
Dari atas balkon kamarnya, Sally memandang kebawah. Terlihat Zean dan Reva saling bercanda satu sama lain.
Hubungan mereka membuat Sally sedikit merasa iri, tapi Sally yang sekarang sudah memutuskan untuk membuang perasaannya yang berlebih terhadap Zean.
Ya seharusnya memang begini, sudah saatnya semuanya kembali ke awal lagi, " Sally berkata dalam hati ".
***
Hari ini adalah hari ulang tahun Zean.
Sally dan Reva sepakat membuat kejutan untuk Zean. Mereka berdua mulai mendekor ruangan, menghiasai kue ultah, serta memasak makan malam special untuk Zean.
Hampir lima jam mereka berdua menyiapkannya.
Huff..., akhirnya selesai juga, aku lelah sekali, " ucap Sally ".
Reva memberikan segelas air dingin untuk Sally.
Mereka berdua duduk bersama dan saling bercerita. Saat itu Sally bertanya pada Reva, bagaimana sampai Reva bisa menjadi kekasih Zean.
Flashback :
Reva dan Zean bertemu di Inggris, mereka berdua kuliah di satu universitas yang sama tetapi berbeda fakultas.
Awal mula kedekatan mereka, karena Reva dan Zean sering bertemu di perpustakaan, dari situlah mereka saling berkenalan dan menjadi akrab.
Reva mengatakan pada Sally kalau dialah yang pertama mengungkapkan perasaannya pada Zean.
Awalnya dia berpikir Zean akan menolaknya, tapi tidak demikian. Reva pernah bertanya pada Zean kenapa mau menerimanya menjadi kekasihnya, saat itu Zean mengatakan karena sifat Reva mengingatkan dia pada adik kecilnya.
Ada sedikit rasa cemburu, tapi yang terpenting bagi Reva, bisa bersama Zean sudah cukup untuknya.
Di sana Zean mempunyai teman baik bernama Aaron Lewis.
Zean yang mengenalkan Aaron pada Reva.
__ADS_1
Mereka bertiga sering bersama setiap waktu dan Revapun juga semakin akrab dengan Aaron.
Dari situlah hubungan Reva dan Zean semakin memburuk. Saat itu karena sesuatu dan lain hal, Reva menyakiti hati Zean, padahal Zean mulai benar-benar menyayanginya. Walaupun begitu Zean masih bisa memaafkan kesalahan Reva, tapi karena rasa bersalahnya pada Zean, Reva mengambil cuti kuliah untuk menenangkan diri. Saat itu Zean berhasil menyelesaikan studinya dan kembali ke sini, sebelum dia pergi, dia berpesan pada Reva untuk segera menyelesaikan kuliahnya dan setelah itu mereka akan menikah.
Aku terlalu lama bercerita. Maaf Sally aku tak bisa memberitahumu lebih banyak lagi, " ucap Reva ".
Reva bertanya balik pada Sally tentang hubungannya dengan Zean, dan Sally hanya menjawab dengan singkat.
Tidak ada cerita yang menarik, yang pastinya Zean adalah kakakku, " ucap Sally menjelaskannya ".
***
Malam itu Zean kembali ke rumah.
Zean merasa senang dengan kejutan yang diberikan Sally dan Reva, karena dia juga lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.
***
Zean meniup lilinnya lalu memotong kue ulang tahun itu. Terlihat Reva memejamkan kedua matanya sambil membuka mulutnya lebar-lebar berpikir Zean akan menyuapinya duluan.
Tutup mulutmu dulu, apa kamu tak bisa sabar Reva, " ucap Zean sambil memberikan potongan kue pertamanya pada Sally ".
Zean ini kado untukmu, " ucap Reva ".
Zean melihat ke arah Sally dan menanyakan dimana kado untuknya. Sally tersenyum lalu menyentuh pipi Zean.
Suamiku sayang, kadonya sudah aku siapkan, nanti akan aku berikan saat kita tidur, " ucap Sally menggoda Zean ".
Reva tak mengerti dengan ucapan Sally, dia bertanya pada Sally, hadiah seperti apa yang akan dia berikan pada Zean. Kenapa harus menunggu saat tidur baru hadiahnya diberikan. Pikiran Reva mulai kemana-mana. Dia mendesak Sally segera memberikan hadiahnya sekarang.
Mereka berdua beradu mulut lagi...
Reva baru berhenti dengan omelannya saat Sally melontarkan kata-kata pedas untuknya.
Walaupun aku dan kak Zean hanya berpura-pura menikah, tapi aku adalah istri sah dari Tuan
__ADS_1
Zean Gavriel Nero, kalau kamu memerlukan buktinya, aku bisa melemparkan buku nikahnya ke wajah kusam mu itu, " ucap Sally kesal ".
Zean menyuruh mereka berdua berhenti dan segera menyantap makanan yang sudah dihidangkan.
Maaf kak Zean, silahkan kalian berdua menikmati makan malam romantisnya, aku lelah, aku ingin istirahat.
Sally bergegas pergi, tapi Zean memegang tangan Sally.
Sally melepaskan genggaman tangan Zean lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
***
Sedari tadi Sally menahan airmatanya. Seharusnya dia senang tapi kenapa hatinya terasa sakit melihat kedekatan Zean dan Reva.
Sally duduk di atas balkon kamarnya sambil melihat kembali album foto pernikahannya dengan Zean.
Sally mulai mengenang lagi, saat itu dia selalu bersedih karena ingin menikah dengan Zean, tapi sekarang dia juga bersedih karena sebentar lagi akan bercerai.
***
Zean kembali ke kamarnya dan menagih kadonya pada Sally.
Istriku sayang, dimana kado nya, " goda Zean ".
Sally menatap Zean penuh kesedihan diwajahnya.
Sally melepaskan cincin nikah dari jari manisnya lalu memberikan sepasang cincin itu pada Zean.
Sally menjelaskan cincin yang Reva hilangkan, sudah dia temukan.
Maaf kak Zean, ini hadiah yang bisa aku berikan padamu, kamu seharusnya mengerti karena sekarang aku pengangguran, aku tak bisa membelikan mu hadiah yang mahal, " Sally sengaja mencairkan suasana ".
Zean tak mau menerima kado dari Sally.
Sally menjelaskan hanya ini hadiah yang bisa dia berikan pada Zean, dia akan mengembalikan semua yang seharusnya adalah milik Reva, termasuk Zean.
__ADS_1
Zean memeluk Sally.
Sally tak bisa lagi menahan air matanya dan menangis di pelukan Zean.