Love Maze

Love Maze
Curiga


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu, Sally tak pernah melihat Zean pulang ke rumah. Sally berusaha menghubungi Zean menanyakan keberadaannya, tapi dia selalu menolak panggilan Sally.


Jika bertemu di tempat kerja, Zean selalu menghindarinya.


***


Sally mengambil boneka beruang besar pemberian Zean. Dia meletakkan boneka itu tidur di sampingnya.


Sally meluapkan kekesalannya pada boneka itu dan menganggap dia adalah Zean.


Hei kak Zean, seharusnya yang marah itu aku, bukan kamu. Jelas-jelas malam itu kamu bersama Reva sampai pagi, tapi malah menuduhku sembarangan,


" ucap Sally sambil memukul kepala boneka


beruang ".


Sally mengatakan pada boneka itu, dia memang marah pada Zean, tapi dia juga merindukannya, dan berharap Zean pulang ke rumah.


Aku lelah kakak beruang, aku ingin tidur, " ucap Sally sambil memeluk boneka itu, lalu tertidur ".


Saat Sally tertidur, Zean selalu pulang ke rumah, tapi Sally tak pernah tau.


Sebenarnya, didalam mata boneka beruang itu terdapat sebuah kamera berukuran kecil yang tak diketahui Sally, sehingga Zean bisa terus memantau aktifitas Sally.


Tapi, dengan melihat Sally secara langsung dan memastikan Sally dalam keadaan baik, Zean baru merasa tenang.


Zean juga merindukan Sally, dia sudah terbiasa ada Sally di sisinya, tapi egonya lebih besar.


Zean duduk di samping Sally sambil memandang wajahnya yang sedang tertidur lelap. Dia mencium bibir Sally dengan lembut lalu pergi meninggalkan Sally.


***


Keesokan harinya...


Ponsel Sally berdering, menyadarkannya dari lamunan tentang Zean.


Dia melihat layar ponselnya, berharap itu Zean, tapi ternyata Steve yang menelpon.


Ya Steve, ada apa ?, " tanya Sally ".


Aku ada di parkiran, aku tunggu kamu di sini ?, " ucap Steve lalu memutuskan panggilan ".

__ADS_1


***


Steve mengajak Sally untuk makan siang bersama, dan mereka memilih restoran B.


Steve dan Sally berjalan ke dalam restoran dan memilih meja nomor lima yang berada di sudut ruangan.


Sayang, kamu pesan dulu makanannya, aku ke toilet sebentar, " ucap Steve ".


Sally sedang melihat-lihat beberapa daftar menu makanan yang akan dia pesan.


Disaat yang bersamaan Zean dan Reva juga berada di restoran B.


Saat itu Reva melihat Sally yang duduk sendiri.


Zean, lihat kesana, adik sepupumu juga berada disini, " ucap Reva sambil menunjuk ke arah Sally ".


Zean meminta Reva agar pergi ke restoran lain, tapi Reva tak mendengar ucapan Zean.


Reva menggandeng tangan Zean lalu menghampiri Sally.


Hai adik sepupu, kebetulan sekali kita bertemu disini, bolehkan aku dan Zean duduk di sini dan makan bersamamu, " ucap Reva sambil tersenyum ".


Sally tak mengijinkan Zean dan Reva duduk bersama dengannya. Dia kesal karena melihat Reva menggandeng tangan Zean.


Zean mengajak Reva pergi mencari tempat yang lain, tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat Steve menghampiri Sally.


Sayang, maaf aku kelamaan, " ucap Steve sambil menyentuh tangan Sally ".


Zean kesal melihat Steve menyentuh tangan Sally, tapi dia menahannya.


Aku ingin makan disini, " ucap Zean lalu mengambil posisi duduk berhadapan dengan Sally ".


Sejenak Steve bingung, karena dia tak mengetahui siapa Zean dan Reva.


Maaf Sally, apakah dia kekasih mu ?,


Ooo..., aku tahu tadi kamu menyuruh kami mencari tempat yang lain, karena kamu ingin makan siang bersama kekasih mu ya ?, " ucap Reva menebak ".


Steve mengira Zean dan Reva adalah teman Sally yang kebetulan bertemu di restoran, sehingga Steve mengajak mereka untuk makan siang bersama.


Sally dan Reva melihat beberapa daftar menu makanan dan memesannya.

__ADS_1


Sambil menunggu, mereka mulai berbincang.


Sally, apa kamu tidak mengenalkan kekasihmu pada kami ?, " ucap Reva ".


Steve memperkenalkan dirinya pada Zean dan Reva, dan sebaliknya.


Aku Reva, calon kakak ipar Sally, dan dia Zean kakak sepupu Sally, " Reva menjelaskan ".


Menu makanan yang di pesan sudah di hidangkan.


Jangan makan makanan itu Sally, bukankah kamu alergi dengan kacang, menu makanan itu ada kacang didalamnya " ucap Zean lalu menukarkan makanan nya dengan makanan Sally ".


Sally mengembalikan makanan itu pada Zean.


Trima kasih kak Zean, tapi aku bisa menukarkan makananku dengan Steve.


Zean mulai kesal melihat sikap Sally.


Bagaimana kamu bisa menjaga dirimu sendiri setelah kita berpisah, makanan saja tak bisa kamu perhatikan, " Zean mengomeli Sally ".


Sally menendang kaki Zean, agar dia berhenti berbicara. Karena Zean hampir saja keceplosan dengan ucapannya.


Steve dan Reva hanya terdiam melihat pertengakaran diantara Zean dan Sally.


Sejenak Steve berpikir, Zean dan Sally adalah saudara sepupu, tapi melihat tatapan Zean pada Sally sepertinya ada yang berbeda.


Sally membubarkan lamunan Steve.


Steve, ayo makan makanan mu, kenapa kamu melamun, " ucap Sally sambil tersenyum "


Sebenarnya Steve tidak melamun, dia hanya sedang memperhatikan cincin yang melingkar di jari manis Zean dan Sally kenapa bisa sama.


Zean mulai mencurigai sesuatu.


 


 


***


Menurut reader, bagaimana reaksi Steve kalau tahu Sally telah menikah ?

__ADS_1


Jangan lupa buat selalu like & komen ya reader tersayang ... biar authornya jadi semangat lagi. 🙂🙏


__ADS_2