu milik anggota keluarga kekaisaran, terbuat dari emas murni dan bertakhtakan berlian serta lima permata langka yang mengisi tiap kelopak bunga di ujungnya. Dan sejak itulah kami tahu bahwa jepit rambut itu milik Putri Seo-Hwa yang menghilang.
Mungkin karena sudah lama di pasar, mungkin juga pernah dibeli oleh orang lain kemudian dijual kembali, ada banyak aroma yang tercampur dalam jepit rambut itu. Jadi belakangan ini aku menyerahkan jepit rambut itu pada Elle. Dengan sihirnya, dia bisa menemukan aroma milik Putri Seo-Hwa dan menghilangkan aroma lainnya agar aku dan para serigala dapat melacaknya. Segera setelah aku selesai dengan pelatihan para serigala di Elbrus, aku akan menagih jepit itu pada Elle. Meski aku yakin Elle belum menyelesaikan tugasnya karena dia sedang sangat sibuk. Terlebih karena sekarang dia harus mengajarkan sihir pada Leon dan menyambut rombongan Pangeran Yi.
Aku juga harus menagihkan jawaban pada Jenderal Arianne terkait dukungannya untuk mendatangkan pasukannya ke Noord jika pasukan Pangeran Yi benar-benar datang untuk menyerang. Aku mengerti Montreux masih kesulitan akibat serangan wabah beberapa waktu lalu. Dan Arianne kehilangan beberapa gadisnya karena mereka memilih untuk mengabdi sebagai Pengawal Ratu. Tapi kami membutuhkannya di Noord. Pasukanku dan Tyros saja tidak akan cukup untuk mengatasi Pangeran Yi dan pasukannya.
Mungkin aku sebaiknya pergi ke Montreux terlebih dahulu sebelum acara makan malam bersama Elle dan Leon malam ini. Banyak sekali yang harus kulakukan. Aku harus meminta bayaran lebih pada Xavier untuk ini.
Jenderal? Demyan membuyarkan lamunanku.
Ya, Demyan?
Jepit rambutnya. Apakah kita akan melacak pemiliknya?
Tentu saja. Segera. Kita akan mencarinya hingga ke ujung dunia kalau perlu.
...****************...
__ADS_1