Love Maze

Love Maze
Memilih Sally


__ADS_3

Malam itu Aaron membiarkan Zean menemani Reva di rumah sakit. Dia mengalah lagi untuk yang kesekian kali. Yang terpenting, asalkan melihat Reva bahagia sudah cukup untuknya.


"Zean, tolong jaga Reva, aku pamit dulu," ucap Aaron lalu meninggalkan mereka berdua.


***


Zean menatap Reva yang belum juga siuman, dia merasa bersalah, seharusnya saat itu dia yang harus berada disisi Reva saat dia mengalami masa terpuruk dalam hidupnya.


"Tiba-tiba ponsel Zean berdering membubarkan lamunannya." Sally menelponnya menanyakan apakah dia akan pulang malam ini atau tidak.


Zean membohongi Sally kalau malam ini ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Dia menyuruh Sally untuk istirahat dan jangan menunggunya.


Sally memutuskan panggilannya.


Dia tahu Zean membohonginya. Saat itu Sally mendengar pembicaraan Aaron dan Zean dari balik pintu yang sedikit terbuka. Itupun karena dia tak sengaja meninggalkan ponselnya disana, saat dia kembali untuk mengambilnya, dia mendengarkan semuanya.


***


Keesokan paginya, Steve menelpon Sally menanyakan kabarnya. Karena hampir seminggu lebih, Sally tak pernah mengabari Steve lagi.


"Sally, aku merindukanmu, aku ke rumah kamu sekarang ya sayang," Steve memohon.


"Ya Steve, kamu ke sini jemput aku, kita ke rumah sakit sekarang jenguk Reva," ucap Sally lalu memutuskan panggilan.

__ADS_1


Selang beberapa jam kemudian Steve sudah berada di rumah Sally. Dia sedikit gugup berjalan masuk ke dalam, dia canggung kalau harus bertemu orang tua Zean, tak tahu apa yang harus di jawab jika mereka bertanya perihal hubungan Sally dan dia.


***


Sally datang menghampiri Steve.


"Sayang, ayo kita jenguk Reva," ucap Sally sambil menarik Steve yang masih duduk di sofa.


Steve melihat ke kanan dan ke kiri, dia merasa aneh karena rumah Sally begitu sepi. Steve menanyakan keberadaan orang tua Zean.


"Sally tersenyum, rupanya sedari tadi Steve terlihat gugup karena takut bertemu orang tua Zean,"


Sally tertawa lalu menjelaskan kalau orangtua Zean telah kembali ke Amerika kemarin.


***


Di lain waktu...


Terlihat Reva yang mulai sadar, dia menggerakkan jarinya, lalu membuka matanya perlahan dan melihat Zean di sampingnya.


Reva begitu senang saat tahu Zean menjaganya semalaman dan sampai tertidur disini.


Reva merasa haus, dia mencoba menggapai gelas yang ada di meja, tapi gelas itu terjatuh ke lantai, sehingga membangunkan Zean dari tidurnya.

__ADS_1


Zean melihat ke arah Reva.


"Syukurlah kamu sudah sadar Reva," ucap Zean sambil memeluk Reva.


Reva sangat senang, dia berpikir Zean telah menyesal akan keputusannya saat itu.


Diwaktu yang bersamaan Steve bersama Reva masuk kedalam ruangan tempat Reva di rawat.


Saat Sally membuka pintunya.


Dia dan Steve melihat Zean sedang memeluk Reva.


Hati Sally sakit melihat pemandangan itu. Steve melihat ke arah Sally dan merasakan sesuatu yang berbeda saat Sally menatap Zean.


Zean melepaskan pelukannya dari Reva.


"Maaf, kami berdua datang di waktu yang tidak tepat," ucap Steve lalu menggenggam tangan Sally lalu keluar dari ruangan itu.


Zean berniat mengejar mereka, tapi Reva memegang tangan Zean.


Dia sedih dan gelisah memikirkan Sally, dia takut Sally akan salah paham lagi terhadapnya.


Zean menjelaskan pada Reva agar dia jangan salah paham lagi. Karena Zean baru menyadari perasaannya, hanya Sally yang dia cintai. Lagipula pernikahan dia dan Sally itu nyata, dia akan mempertahankan pernikahan ini. Dan, ucapan janji ikrar saat itu mengatakan, apa yang sudah disatukan Tuhan, tak boleh dipisahkan oleh manusia, kecuali maut.

__ADS_1


"Reva maaf, aku harus pergi, aku harus mengejar Sally dan menjelaskan kebenarannya," ucap Zean lalu meninggalkan Reva sendirian di sana.


__ADS_2