Love Maze

Love Maze
Berkencan


__ADS_3

Senyum di wajah Steve terus merekah. Terlihat beberapa kali dia melihat ke arah Sally.


Steve, aku tahu aku cantik tapi kamu sedang berkendara, jangan melihat aku terus, " Sally mengingatkan Steve ".


Steve bertanya pada Sally, kemana dia ingin pergi hari ini, Steve akan menemaninya.


Setelah berpikir Sally ingin pergi ke taman hiburan.


Sayang, bukankah kamu selalu sibuk ?, " ucap Sally ".


Steve memegang tangan Sally, lalu menjelaskan bahwa dia adalah bosnya, dia yang akan mengurus semuanya.


Sally melihat Steve dan tertawa dengan pakaian yang dikenakannya.


Steve, pakaian yang kamu kenakan terlihat formal, aku tak mau orang bilang aku berkencan dengan


om-om genit, " Sally menerangkan ".


Tenang sayang, aku akan mengganti pakaianku,


" ucap Steve sambil mengendarai mobilnya menuju butik terkenal di kota A ".


Disana Steve menyuruh Sally memilihkan pakaian untuknya. Sally memilih kaos putih dipadukan dengan ripped navy jeans dengan sepatu kets berwarna putih.


Steve menyukai pilihan Sally, dan menyuruh pelayan mencari pakaian yang sama dengannya untuk di pakai Sally.


Steve, kenapa kita harus memakai pakaian couple, kita bukan anak kecil lagi ?, " ucap Sally malu ".


Steve merangkul pinggang Sally, lalu berbisik di telinga Sally.


"Aku ingin orang tahu, kalau kamu adalah kekasihku ".


Saat mengantri di kasir untuk membayar tagihan, banyak mata yang melihat ke arah Steve.


Terlihat Sally sedikit kesal, tapi dia senang melihat Sally yang cemburu.


***


Steve dan Sally menempuh setegah jam perjalanan dan sampailah di tempat tujuan.


Steve sedikit risih dengan keramaian.

__ADS_1


Sayang, kita ke tempat lain saja ya. Di sini terlalu ramai, kamukan tahu aku tak suka keramaian, " ucap Steve memohon ".


Sally tak menghiraukan ucapan Steve dan terus berjalan.


Sedari tadi banyak orang yang menatap ke arah mereka berdua, Sally melihat sekeliling, banyak wanita yang menatap Steve dengan mata yang berbinar-binar.


Sally cemburu. Ditariknya tangan Steve menjauh dari sekelompok wanita penggoda itu.


Sayang, tak ada yang mengejar, kenapa kita harus berlari ?, " tanya Steve ".


Steve dan Sally menghentikan langkah kaki mereka dan duduk di salah satu bangku yang berada di sekitar taman.


Steve menyuruh Sally menunggunya sebentar lalu kembali lagi dengan membawa dua buah ice cream di tangannya.


Sally terlihat menikmati ice cream vanila yang diberikan Steve. Sedangkan Steve terlihat sibuk mengarahkan kamera ponselnya kearah Sally.


Sayang mendekatlah kemari, aku akan mengambil foto kita berdua, " Steve mengarahkan kamera depan ke arah dia dan Sally ".


***


Steve, lain kali kamu harus memakai topi dan masker, " ucap Sally cemberut ".


Steve bertanya, kenapa akunharus memakainya, aku bukanlah artis yang harus menyembunyikan identitas atau kamu yang cemburu.


" Ya Steve, aku memang cemburu, Sally tersenyum ".


***


Cepat habiskan ice cream mu, aku ingin ke sana. Sally menunjuk ke arah carousel (komidi putar).


Steve dan Sally berjalan ke sana, Sally mengajaknya tapi Steve menolak untuk menaiki carousel itu.


Sally tampak kegirangan, saat carousel itu berputar, sesekali dia memanggil nama Steve.


Rambut panjang Sally yang tergerai, tertiup angin, di tambah senyum Sally yang menawan, membuat Steve terpana.


Wanitaku sangat cantik, " ucap Steve ".


***


Sally masih ingin bermain, padahal Steve sudah mengajaknya kembali.

__ADS_1


Sayang, ayo kita naik roaler coaster.


Dalam hati Steve berkata, sial apa aku hari ini, aku tak bisa naik roaler coater, takutnya nti aku muntah, mau di sembunyikan dimana muka ku ini.


Langkah kaki Steve terhenti. Sally, kamu saja yang naik reller coaster itu, aku tidak suka, " ucap Steve mencari alasan ".


Kenapa ?, Apa kamu takut ?, Image dirimu yang berlabel so cool itu, tak sesuai dengan dirimu yang kulihat hari ini. Apa yang aku katakan benarkan ?,


" Sally tersenyum ".


Siapa bilang aku takut, yang aku khawatirkan itu kamu. " ucap Steve mencari alasan ".


Steve menunjuk ke arah kincir angin, aku ingin ke sana.


***


Steve dan Sally masuk ke dalam gondola. Sally duduk di samping Steve.


Sayang sebentar lagi kita akan sampai di puncak tertinggi, kata orang jika mengungkapkan cinta di puncak tertinggi maka pasangan tersebut tidak akan terpisahkan. " ucap Steve ".


Sally menepuk bahu Steve berulang.


Steve, ingatlah kalau kamu sekarang hidup di zaman modern. " Sally mengingatkan ".


Ya, ya aku tahu kalau itu hanya mitos. tapi tak ada salahnya jika aku mengungkapkan perasaanku pada orang yang aku sayang, " ucap Steve ".


Steve menatap Sally.


Steve menyatakan cintanya pada Sally sekali lagi lalu mencium pipi Sally dengan lembut.


Sally, apa kamu juga mencintai ku ?, " tanya Steve ".


Steve menatap wajah Sally, menunggu jawabannya, tapi Sally hanya diam.


Sally memalingkan wajahnya dari Steve dan berpura-pura melihat pemandangan dari atas ketinggian.


Wah pemandangan di bawah sana terlihat indah sekali. " Sally mengalihkan topik pembicaraan ".


Steve terlihat kecewa dengan sikap Sally, tapi dia tak ingin menunjukkannya pada Sally.


Hati kecil Steve berharap kalau Sally juga punya perasaan yang sama dengannya. Tapi seperti nya Sally sudah berubah.

__ADS_1


__ADS_2