Love Maze

Love Maze
Masih Perawan


__ADS_3

Malam itu Steve membawa Sally ke rumahnya, karena dia berpikir Zean tak bisa menjaga Sally dengan baik. Kalau dia benar-benar mencintai Sally, dia tak mungkin membiarkan Sally seperti ini.


Steve memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Sally.


Dokter, bagaimana dengan kondisi Sally ? " tanya Steve panik ".


Dokter menjelaskan, Sally hanya terkena demam biasa, dan tak perlu khawatir, cukup istirahat dan minum obat yang teratur, kondisi Sally segera pulih.


***


Steve berbaring di samping Sally yang sedang tertidur. Dia terus menatap Sally lalu menyentuh bekas luka yang ada di bibirnya, dia tau bekas luka itu pasti Zean yang mengukirnya.


Sally, aku tau kamu membohongiku, tapi aku tak bisa membencimu, aku hanya ingin memilikimu, " ucap Steve lalu tertidur di samping Sally ".


***


Keesokan harinya...


Sally terbangun dari tidurnya yang lelap dan membuka matanya perlahan.


Dia terkejut melihat Steve tertidur di sampingnya.


Sally melihat pakaiannya, dia merasa bingung karena pakaian yang dia kenakan kemarin berbeda dengan yang dia kenakan sekarang.


Sally mulai menangis, karena dia berpikir semalam dia telah melakukannya dengan Steve.

__ADS_1


Suara tangisannya yang keras membangunkan Steve dari tidurnya.


Sayang, kenapa kamu menangis, sebaiknya kamu berhenti menangis, karena tangisanmu itu dapat di dengar orang sekelurahan, " ucap Steve dengan mata yang masih setengah terpejam ".


Kita belum menikah, tapi kenapa kamu berani melakukan ini padaku ?, " tanya Sally serius ".


Steve merasa senang mendengar ucapan Sally dan dia mulai menggodanya.


Dia mengatakan pada Sally, kalau dia akan bertanggungjawab, dan menyuruh Sally jangan terlalu banyak berpikir, karena hal seperti ini wajar di lakukan sepasang kekasih yang sudah dewasa.


Steve membuka bajunya lalu mendekati Sally, dia membelai lembut rambut Sally.


Apa kamu menginginkannya lagi sayang ?, " Steve menggoda Sally ".


Prakkk... !, bunyi tamparan di pipi Steve.


Steve terkejut dengan tamparan yang mendarat di pipi kanannya.


Sally, kenapa kamu menamparku, pipiku sakit sekali,


" ucap Steve sambil memegang pipi kanannya ".


Sally menjelaskan, selama Steve tak ada di sisinya, dia selalu menjaga dirinya dengan baik, dia menunggu Steve kembali untuk menikahinya, dan keperawanan ini adalah hadiah yang akan dia berikan pada Steve sebagai bukti kesetiaannya, tapi Steve mengambilnya di saat dan waktu yang tidak tepat.


Steve hanya tertawa mendengar omelan Sally, dia meminta maaf pada Sally karena telah membohonginya.

__ADS_1


***


Pagi itu Zean datang ke rumah Steve dan membuat keributan di sana.


Steve keluar kamu b*******, di mana kamu menyembunyikan Sally ?, " teriak Zean ".


Steve dan Sally mendengar suara Zean, mereka berdua berjalan bersama menghampirinya.


Steve berjalan dengan bertelanjang dada, dia sengaja ingin membuat Zean marah.


Zean hampir memukul Steve, tapi Sally menghadangnya. Steve tahu Zean adalah suami Sally tapi dia berpura-pura tak mengetahuinya.


Jangan marah kakak ipar, aku dan Sally hanya...., " Steve menghentikan ucapannya lalu menggenggam erat tangan Sally ".


Zean menarik paksa tangan Sally dan menyuruhnya untuk kembali. Sally menepis tangan Zean, karena dia tak ingin pulang ke rumah. Zean yang kesal lalu menggendong Sally dan pergi meninggalkan Steve.


***


Steve memang marah, tapi tak ada yang bisa dia lakukan, dia hanya bisa mengikuti alur permainan ini.


Satu hal yang dia ketahui hari ini, ternyata Sally masih perawan, itu berarti Zean belum pernah menyentuhnya walaupun mereka sudah menikah.


Steve masih penasaran terhadap Zean, dia mempunyai kekasih bernama Reva, dan Sally adalah istrinya, tapi kenapa dia memperkenalkan dirinya sebagai kakak sepupu Sally.


Steve tak mungkin menanyakan hal ini pada Sally, karena Sally tak mungkin memberitahukannya. Oleh karena itu Steve menelpon seseorang untuk mencaritahu identitas Zean dan Reva.

__ADS_1


__ADS_2