
Sally terkurung di dalam kamarnya selama dua hari. Dia mulai jenuh.
Kak Zean, tolong buka pintunya, aku jenuh seharian di kamar terus ?, " teriak Sally ".
Zean membuka pintu kamarnya, dan membiarkan Sally keluar, tapi dengan satu syarat, dia tak boleh bertemu dengan Steve.
Sally terlihat kesal karena Zean selalu saja membatasi ruang geraknya.
***
Sally yang jenuh mencoba berbagai aktifitas agar bisa membunuh kejenuhannya. Dan dia memilih untuk melukis.
Sally sangat padai dalam melukis, tapi dia hanya menjadikannya sebagai hobi.
Saat berpisah dengan Steve, Sally tak pernah lagi melukis, karena hal itu akan terus mengingatkan dia tentang Steve. Kini, Steve telah kembali dan dia ingin melukis lagi.
Sayangku Steve, tunggu aku sebulan lagi, aku akan bercerai dengan kak Zean, dan kita bisa bersama lagi, " ucap Sally dalam hati lalu tersenyum ".
Sally memandang kanvas yang berada di depannya. Dia memejamkan matanya dan membayangkan wajah Steve yang sedang tersenyum.
Saatnya melukis, " ucap Sally penuh semangat ".
Dari kejauhan Zean sedang memperhatikan Sally, dia datang menghampiri Sally dan melihat gambar apa yang sedang dilukis Sally.
Wajah Zean berubah marah saat melihat lukisan itu.
Zean merampas kuas dari tangan Sally, lalu menghancurkan lukisan itu dengan menambahkan warna lain ke dalam lukisan itu. Sehingga wajah tampan Steve tak lagi berbentuk.
Hancurkan saja, itu hanyalah sebuah lukisan di atas kanvas, karena lukisan yang nyata tentang Steve ada di dalam hati dan pikiranku, " ucap Sally marah ".
__ADS_1
Zean mencengkram kuat dagu Sally.
Apa kamu pikir aku tak bisa menghancurkan lukisan mu itu ?, Kamu terlalu naif,
" ucap Zean lalu mencium bibir Sally ".
Disaat yang bersamaan Reva juga berada disana dan melihat semuanya, Dia kembali ke ruang tamu dan berpura-pura tak terjadi sesuatu.
Sally kembali ke kamarnya, dia ingin membersihkan dirinya karena tubuhnya kotor terkena cat yang di tumpahkan Zean.
***
Saat itu Reva diam-diam masuk ke kamar Zean, dia ingin mencari tahu tentang hubungan Zean dan Sally.
Pasti ada sesuatu yang bisa aku ketahui, " ucap Reva sambil mencari sesuatu di dalam lemari Zean ".
Reva menemukan album foto pernikahan Zean dan Sally. Setelah melihatnya, dia mengembalikan benda itu ke tempatnya semula dan berpura-pura tak terjadi sesuatu.
Saat itu Zean masuk ke dalam kamar, matanya terpaku melihat Sally dengan kondisi seperti itu.
Sally, walaupun kalian berdua adalah saudara sepupu, tapi tak pantas kalau kamu berada di kamar seorang pria dengan penampilanmu seperti itu,
" ucap Reva berpura-pura menasehati ".
Sally mendekati Zean dan menyentuh lembut bidang dada Zean sambil menatapnya.
Kamar kak Zean berarti kamarku juga, lagian kak Zean sudah biasa melihatku seperti ini, " ucap Sally memanas-manasi Reva ".
Reva kesal karena Zean tak membantunya menasehati Sally. Reva yang kesal menarik tangan Zean meninggalkan Sally.
__ADS_1
Terlihat senyum puas di wajah Sally.
***
Malam itu, Reva dan Zean duduk di taman, di tempat yang biasa dia dan Sally menghabiskan malam untuk berbincang.
Pria b*******, kenapa membawa wanita itu ke tempat itu. Sally menghampiri mereka dan duduk di samping Zean. Sally menggandeng tangan Zean dan menyandarkan kepalanya di bahu Zean.
Reva terlihat kesal, tapi dia mencoba menahannya.
Sejenak dia melihat cincin yang sama yang melingkar di jari Zean dan Sally.
***
Wah cincin yang kalian pakai cantik sekali, Zean bolehkah aku melihatnya sebentar ?, " pinta Reva ".
Sally meminta Zean tak boleh melepaskan cincin itu dari jarinya.
ini cincin couple kami, kak Zean yang membelikannya, " Sally kembali memanas-manasi Reva ".
Reva kesal, dia mengambil paksa cincin di jari Zean lalu membuangnya.
Sally dan Reva bertengkar.
Reva mengatakan dari awal dia curiga hubungan Zean dan Sally, pasti lebih dari saudara sepupu.
Zean menghentikan pertengkaran mereka berdua.
Kak Zean cincin itu tak boleh hilang, itu cincin pernikahan kita, " desak Sally panik ".
__ADS_1
Zean dan Sally berjalan ke arah kolam untuk mencari cincin itu.
Tiba-tiba saja Reva terjatuh tak sadarkan diri, Zean berlari menghampiri Reva dan membawanya ke Rumah Sakit.