Love Maze

Love Maze
Salah Paham Lagi


__ADS_3

Sayang, kamu selalu terlihat cantik, Steve menggandeng tangan Sally lalu berjalan bersama.


Steve dan Sally menghampiri Elin dan memberikan selamat ulang tahun untuknya. Elin hanya tersenyum kecut melihat kemesraan Steve dan Sally.


Pesta berlangsung dengan meriah.


Alunan musik yang merdu mengiringi langkah kaki Steve dan Sally dilantai dansa. Dan membuat Elin merasa iri, awalnya Elin berpikir dia masih bisa menahan perasaannya, tapi sepertinya dia tak bisa lagi, rasa-rasanya dia ingin mengatakan semua yang terjadi selama dia dan Steve berada di Jepang.


Iringan musik terhenti, Steve dan Sally kembali ke tempat duduk mereka dan di temani Elin.


Mereka berbincang bersama, tapi Elin tak punya kesempatan untuk memberitahukan pada Sally karena Steve selalu berada di samping Sally, mungkin Steve dapat membaca isi pikiran Elin.


Dalam hati Erlin berkata, " Seharusnya dia yang pantas bersama Steve, dia yang selalu bersama-sama Steve sedari kecil tapi Sally merebutnya ".


Tumbuhlah benih-benih kebencian Elin terhadap Sally, persahabatan yang terjalin selama ini telah rusak hanya karena memperebutkan cinta seorang pria.


Pesta berakhir. Steve dan Sally berpamitan pada Elin.


***


Steve, cukup disini kamu mengantarku, aku takut Zean akan marah jika melihat kita berdua, " ucap Sally ".


Steve menggenggam tangan Sally.


" Jangan khawatir, ada aku di sini yang akan melindungimu ".


Steve mengantar Sally ke rumahnya.

__ADS_1


Terlihat Zean dan Reva yang sedang menunggu Sally kembali. Wajah Zean berubah marah, dia menatap Sally dengan tatapan tajamnya menatap ke arah Sally.


Sally kemari, " teriak Zean ".


Sally berjalan menghampiri Zean, tapi Steve menahannya.


Sally kemari, " teriak Zean sekali lagi ".


Sally menatap Steve memberinya isyarat agar melepaskan tangannya, tapi Steve tak mau melepaskannya.


Sally, jangan pernah menolakku lagi, ingatlah kekasihmu adalah aku, bukan dia.


Steve mencium lembut bibir Sally di depan Zean.


***


Sally terjatuh saat mencoba melerai pertengkaran mereka berdua. Keningnya terbentur meja yang berada di sudut ruangan. Darah segar keluar perlahan dari kening Sally.


Zean, Steve, dan Reva berlari menghampiri Sally.


Berhenti. Jangan dekati aku, " teriak Sally sambil berjalan ke kamar meninggalkan mereka ".


Dalam hati Sally menggerutu, dua pria ini adalah pembohong besar, mereka berdua pernah bilang mau melindungiku, ' apanya yang melindungi, kepalaku bocor begini '.


Zean berjalan mengikuti Sally ke dalam kamar. Dia mengambil kotak P3K dan merawat luka di kening Sally.


Awal Sally menolak Zean menyentuhnya tapi dia terus memaksa.

__ADS_1


Trima kasih kak Zean sudah mengurusku, tapi aku masih kesal, " Sally mendorong Zean keluar dari kamarnya dan mengunci pintu dari dalam ".


Zean memohon pada Sally untuk membuka pintunya, Sally tak peduli dengan ucapan Zean.


***


Tengah malam Reva terbangun dari tidurnya, dia merasa haus , dia berjalan ke dapur dan menemukan Zean yang tertidur di sofa dan seperti kedinginan.


Zean bangun, kamu tidur dikamarku saja di sini terlalu dingin, " ajak Reva ".


Zean menolak ajakan Reva, dia tak ingin tidur seranjang dengannya.


Maksudku kamu bisa tidur di sofa, " Reva menjelaskan ".


Akhirnya Zean menyetujui ajakan Reva.


***


Keesokan harinya.


Sally terbangun, dia teringat kalau semalam dia membiarkan Zean tidur diluar, Sally mencarinya untuk meminta maaf. Sally berjalan ke lantai bawah dan tak melihat Zean.


Disaat yang bersamaan Zean keluar dari kamar Reva.


Zean terkejut melihat Sally yang sedang menatap tajam padanya.


Sayang, aku bisa jelaskan, ini tak seperti yang kamu pikirkan, " Zean menjelaskan ".

__ADS_1


Berhenti memanggilku sayang. Aku bukan sayangmu.


__ADS_2