
Setelah seharian menghabiskan waktu bersama Steve, akhirnya Sally kembali ke rumah. Dia menemukan Zean yang duduk di sofa di temani beberapa botol wine.
Kak Zean, jangan minum lagi, " ucap Sally sambil mengambil gelas berisi wine dari tangan Zean ".
Zean mengambil kembali gelas berisi wine yang sudah di ambil Sally.
Sally yang kesal lalu berjalan meninggalkan Zean, tapi Zean memegang tangan Sally.
Jangan pergi Sally, temani aku sebentar saja,
tolong …, " pinta Zean ".
Sally duduk di samping Zean.
Aku tahu, hari ini kamu seharian bersama pria b******* itu, " ucap Zean marah ".
Zean dalam keadaan mabuk, dia terlihat mengungkapkan apa yang dia rasakan saat ini.
Dia mengatakan kalau dia terus memikirkan Sally, dia tak mengerti perasaan seperti apa yang dia rasakan terhadap Sally. Cinta kah? atau Ego kah?, tapi satu hal yang dia tau, saat ini dia tak bisa melihat Sally bersama dengan pria lain.
Dia sadar, pernikahannya dengan Sally hanya berpura-pura, tapi kenapa semakin dekat waktu untuk berpisah dia seakan tak bisa melepaskan Sally. Mungkin terasa egois tapi inilah yang dia rasakan saat ini.
Zean merebahkan tubuhnya di atas sofa dan menyandarkan kepalanya di pangkuan Sally.
Sally membelai rambut Zean dengan lembut.
Terlihat setetes demi setetes air mata yang keluar dari mata Zean.
__ADS_1
Melihat Zean yang seperti ini, kenapa hati ku terasa sakit ?, " ucap Sally seakan ikut merasakan kesedihan Zean ".
Sambil membelai rambut Zean, Sally juga mengungkapkan apa yang dia rasakan saat ini.
Sebenarnya Sally juga bingung, perasaan seperti apa yang dia rasakan terhadap Zean, yang dia tau dia selalu bahagia jika bersama dengan Zean.
Dia juga tak sanggup membayangkan apa yang terjadi nantinya jika harus berpisah dengan Zean, tapi hari itu semakin dekat.
***
Pagi yang cerah membangunkan Zean dari tidurnya. Saat terbangun dia menemukan dia tertidur di pangkuan Sally.
Zean menatap wajah Sally lalu mencium bibir Sally dengan lembut.
Sally terbangun dari tidurnya, dan tak melihat Zean di sampingnya.
***
Setiap hari sepulang bekerja, Steve selalu menjemput Sally. Mereka selalu bersama setiap waktu sehingga membuat Zean tak bisa lagi menahan amarahnya.
Sebenarnya Zean terlihat tak memperhatikan Sally, tapi yang terjadi adalah Zean diam-diam menyewa
seseorang untuk mengikuti Sally kemana pun dia pergi.
***
Di ruang kerjanya, Zean di datangi seseorang yang misterius. Terlihat orang tersebut menyerahkan sebuah amplop besar yang berisi informasi tentang Steve dan Sally.
__ADS_1
Kamu boleh pergi, aku akan mentransfer uangnya padamu, " ucap Zean ".
Seseorang yang misterius itu meninggalkan ruangan kerja Zean.
Zean membuka amplop itu dan membaca satu per satu lembarannya, ternyata Zean sedang mencari tau tentang identitas Steve, lalu Zean mengambil beberapa lembar foto dari dalam amplop itu.
Zean menjadi marah setelah melihat beberapa lembar foto Steve dan Sally yang terlihat mesra.
***
Zean terlihat berjalan mondar - mandir di depan pintu, dia sedang menunggu kepulangan Sally.
Saat Steve dan Sally datang, Zean menyembunyikan dirinya di balik tiang.
Sally berjalan memasuki pintu rumahnya, Zean menarik tangan Sally dengan kasar.
Setiap hari kalian selalu bersama, apa tidak jenuh?, Dan kamu Sally, di mana harga dirimu ?, Sebagai seorang wanita yang sudah menikah, seharusnya kamu bisa menjaga jarak dari pria lain?, " ucap Zean marah ".
Sally tertawa...
Apa kamu sedang cemburu kak Zean ?, " tanya
Sally ".
Siapa yang cemburu ?, Sadarlah Sally, aku hanya menganggap mu sebagai adikku saja tidak lebih.
Lagian tiga bulan lagi kita akan berpisah, tak bisakah kamu menahan dirimu untuk tak bertemu dengan pria itu, karena sekarang kamu itu masih istriku, " ucap Zean kesal ".
__ADS_1
Sally terlihat kecewa dengan ucapan Zean yang hanya menganggapnya sebagai seorang adik, sebenarnya di dalam hati nya, dia mengharapkan lebih, tapi dia juga tak bisa menjelaskan kenapa dia berharap seperti itu.