Love Maze

Love Maze
Menggodamu


__ADS_3

Sally tersadar dari tidurnya yang lelap.


Tangan kanannya mulai meraba-raba mencari Zean di sampingnya. Dia membuka matanya perlahan dan tak menemukan Zean disampingnya.


Kak Zean ..., " teriak Sally ".


Sally bergegas turun dari ranjangnya dan mencari Zean. Dia berlari menuruni tangga dan hampir saja terjatuh.


Slamat pagi Sally, " sapa Reva ".


Zean dan Reva sedang menikmati sarapan pagi mereka. Reva mengajak Sally untuk sarapan bersama tapi Sally menolaknya.


Kalian berdua makan saja, aku juga tak suka makan makanan yang dibuat oleh orang asing, " Sally menyinggung Reva ".


Sally cemburu melihat kedekatan Reva dan Zean, tapi dia tak menyadari kalau rasa itu yang dinamakan cemburu. Sally kembali ke kamarnya.


Dia terlihat kesal, dia berpikir Zean dan Reva selalu saja bersama setiap saat, sedangkan dia dan Steve tak bisa bertemu karena Zean melarangnya.


Lebih baik aku menemui Steve, memangnya Zean siapanya aku ?, Mau bertemu kekasihku saja di larang, sedangkan dia boleh bertemu Reva kapan saja. Ini tidak adil namanya, " seru Sally ".


Sally segera membersihkan dirinya dan berdandan yang cantik, dia ingin menemui Steve.


Sally kembali menghampiri Zean dan Reva yang masih duduk di meja makan.


Zean melihat Sally dari atas sampai bawah dan curiga dengan penampilan Sally hari ini, Zean menduga Sally pasti ingin menemui Steve.


Kak Zean, bolehkah kamu memberikan kunci mobilnya padaku ?, Ada sesuatu yang harus aku kerjakan hari ini, " Sally memohon ".


Zean megambil kunci itu tapi dia berikan pada Reva, sehingga mereka berdua bertengkar lagi.


Cukup Sally, aku menyuruhmu tetap tinggal dirumah dan mobil ini hanya aku pinjamkan pada Reva, karena hari ini jadwal kontrolnya di Rumah Sakit, " ucap Zean menjelaskan ".


Zean memegang tangan Sally lalu membawanya ke kamar, sedangkan Reva berlalu pergi meninggalkan mereka berdua, tapi di dalam hatinya ada sedikit rasa kecewa terhadap Zean. Seharusnya Zean yang mengantarkannya ke Rumah Sakit, tapi malah menyuruhnya mengendarai mobil sendiri disaat kondisinya seperti ini.


***


Zean menyuruh Sally membuka pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian yang biasa Sally pakai di rumah. Sally tak mau mendengarkan ucapan Zean.


Kamu ganti pakaian mu sendiri, atau aku yang akan membantumu memakaikannya, " ancam Zean ".


Sally tak peduli dengan ancaman Zean, dia malahan menantang Zean.


Sally melepaskan ikatan rambutnya yang tadi dikuncir rapi, dia membiarkan rambutnya terurai, lalu berjalan maju menghampiri Zean, menyentuh bidang dadanya dengan jari telunjuknya dan membuat gerakan memutar.


Suamiku sayang, apa kamu bisa membantu aku menggantikan pakaianku , " Sally menggoda Zean ".


Awalnya Zean kelagapan, tapi dia mencoba mengikuti alur permainan Sally.


Zean membuka bajunya dan Sally menjadi panik.

__ADS_1


Istri ku sayang, kenapa kamu menjadi panik ?, Bukankah tadi kamu yang menggodaku, aku sangat sibuk hari ini, tapi jika kamu menginginkannya sekarang aku bisa memberikannya, " ucap Zean sambil mengelus lembut wajah Sally ".


Wajah Sally memerah karena malu,


Sally mendorong tubuh Zean keluar dari kamar dan menutu pintunya.


Istriku sayang tetaplah di rumah dan jangan kemana-mana, " ucap Zean lalu pergi meninggalkan Sally ".


***


Sally kesal dan terus mengomeli Zean di dalam hati.


Dasar pria kejam, kamu pikir aku tak punya cara lain bertemu Steve, " ucap Sally dalam hati ".


Ponsel Zean berdering. Zean lupa membawa ponselnya.


Sally mengambilnya dan berniat memeriksanya, tapi ponsel Zean memakai kode pin untuk membukanya.


Sedari tadi Sally mencoba menebak kode pinnya dan hampir menyerah.


Ponsel sialan, ini yang terakhir, kalau aku tak bisa membukanya, aku akan membuangmu, " ucap Sally sambil mengetik enam angka digit di ponsel Zean ".


Hore..., aku berhasil, " ucap Sally ".


Dia terlihat kegirangan karena berhasil menaklukkan kode pin di ponsel Zean.


Wajahnya memerah, karena kode pin di ponsel Zean menggunakan tanggal lahirnya.


Sally membuka galeri di ponsel Zean.


Deg...deg... jantung Sally berdebar lagi.


Di dalam galeri ponsel Zean hanya terisi dengan foto-foto Sally.


Sally juga tak tahu, sejak kapan Zean mengambil foto-fotonya.


Sally melihat satu per satu fotonya.


Terlihat senyum manis di bibir Sally yang terus merekah.


Sally membuka kontak yang ada di ponsel Zean, dan memeriksanya satu per satu.


Zean menamai Sally di kontak ponselnya dengan nama "my wife", sedangkan kekasihnya, dia menamai kontaknya dengan nama Reva.


Jantung Sally seperti tak berhenti berdebar.


Sally berpikir, kenapa hanya ada foto-fotonya di dalam galeri ponsel Zean, seharusnya ada Reva di dalamnya tapi faktanya memang tak ada.


Sally tersadar dari lamunannya setelah mendengar bel di pintu rumahnya.

__ADS_1


Sally membuka pintunya.


Steve langsung memeluk erat Sally, dia sangat merindukan Sally.


Steve, bukannya ini masih jam kerja, kenapa kamu ke sini ?, " tanya Sally ".


Wajah Steve sedikit muram, karena seharusnya Sally senang melihatnya datang. Walaupun dia sibuk tapi dia berusaha untuk bertemu Sally.


Steve memegang tangan Sally mengajaknya berkencan. Awalnya Sally tak ingin pergi karena takut Zean menghukumnya lagi, tapi dia punya alasan untuk bepergian.


***


Steve mengantar Sally ke perusahaan Zean.


Steve, tunggu aku disini, aku akan kembali secepatnya , " ucap Sally ".


Sally berjalan menuju ruang kerja Zean yang berada di lantai paling atas.


Slamat pagi Sekretaris Sarah, apa Tuan Zean ada, tolong sampaikan padanya, istrinya datang membawa ponselnya ?, " ucap Sally ".


Sektetaris Sarah melihat sekeliling mencari dimana istri Zean, sedangkan Sally hanya menahan tawanya melihat raut wajah kebingungan di wajah Sekretaris Sarah.


Sekretaris Sarah memberitahu Zean seperti yang dikatakan Sally, tapi sayangnya yang mengantar ponsel Zean adalah nona Sally dan bukan istri Zean.


Zean tersenyum.


Sekretaris Sarah, persilahkan istriku masuk, maksudku Sally adalah istriku, dan tolong rahasiakan hal ini, " ucap Zean ".


Sektretaris Sarah terkejut mendengar ucapan Zean, dia terlihat ketakutan karena selama ini sikapnya tak terlalu baik pada Sally.


Maaf nyonya Sally karena selama ini saya sudah bersikap tak sopan terhadap nyonya, saya tak tahu kalau anda adalah istri Tuan Zean, " ucap Sarah ketakutan ".


Sally hanya tersenyum dan menyuruh sekretaris merahasiakannya.


***


Kak Zean, kamu lupa membawa ponselmu, jadi aku berinisiatif mengantarnya ke sini, oh ya kak, untung saja ponselmu menggunakan kode pin, kalau tidak aku pasti akan menemukan bukti perselingkuhan mu dengan banyak wanita, " ucap Sally berpura-pura ".


Zean mengatakan kode pin ponselnya adalah tanggal lahir seseorang yang paling dia sayang.


Ya, ya, aku tahu kamu sayang dengan wanita itu, jangan bicara lagi, nanti aku cemburu, " ucap Sally sambil tersenyum ".


Zean berniat mengantar Sally kembali, tapi Sally menolaknya dengan alasan Zean sibuk jadi lebih baik Sally memakai taksi.


***


Sally kembali ke parkiran karena Steve menunggunya di sana.


Sayang, kenapa kamu lama sekali ?, " ucap Steve ".

__ADS_1


Sally tak menjawab pertanyaan Steve, dia hanya tersenyum...


__ADS_2