
Zean berjalan meninggalkan Sally yang sedang bersama Steve. Zean membenci dirinya yang sekarang, karena di pikirannya hanya selalu memikirkan tentang Sally, dia mulai bingung dengan perasaannya terhadap Sally. Semakin dia berpikir keras, dia tak menemukan jawabannya.
Zean mengirim pesan pada Sally, bahwa ada hal mendesak yang harus dia kerjakan sehingga dia harus pergi.
***
Zean pergi ke bar untuk melepaskan stresnya. Dia menghabiskan beberapa botol wine dan membuatnya mabuk.
Terlihat seorang wanita berjalan menghampiri Zean. Wanita itu mengetahui identitas Zean dan berniat untuk menggodanya.
Slamat malam Tuan Zean, mengapa anda minum sendirian, apa boleh aku menemanimu minum ?,
" ucap wanita itu sambil mengelus pipi Zean dengan tangannya ".
Zean menyuruh wanita itu pergi dan jangan mengganggunya, tapi dia tak mau mendengar ucapan Zean, sehingga dia mulai kesal.
Singkirkan tangan kotormu dari wajahku j*****,
" ucap Zean dengan kemarahan di wajahnya ".
Wanita itu sepertinya tak putus asa menggoda Zean.
Jangan marah Tuan Zean, aku bisa membuatmu senang jika kamu menginginkannya, " ucap wanita penggoda itu sambil menatap Zean ".
Zean memecahkan sebotol wine yang berada di depannya.
Jika kamu masih disini mengusik kesenanganku, aku tak akan segan melukis wajahmu dengan pecahan botol ini, " Zean mengancam ".
Wanita penggoda itu pergi meninggalkan Zean. Dia sakit hati dengan perlakuan Zean padanya, dia menyewa beberapa orang untuk memberi Zean pelajaran.
__ADS_1
***
Terlihat beberapa orang berbadan kekar dan seseorang diantara mereka ada yang memegang sebilah pisau.
Mereka menghampiri Zean dan membuat keributan dengannya. Terjadi pertengkaran yang sengit di anatara mereka. Walaupun Zean kalah jumlah dari mereka, tapi Zean berhasil mengalahkan mereka.
Pemilik bar itu mengenal siapa Zean, sehingga dia lebih memilih memohon pengampunan Zean dari pada harus berurusan dengan Zean, karena itu sama artinya dengan menyerahkan diri untuk mati.
***
Steve mengantar Sally sampai di pintu gerbang rumahnya. Disaat yang bersamaan Zean juga kembali ke rumah.
Zean memarkirkan mobilnya dari kejauhan, karena melihat Steve dan Sally disana.
Sebelum pergi, Steve memeluk Sally dengan erat, lalu mendekatkan dirinya pada Sally dan ingin mencium bibir indah Sally, tapi Sally memalingkan wajahnya.
Sally ".
Steve tersenyum lalu mencium kening Sally.
Aku akan menunggu, " ucap Steve ".
Sally menyuruh Steve kembali karena sudah larut, dia melambaikan tangannya pada Steve.
Saat itu Steve dan Sally tak menyadari kalau sedari tadi Zean sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.
Saat itu Zean berpikir Steve ingin mencium bibir Sally, dia tak sanggup melihatnya sehingga memalingkan wajahnya, dan salah pahampun terjadi.
***
__ADS_1
Sally berdiri di balkon kamarnya. Dia berpikir, kenapa dia menolak saat Steve ingin menciumnya, tapi berbeda saat Zean yang menciumnya, dia sangat menginginkannya lagi. Seharusnya dia begitu senang karena Steve telah kembali. Tapi kenapa hatinya merasakan sesuatu yang berbeda. Dia tak bisa mengartikan perasaannya saat ini.
***
Sally melihat Zean yang baru saja kembali. Zean memarkirkan mobilnya dihalaman rumah dan terdengar bunyi klakson mobil yang panjang.
Sally yang khawatir, berlari menghampiri Zean.
Dibukanya pintu mobil itu, dan menemukan Zean yang sedang mabuk. Dengan sedikit kesadaran yang masih dimiliki Zean, Sally memapah Zean berjalan menuju ke kamar. Dengan hati-hati Sally membaringkan Zean di atas ranjang.
Sally bertanya pada Zean apa yang terjadi tapi Zean tak menjawabnya. Sally mengambil kotak P3K berniat merawat luka lebam di tubuh Zean, tapi Zean mendorong tubuh Sally hingga dia terjatuh ke lantai.
Sally tak memperdulikan sikap Zean padanya.
Sally membuka satu demi satu kancing yang terkait di baju Zean. Dengan berhati-hati Sally mengoleskan obat pada luka Zean, agar Zean tak terlalu merasakan sakit.
Zean memandang Sally dengan kesedihan di wajahnya.
Apa kamu begitu senang saat pria itu menciummu ?, " ucap Zean memulai pembicaraan ".
Kak Zean, apa kamu berada di sana saat Steve mengantar ku pulang, " tanya Sally ".
Zean mengatakan pada Sally kalau dia melihat semuanya yang terjadi saat itu.
Sally mencoba menjelaskan bahwa saat itu tak terjadi sesuatu di antara dia dan Steve. Tapi Zean tak mempercayai ucapan Sally.
Tidurlah Sally, kamu tak perlu repot mengurusiku, aku bisa melakukannya sendiri, " perintah Zean ".
Sally tak menghiraukan perkataan Zean, dia terus merawat luka lebam di tubuh Zean.
__ADS_1