Love Maze

Love Maze
EP 1 : WELCOME TO MY HELL


__ADS_3

Suara hiruk pikuk keramaian dalam club malam berkelas itu sudah menjadi hal yang biasa bagi seorang Jordan Keizaro, seorang ketua dari kelompok laki laki dari kelas atas yang memiliki kesukaan dalam melakukan hal hal kriminal dan semacamnya yang bersifat hedonisme.


Jordan Keizaro, jika bertemu dengannya alangkah baiknya untuk tidak mencari masalah dengan laki laki yang satu itu, Jordan bisa melakukan apa saja yang bahkan tidak bisa orang pikirkan hanya demi kesenangannya sendiri.


"Hei, Kei." seorang laki laki menepuk bahu Jordan, memposisikan dirinya duduk tepat disamping Jordan Keizaro, "Malam ini kau mau menghabiskan waktu dengan perempuan mana?"


Jordan yang ditanyai tidak begitu fokus untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, fokus Jordan berada pada setiap wanita yang melenggak-lenggok lewat di depannya dengan pakaian pakaian seksi mereka.


"Kei, bagaimana kalau malam ini kita bermain dengan pacar baru Dareen, kau ingat kan wanita seksi Minggu lalu yang ia bawa ke apartemennya?"


Jordan berdecak lantaran sahabatnya itu masih saja mengganggunya yang tengah sibuk mencari mangsa barunya, "Kau saja, melihat wanita itu saja aku tidak berselera, dia bukan tipe ku."


"Terserah kepada mu Kei, bersenang senanglah sendirian!"


Jordan mendengus, ia melirik sahabatnya yang melangkah pergi meninggalkannya, Jordan sebenarnya tahu mengapa Julian mengajaknya untuk melakukan hal itu, semua karena 'bosan', yang Julian maksud bukan sekedar melakukan sex namun juga menghibur diri melihat wanita yang mereka gunakan bersama tersiksa, menangis, menjerit tidak berdaya. Seperti sebelum sebelumnya yang pernah mereka lakukan.


Namun Jordan saat ini sedang tidak bersemangat untuk melakukan itu, Jordan sedang tidak dalam kondisi mau mendengar tangisan tangisan memuakan malam ini.


Pandangan Jordan teralih kan kepada segerombolan laki laki yang mengerubungi panggung yang ada disana, di atas panggung tersebut terdapat wanita tengah menari nari dengan seksual, sialnya Jordan merasa tertarik untuk datang ke sana dan melihat wanita itu meliuk liukan tubuhnya melakukan gerakan pole dance.


Jordan paling anti untuk menghampiri wanita lebih dulu namun entah kenapa wanita yang satu itu begitu memancingnya untuk mendekat, Jordan membuang segala rasa gengsinya dan melangkah mendekat, ia ingin melihat wanita itu bergerak lihai dengan jelas.


Sesampainya Jordan disana, beberapa orang yang menyadari kehadirannya dengan cekatan menyingkir, memberi jalan bagi Jordan untuk melangkah semakin mendekat.

__ADS_1


Jordan mengernyitkan alisnya ketika ia melihat wanita itu melirik kearahnya, dengan sengaja bergerak semakin sensual, dan entah kenapa itu membuat Jordan merasa sesak begitu saja. Gerakan wanita itu seolah olah slow motion di hadapannya, membuat apel adamnya bergerak naik turun setiap kali ia menenggak air liurnya sendiri.



Jordan menjadi berkhayal bagaimana jadinya jika wanita itu menari nari diatasnya, tanpa sehelai pakaian tentu saja.


Jordan menggeram ketika ia merasakan dibawah sana kebanggaannya sudah mengeras, hanya dengan melihat wanita itu menari saja Jordan sudah seperti ini bagaimana jadinya jika Jordan bisa menghabiskan malamnya dengan wanita itu, pasti semuanya akan terasa luar biasa.


***


"Kau benar benar tidak mau pulang bersama ku?" laki laki berambut merah itu menatap jengkel wanita dihadapannya, "Aku punya mobil mewah dan aku bisa membayar mahal dirimu, kau harusnya bersyukur laki laki seperti ku tertarik kepada pelacur murahan seperti dirimu!"


Wanita yang menjadi objek kekesalan itu hanya berdecih, "Aku memanglah pelacur, tapi aku bukan pelacur murahan. Tidak mudah untuk bisa tidur dengan ku, laki laki semacam dirimu tidak akan bisa membayar ku!"


Wanita itu tertawa, ia menatap laki laki dihadapannya dengan tatapan meremehkan, "Aku ini Elora.. aku tidak menerima uang sedikit itu."


"Bagaimana kalau 1 miliyar?"


Wanita yang menyebut nyebut dirinya sebagai Elora itu terkejut, ia terkejut lantaran bukan laki laki di depannya yang menawarkannya sejumlah uang yang jumlahnya tidak sedikit itu, melainkan sesosok laki laki yang berdiri tak jauh dibelakang Elora sembari melipat tangannya di depan dada, menatap Elora dengan pandangan sombongnya.


"1 miliyar untuk satu malam, bagaimana?" laki laki itu kembali bertanya, pertanyaannya itu mengundang sebuah senyum dari Elora.


"Deal."

__ADS_1


"He-Hei! Kau seharusnya pergi bersama ku bukan laki laki itu!" si laki laki berambut merah itu kembali berteriak tidak terima, ia sudah susah payah bernegosiasi tapi kenapa justru laki laki lain yang bisa menghabiskan malam dengan Elora?


Elora lagi lagi berdecih, namun ia segera merubah ekspresinya, tersenyum dan mengedipkan matanya nakal. "Mungkin lain kali, kau bisa menabung hingga saatnya tiba, uang mu tidak cukup banyak untuk membuat ku tertarik."


Elora berbalik, tersenyum manis kepada laki laki yang menawarkannya uang 1 miliyar tersebut, "Siapa nama mu?"


"Kau tidak tahu aku? Mustahil, semua orang disini tahu siapa aku."


Elora tertawa mendengar jawaban laki laki itu, "Semua orang disini juga tahu siapa aku, kita sama sama famous namun tidak saling mengenal, siapa nama mu, bagaimana pun kita akan menghabiskan malam bersama tidak mungkin kan saat kita menari nari diranjang nanti aku justru menyebut nama orang lain."


Laki laki itu tertawa kecil, "Perkenal kan, aku Jordan Keizaro. Putra bungsu dari Zaro Gerdinant, pemilik Zaro Corporation."


Elora yang awalnya tersenyum mendadak beku, senyuman di bibirnya luntur setelah mendengar nama dari laki laki dihadapannya itu. Sejenak kenangan masa lalu melintas di benaknya, namun Elora dengan sigap kembali tersenyum seolah tidak terjadi apa apa. "Panggil saja aku Elora, senang bertemu dengan mu."


Lagi..


Senang bertemu dengan mu lagi Jordan Keizaro.


Sudah 10 tahun lamanya, kau melupakan ku, wanita yang dulu kau rusak bersama dengan teman teman **** mu.


Selamat datang di neraka ku.


***

__ADS_1


__ADS_2