Love Maze

Love Maze
Mencari Pekerjaan


__ADS_3

Sally menatap wajahnya ke dalam cermin dan berbicara pada dirinya sendiri.


Slamat pagi Sally, tetaplah semangat, saatnya kembali menghadapi kenyataan.


Fighting !!!


Sally melangkahkan kakinya menuruni tangga dan menghampiri Zean dan Reva yang sedang menikmati sarapan pagi.


Slamat pagi kak Zean, " sapa Sally sambil mengambil roti dari tangan Zean ".


Sally melihat ke arah Reva dan mengedipkan mata kanannya sebagai kode agar Reva membantunya.


Disini ada aku dan Zean, kenapa kamu hanya menegur Zean, " ucap Reva ".


" Karena kamu belum menjadi kakak iparku, jawab Sally sambil tersenyum ".


Reva mengerti dengan kode yang di berikan Sally.


Dia mengambil kunci mobil dari saku celananya dan memberikan pada Sally.


Zean melihatnya dan memarahi Reva.


Terjadi pertengkaran diantara mereka berdua.


Kemarahan Sally sudah sampai ke ubun-ubun.


Zean selalu saja membatasi ruang geraknya, dia selalu berpikir Sally ingin bertemu Steve, padahal dia hanya ingin mencari pekerjaan. Bukan karena Zean tak memberinya uang, tapi dia tak mau lagi bergantung pada Zean.


Apakah black card yang aku berikan padamu tidak cukup, " tanya Zean ".


Sally kesal, dia mengambil black card itu dari dalam tasnya, dia mengembalikan pada Zean beserta dengan kunci mobilnya.


Sebelum Sally pergi, dia mengingatkan Zean untuk segera mengurus surat perceraian seperti yang dia janjikan.


***


Zean menelpon seseorang, dia memerintahkan orang tersebut untuk menyebarkan info ke perusahaan lain, agar jangan menerima istrinya Sally untuk bekerja di perusahaan manapun, jika ada yang berani membantah perintah, maka Zean akan menghancurkan perusahaan tersebut.

__ADS_1


Dilain waktu, Sally pergi ke beberapa perusahaan untuk melamar pekerjaan, tapi lamarannya langsung di tolak.


Ini yang terakhir, semoga aku diterima.


Slamat siang pak, " tegur Sally ".


" Saya lihat di koran, perusahaan bapak membutuhkan seorang sekretaris. Saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan bapak ".


Pria tua genit yang berdiri di depannya, sedang melihat penampilan Sally dari atas hingga ke bawah.


Ya, mulai besok kamu boleh bekerja disini.


Sally tersenyum senang dan mengucapkan terima kasih. Tapi hanya sementara, belum sampai lima menit pria tua itu langsuk menolak Sally setelah membaca lamarannya.


Pria itu mencoba mengingatnya lagi.


Sally Stephani Cole, itu nama yang di diberikan tuan Zean.


Maaf tapi saya tidak bisa menerima anda di perusahaan saya.


Sally terlihat kesal.


Kamu tahu apa artinya itu ?


Pria itu menggelengkan kepalanya.


" Itu artinya kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan merekrut orang berbakat sepertiku. Dasar bodoh ".


Sally puas meluapkan kekesalannya, lalu dia pergi meninggalkan perusahaan tersebut.


***


Sally duduk di halte bus menunggu bus berikutnya.


Aku lelah sekali hari ini, ternyata mencari pekerjaan sangatlah susah, tidak ada yang mau menerimaku.


Sally kembali kerumah, dia berjalan dengan memegang kedua sepatunya, tumit kakinya terlihat lecet akibat gesekan sepatu.

__ADS_1


Slamat malam, " Sally menyapa Zean dan Reva yang sedang duduk bersama ".


Sally kembali ke kamarnya.


Dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu tertidur tanpa mengganti pakaiannya.


Zean mengikuti Sally tapi Reva memegang tangannya dan menyuruhnya menemani dia sebentar lagi. Zean menuruti kemauan Reva tapi di dalam pikirannya dia sedang memikirkan Sally.


Zean, kapan kamu bercerai dengan Sally ?, " tanya Reva serius ".


Zean tak memperdulikan perkataan Reva.


Dia kembali ke kamarnya untuk melihat keadaan Sally.


Dia terlihat sedih melihat Sally.


Zean membersihkan kaki Sally, lalu mengoleskan obat pada tumit Sally yang lecet. Sally terlihat lelah, sampai tak sadar saat Zean mengurusi kakinya yang lecet.


***


Reva kembali ke kamarnya, dia terlihat kesal, kalau sikap Zean seperti ini, bagaimana dia bisa melupakan Sally.


Dia stres dan merasa tak nyaman dengan jantungnya. Reva mengambil beberapa obat-obatan dari dalam tasnya lalu meminumnya.


Aku harus memikirkan cara menjauhkan Sally dari Zean.


Saat itu Reva mengingat Steve, dia menelponnya dan mengajaknya bertemu.


***


Keesokan harinya di Cafe A


Hai adik ipar, " sapa Reva berbasa-basi ".


Steve menyuruh Reva langsung pada intinya saja.


Reva menceritakan pada Steve tentang sikap Zean dan Sally, walaupun mereka berdua hanya berpura-pura menikah, tapi sepertinya mereka saling jatuh cinta. Seharusnya dalam dua minggu ini mereka harus segera mengurus perceraian mereka.

__ADS_1


Kita harus bekerjasama memisahkan mereka berdua, jika mereka bercerai, kamu bisa mendapatkan Sally kembali, dan aku mendapatkan Zean, " Reva mengutarakan rencananya ".


__ADS_2