Love Maze

Love Maze
Gara - Gara Selimut


__ADS_3

Ahh, tubuhku sakit semua, kakiku juga, " Sally bersungut-sungut".


Semua ini gara-gara kak Zean, aku akan membalasmu.


Sally mengambil lipstik dari dalam tasnya dan menggambar di wajah Zean saat dia masih tertidur.


Tambahkan lingkaran dikedua mata kak Zean, hidung nya juga diberi lingkaran penuh, terus yang terakhir kumis kucingnya. Jadi deh hasil karyaku si kucing Zean.


Sally mengambil ponsel Zean lalu memotret wajahnya dan menjadikannya sebagai wallpaper di ponselnya. Sally tertawa puas melihat hasil karyanya.


Suara tawa Sally yang keras membangunkan Zean dari tidurnya.


Apa yang kamu tertawakan, pagi-pagi sudah membuat heboh, " ucap Zean dengan mata setengah terpejam ".


Kak Zean sebaiknya kamu mandi...


Zean masuk ke dalam kamar mandi, dan terkejut melihat wajahnya di dalam cermin.


" Sally apa yang kamu lakukan dengan wajahku ".


Sally menutup rapat seluruh tubuhnya dengan selimut, Zean menghampirinya dan merayap masuk ke dalam selimut dan mulai menggelitik Sally.


Suara tertawa mereka berdua sampai terdengar oleh Reva, dan membuat dia penasaran.


Reva memberanikan diri pergi ke kamar Zean.


Langkah kakinya terhenti dibalik pintu.


Dia menarik napasnya dalam-dalam lalu membuka pintu itu dengan perlahan.

__ADS_1


Suara aneh mereka berdua dan selimut yang bergoyang-goyang membuat pikiran Reva sampai kemana-mana.


Reva yang kesal menjadikan pintu kamar itu sebagai sasarannya.


Brakkk...,


Reva membanting pintu itu membuat Zean dan Sally terkejut.


Kak Zean, calon istrimu marah lagi, cepat ikuti dia, " ucap Sally ".


***


Reva kembali ke kamarnya, setiap kali stres, dia selalu merasakan tak nyaman dengan jantungnya.


Sehingga dia harus mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter.


" Zean ku sayang, entah apa yang merasukimu, akhir-akhir ini kamu selalu memandang Sally.


Aku heran, apa yang kamu lihat dari dia ?,


Sudah pendek, kurusan, berdada rata, bawel, pokoknya semua yang jelek selalu ada padanya.


Atau mungkin wajahku yang tak secantik dulu lagi sehingga kamu menghindari aku, mungkin benar kata iklan yang aku lihat di TV, aku harus mengganti dengan skincare yang baru ".


Reva memang terlihat seperti wanita yang tangguh dari luar, tapi sebenarnya dia rapuh dari dalam.


Dia menarik napasnya perlahan, mencoba menenangkan kembali pikirannya lalu keluar dari kamarnya seakan tak terjadi apa-apa. Zean pun juga tak jadi menjelaskan kejadian tadi pada Reva.


***

__ADS_1


Reva terlihat sibuk didapur.


Sally menghampiri dan menyapanya, dia berpikir Zean telah menjelaskan kejadian yang terjadi tadi.


Sehingga sikap Reva terlihat berbeda seperti biasanya.


Jangan kamu pikir kamu bisa merebut Zean dariku,


" ucap Reva dalam hati ".


Reva memperhatikan Sally dari atas hingga ke bawah lalu kembali lagi ke bagian tengah.


Cihh... punyaku lebih besar dibandingkan kamu.


Sally bisakah kamu berbalik ? , " perintah Reva ".


Reva melihat ke arah bokong Sally dan bertanya


Apa kamu memakai big spoon panty ?


Tidak yang ini asli, " jawab Sally spontan ".


Sally mengerjai Reva lagi.


Apa kamu tahu kakakku menyukai wanita seperti apa ?, Aku beritahu kamu satu rahasia, kakakku Zean menyukai wanita berbokong besar, berdada rata, dan bertubuh mungil, kamu tidak termasuk dalam kriterianya.


Dari awal kamu memang sudah di balcklist, " ucap Sally sambil membentuk huruf x dengan kedua tangannya ".


Hei Reva, daripada kamu membanding-bandingkan bentuk fisik diriku dan dirimu, lebih baik sana perhatikan masakanmu yang hampir gosong.

__ADS_1


__ADS_2