
Sally mengerutkan keningnya, dia mulai bingung dalam memilih. Saat mendengar Zean menyatakan cinta padanya, walaupun bukan dengan cara yang romantis, tapi bisa membuat hati Sally berdebar kencang.
Tapi, di satu sisi ada Steve yang selalu setia dan mencintai Sally.
Saat ini Sally tak bisa berpikir, dia memutuskan tak akan memilih salah satu diantara mereka berdua.
Zean dan Steve tak merasa puas dengan jawaban yang diberikan Sally, sehingga mereka berdua memaksa Sally harus segera memilih diantara mereka.
Kamu harus memilih, " ucap Zean dan Steve
serentak ".
Sally terdesak...
Cukup... Sudah aku putuskan, aku tak akan memilih salah satu di antara kalian, lebih baik aku mencari jodohku lewat jasa biro jodoh, kalian berdua hanya membuatku pusing, " ucap Sally sambil menghempaskan tangan Zean dan Steve ".
Sally menyuruh mereka berdua segera keluar dari kamar.
***
Siang itu Zean membawa makan siang ke kamar Sally. Dia duduk di samping Sally.
Sally, makan siangnya sudah aku siapkan ?, Aku ke Rumah Sakit dulu menjemput Reva, berbaikanlah dengannya, karena hari ini dia akan tinggal di sini bersama dengan kita, " ucap Zean ".
Wajah Sally berubah muram mendengar ucapan Zean, dia tak menyetujui rencana Zean, walaupun dia menangis, Zean juga tak akan merubah keputusannya.
Sally menganggap Zean adalah pria yang plin-plan, karena pagi tadi masih menyatakan cinta, tapi malamnya mau membawa wanita lain ke rumah.
Kak Zean, apakah yang pagi tadi kamu katakan itu benar ?, " tanya Sally penasaran ".
Haha...haha..., Zean tertawa.
__ADS_1
Kenapa kamu harus percaya dengan ucapanku, aku hanya membohongimu, karena aku tak suka ada orang lain yang berebut denganku. Coba saja tadi kamu memilihku, pria itu pasti berhenti mengejarmu karena patah hati, " Zean menjelaskan ".
Seharusnya Sally senang dengan ucapan Zean, sehingga dia tak perlu lagi bingung dengan perasaannya terhadap Zean. Tapi kenapa hati Sally terasa sakit.
***
Sementara di Rumah Sakit, Reva menemui dokter Piere, sebelum Zean menemuinya duluan.
Dia meminta bantuan dokter Piere untuk menyembunyikan kondisi kesehatannya dari Zean.
Awalnya dokter Piere tak menyetujuinya, tapi Reva berjanji akan memberikan imbalan yang sepantasnya jika dia merahasiakan kondisi kesehatannya.
Reva, hari ini kamu bisa kembali, kata dokter Piere kamu hanya kelelahan dan tak boleh stress, " ucap Zean menjelaskan ".
Reva hanya tersenyum, tapi di dalam hatinya berkata, syukurlah dokter itu tak memberitahukan kondisi kesehatan ku yang sebenarnya.
***
Saat itu Sally sedang menunggu Zean kembali. Wajah Sally berubah muram karena melihat Reva, dia masih kesal karena masalah cincin itu. Tapi Zean menyuruhnya berbaikan dengan Reva.
" ucap Reva ".
Sally tak menghiraukan ucapan Reva.
Sally menggenggam tangan Zean dan mengajaknya ke kamar.
Kak Zean, aku sudah lama menunggumu pulang, aku mau istirahat, aku tak bisa tidur kalau kamu tak ada disampingku, " ucap Sally memanas-manasi Reva.
Zean melepas genggaman tangan Sally dan menyuruhnya ke kamar, karena dia masih ingin menemani Reva.
***
__ADS_1
Sally kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia mencoba menutup matanya tapi tak bisa tertidur. Sedari tadi dipikirannya hanya tentang Zean.
Sally melihat ke arah jam yang tergantung di tembok menunjukkan pukul 22.00, tapi Zean belum kembali ke kamar.
Sally terlihat berjalan mondar-mandir di depan pintu kamarnya. Hatinya terus gelisah memikirkan Zean, akhirnya dia memutuskan untuk pergi menemui Zean di kamar Reva.
Awas saja kalau kamu berani macam-macam dengan Reva, " ucap Sally kesal ".
Sesampainya di depan pintu kamar Reva, Sally menghentikan langkah kakinya dan menguping di balik pintu.
Apa yang mereka lakukan di dalam sana, kenapa aku tak mendengarkan suara apapun ?, " ucap Sally dalam hati ".
Tiba-tiba Sally terkejut dengan suara aneh.
ahhh... sakit sekali Zean, " teriak Reva ".
Ia Reva, aku akan mengeluarkannya pelan-pelan, " ucap Zean ".
Wajah Sally memerah, entah malu atau marah, semuanya bercampur menjadi satu.
Dia tak bisa lagi menahan amarahnya.
Sally membuka pintu kamar Reva dengan kasar.
Apa yang kamu lakukan Sally, kamu mengagetkan aku saja, " ucap Zean panik ".
Padahal Zean hanya mencoba mencabut duri yang ada di tangan kanan Reva, tapi dia merasa seperti sedang tertangkap basah berselingkuh.
Maaf kak Zean, aku pikir kalian berdua sedang..., " Sally tak meneruskan ucapannya ".
Zean menyuruh Sally kemari dan membantunya mencabut duri yang ada di tangan kanan Reva.
__ADS_1
Sally memang membantu, tapi dalam hatinya, dia berbicara buruk tentang Reva.
Sally menduga, ini hanya salah satu akal bulus Reva untuk menggoda Zean.