Love Maze

Love Maze
Surat Cerai VS Malam Pertama


__ADS_3

Zean mengejar Steve dan Sally tapi tak menemukan mereka berdua. Dia mencoba menghubungi Sally tapi Sally tak mengangkat panggilan itu.


Sedangkan Steve membawa Sally ke rumahnya. Mereka berdua duduk di salah satu sofa di dekat ruang tamu.


Dari sepanjang perjalanan sampai sekarang, Sally hanya diam. Dia akan bicara kalau Steve yang duluan bertanya. Steve tahu Sally sedang memikirkan Zean.


"Sally, apa kamu mencintai Zean," tanya Steve.


Sally menatap Steve, dia membutuhkan waktu beberapa detik untuk menjawab pertanyaan itu.


"Tentu saja tidak, dia hanya kakakku saja, tidak lebih," jawab Sally membohongi perasaannya.


Steve merasa senang dengan jawaban yang diberikan Sally. Dia memeluk Sally sambil berucap, "Aku tahu Sally, kamu hanya mencintaiku."


Steve memohon pada Sally agar segera mengurus perceraian dia dan Zean. Karena dia tak bisa menunggu lebih lama lagi, dia ingin segera menikahi Sally setelah dia bercerai dengan Zean.


"Ya Steve, aku akan mendesak kak Zean untuk segera mengurusnya," ucap Sally.


***


Sally kembali ke rumah, di sana Zean sudah menunggunya sedari tadi. Mata mereka berdua saling bertemu.


"Kak Zean dalam minggu ini, tolong urus perceraian kita," Sally memulai pembicaraan.


Lagi-lagi Zean memberi alasan untuk mengundur perceraian ini. Dia meminta Sally menunggu sebulan lagi. Sedangkan Sally tak mau mengulur waktu lagi.


Dengan berat hati, Sally memohon pada Zean, agar dia mau melepaskan Sally.


Zean tampak kecewa. Sally menolaknya di saat dia yakin dengan perasaannya terhadap Sally.


Kalau seperti ini, dia tak perlu lagi menjelaskan kejadian yang terjadi pada Sally.


Zean mengabulkan permintaan Sally untuk bercerai, tapi syaratnya dia dan Zean selama tiga hari akan menghabiskan waktu bersama, tanpa diganggu siapa pun. Mereka pergi ke suatu tempat, ya anggap saja ini sebagai hadiah terakhir Zean untuk istrinya Sally.


Sally menelpon Steve memberitahukan semua padanya. Steve menyetujuinya, hanya tiga hari saja dia bisa menunggu, asalkan Sally dan Zean bercerai.

__ADS_1


***


Hari yang di tentukan telah tiba.


Hari pertama, Zean mengajak Sally ke tempat-tempat yang dulu dia dan Zean pernah kunjungi. Zean membawanya ke sana dengan harapan, Sally akan mengubah keputusannya.


Hari kedua, Zean mengajak Sally menginap di vila pribadinya di kota C. Mereka berdua menghabiskan waktu seharian, mereka jalan bersama, makan bersama, bersepeda bersama, semuanya mereka lakukan bersama, karena besok mereka akan bercerai.


***


Mereka berdua kembali ke villa.


Zean merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu berpura-pura tidur. Sally tahu Zean hanya berpura-pura, sehingga dia mengoncang tubuh Zean agar dia terbangun.


"Kak Zean ayo bangun, kamu jangan berpura-pura tidur. Mana surat perceraian yang kamu janjikan." tanya Sally.


Zean kesal, dia menarik tangan Sally untuk tidur di sampingnya. Zean memeluknya sambil berucap, "Iya sebentar Sally, nanti akan aku ambilkan asalkan kamu mau membiarkan aku memeluk mu sebentar saja."


***


Sebenarnya, malam ini adalah malam terakhir mereka bersama, karena besok mereka harus menghadapi kenyataan, mereka berdua bukan lagi suami-istri.


Zean melepaskan pelukannya dari tubuh Sally. Dia dan Sally duduk bersandar ke tepian ranjang.


"Zean bertanya pada Sally, apakah selama setahun ini, Sally pernah mencintainya sebagai seorang suami?"


Sally menjawab jujur perasaannya terhadap Zean, selama ini dia tak pernah menganggap Zean sebagai kakaknya, dia lebih senang jika menganggap Zean sebagai suaminya.


Tapi semua sudah berlalu, semuanya harus kembali ke tempat semula. "Mana surat cerainya kak Zean," tanya Sally.


Zean mengambil surat cerai itu dari dalam kopernya, dan memberikan pada Sally. Tanpa pikir panjang Sally menandatangani surat cerai itu.


Melihat hal itu Zean kesal dan keluar dari kamar. Dia terlihat gelisah, dia tak ingin kehilangan Sally.


Zean mengambil sebuah kotak kecil berwarna merah. Di dalam kotak itu berisi cincin pernikahan Zean dan Sally.

__ADS_1


"Tidak, aku tak bisa kehilangan Sally," ucap Zean lalu kembali ke kamar menemui Sally.


Didalam kamar Sally juga terlihat sedih.


Zean masuk ke kamar dan mendapati Sally sedang menangis. Zean datang menghampirinya dan duduk di samping Sally.


"Sally, aku tak ingin mengakhiri pernikahan ini, sedari awal aku duluan yang mencintaimu," Zean menceritakan dari awal, lalu meminta Sally segera memutuskan hubungannya dengan Steve.


Akhirnya Sally jujur pada Zean tentang perasaannya. Dia benar-benar mencintai Zean dan juga tak ingin mengakhiri hubungan ini.


Zean memberikan kotak kecil itu pada Sally dan menyuruhnya membukanya. Wajah Sally berubah ceria saat melihat cincin pernikahan dia dan Zean.


Tanpa berpikir panjang Zean mengambil cincin itu dan menyematkannya di jari manis Sally, begitupun juga dengan Sally.


***


Zean dan Sally saling menatap.


Zean membelai lembut Sally dengan sentuhan-sentuhan erotis.


"Sally, aku menginginkan mu malam ini," bisik Zean di telinga Sally.


Zean mengecup lembut bibir Sally.


Sally tetlihat gugup dan kaku.


"Apa kamu takut Sayang?," tanya Zean.


"Ia kak Zean," jawab Sally dengan wajah yang memerah.


"Jangan panggil aku kakak, panggil saja namaku," perintah Zean.


"Ze...an, Zean...," ucap Sally terbata.


"Ia sayang...," ucap Zean lembut.

__ADS_1


"jangan takut sayang, aku akan melakukannya pelan-pelan," bisik Zean di telinga Sally.


Malam pertama mereka berdua terjadi di saat hari perceraian sudah ditentukan.


__ADS_2