Love Maze

Love Maze
Berbohong


__ADS_3

Ponsel Zean berdering.


Zean..., ayah dan ibu hari ini kembali ke negara X, tolong jangan beritahu menantuku, aku ingin membuat kejutan untuknya.


" Adriana memutuskan panggilannya ".


Zean memnggil Sekretaris Sarah untuk membatalkan rapat hari ini, ada hal penting yang harus dia urus di rumah.


***


Flashback


Zean gelisah memikirkan hari-hari perceraiannya dengan Sally yang semakin dekat. Dia menyadari perasaannya sekarang, dia tak bisa kehilangan Sally.


Mengira selama ini orang yang dia cintai adalah Reva. Itu adalah kesalahannya karena terlambat menyadarinya, Reva hanyalah bayang2 Sally, karena sifat Reva selalu mengingatkan dia pada Sally.


Sebenarnya kedatangan orangtua Zean adalah bagian dari rencananya.


Saat itu dia menelpon ibunya, berbohong tentang kondisi kehamilan Sally, sehingga orangtuanya kembali ke negara X untuk melihat kondisi Sally.


Zean menggunakan kesempatan ini, untuk mengulur waktu perceraiannya,


Walaupun terlambat, daripada tidak mencoba sama sekali, dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Sally dan memutuskan hubungannya dengan Reva.


***


Zean kembali kerumah dan mencari Sally di setiap sudut ruangan.


Zean berjalan melewati Reva yang berada di depannya.


Suara Reva yang memanggilnya juga tak di dengar Zean.


" Huh dasar, tampangnya saja kece, tapi telinganya budeg ".


Zean...., Sally dan Steve lagi asyik pacaran di taman belakang, " teriak Reva kesal ".

__ADS_1


Zean datang menghampiri Steve dan Sally.


Sally, cepat usir pria ****** ini dari sini, sebentar lagi ayah dan ibuku akan sampai kesini, " ucap Zean dengan napas terengah-engah ".


Sally mulai panik, karena saat itu bibi Adriana tahunya Sally sedang hamil. Bagaimana ini ?


Sally menyuruh Steve kembali, dan jangan pernah datang kesini sebelum Sally yang menghubunginya terlebih dahulu.


Baiklah, aku akan menuruti sayangku Sally, tapi ingat Tuan Zean segera urus perceraian kalian. Ingat, hanya tersisa seminggu lagi, " Steve menegaskan ".


Zean memandang Steve sinis.


Bercerai kepalamu, maaf saja perceraiannya dibatalkan, " ucap Zean ".


Sally menyuruh Steve pergi tak usah mendengarkan ocehan Zean. Karena perceraian ini bukan dibatalkan tapi hanya di tunda.


Penjelasan Sally membuat Steve sedikit tenang.


Steve pergi, sekarang tinggal giliran membereskan Reva.


Zean memberi penjelasan pada Reva tentang kepulangan orangtuanya dan dia mau mendengarkan. Reva kembali ke apartemennya.


***


Kak Zean, apa yang harus kita lakukan sekarang, saat itu kita berbohong ? ,


" tanya Sally ".


Zean menyuruh Sally berhenti mengoceh


dan ikuti saja alur pemainannya dengan tetap berpura-pura hamil.


Sally terpaksa mengikuti rencana Zean.


" Bersiaplah sebntar lagi kita ke bandara menjemput ayah dan ibu, " ucap Zean ".

__ADS_1


***


Selang setengah jam...


Itu paman dan bibi. Sally melambaikan tangannya ...


Mereka saling berpelukan, melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu.


Bibi Adriana memegang perut Sally sambil menyapa janin dalam kandungan Sally.


" Hallo calon cucuku, kakek dan nenek datang melihatmu ".


Wajah Sally terlihat gugup setiap kali bibi Adriana membicarakan tentang kehamilannya.


Ibu, mari kembali ke rumah, bicarakan semua hal di sana saja, " Zean menjelaskan ".


Zean menggenggam tangan Sally, dan berbisik


" Jangan gugup, kamu harus tetap tenang ".


***


Sesampainya dirumah.


Zean menyuruh ayah dan ibunya beristirahat.


Zean dan Sally kembali ke kamar.


Sally menarik napasnya dalam-dalam.


Dia terlihat lelah, karena dia harus memikul bantalan diperutnya seharian.


Sally merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia terus mengoceh tanpa henti.


Zean datang mendekati Sally dan tidur di sampingnya.

__ADS_1


" Kak Zean mau apa lagi kamu, pergi sana kembali kempat tidurmu di sofa. "


Sally memalingkan wajahnya dari Zean.


__ADS_2