
Beberapa hari ini Sally terlihat sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa makan dengan teratur, sehingga dia harus mengkonsumsi obat maag yang di berikan dokter.
***
Sally berlari masuk ke dalam kamar mandi, dia merasa seperti ingin muntah tapi tak bisa memuntahkannya. Zean berlari mengikuti Sally ke kamar mandi, dia takut terjadi sesuatu dengan Sally, dia hanya mengkhawatirkannya.
Sally terus merasa mual, sehingga Zean yang melihatnya mengira Sally sedang hamil. Karena kesal, Zean menendang pintu kamar mandi, dan membuat Sally terkejut.
Apa yang kamu lakukan kak Zean, kamu mengagetkan ku saja, " teriak Sally ".
Zean mulai memarahi Sally.
Sally, kamu masih istriku, selama ini aku tak pernah melewati batasku dan selalu menahan diriku agar tak melakukannya padamu, tapi pria b******* itu dengan berani menyentuh mu dan membuatmu sampai hamil.
Aku akan menghabisi pria itu, " ucap Zean marah ".
***
Sally menjelaskan pada Zean bahwa dia masih perawan bagaimana mungkin bisa hamil, dan penyebab dia selalu merasa mual karena sakit maag nya kambuh lagi.
__ADS_1
Zean tak menghiraukan ucapan Sally dan membawa nya ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kehamilannya.
Sesampainya di Rumah Sakit, Sally menolak untuk masuk karena dia merasa tak melakukannya, sehingga tak perlu membuktikan apa pun, tapi melihat Zean yang terus mengomeli dirinya tanpa henti, akhirnya Sally terpaksa mengikuti keinginan Zean.
***
Maaf Tuan Zean, istri anda tidak hamil, istri anda hanya menderita sakit maag, anda harus berusaha lebih giat lagi " ucap dokter Rico sambil menepuk bahu Zean berulang ".
Wajah Zean dan Sally memerah karena malu.
Beraninya kamu meragukan kemampuanku, apa kamu pikir aku tak bisa membuat istriku hamil ?,
" ucap Zean kesal ".
Maaf Tuan Zean saya benar-benar minta maaf, saya tak bermaksud seperti itu, tolong ampuni saya, " ucap dokter Rico ketakutan ".
Zean memegang tangan Sally meninggalkan Rumah sakit dan kembali ke rumah.
***
__ADS_1
Zean mengantar Sally ke kamar dan menyuruhnya berbaring sebentar sambil menunggu Zean memasak bubur untuknya.
Saat Zean di Inggris, dia tinggal di apartemen, sehingga dia terbiasa melakukan semuanya sendiri, termasuk dalam hal memasak dia sangat pandai.
Zean membawakan bubur ke kamar. Dia menyuapi Sally sampai bubur itu habis tak tersisa. Lalu Zean memberi obat dan menyuruh Sally meminumnya segera.
Dalam hati kecil Sally berkata, sakit seperti ini juga ada manfaatnya, hubungannya dengan Zean kembali seperti dulu, walaupun terkadang terlihat seperti tak peduli, tapi ternyata dia diam-diam masih peduli pada Sally.
Sally tertawa kecil.
Zean menyentikan jari telunjuknya di kening Sally.
Kenapa kamu tertawa ?, Apa ada yang lucu ?, Lebih baik kamu istirahat, dan untuk sementara ini kamu tak perlu bekerja, " ucap Zean ".
Trima kasih Tuhan, kamu telah mengembalikan Kak Zean ku seperti dulu, " Sally kegirangan ".
Zean ikut tersenyum.
***
__ADS_1
Maaf Sally aku tak mempercayai ucapanmu, saat itu aku panik, pikiranku kacau ?, " ucap Zean sambil menyentuh tangan Sally".
Sally menjelaskan, bahwa Zean harus percaya padanya karena dia tau saat ini dia masih bersama Zean, walaupun hanya berpura-pura sebagai suami-istri tapi pernikahan dia dan Zean itu nyata, oleh karena itu dia tak akan mungkin melakukan hal seperti itu, karena dia menghargai pernikahan ini.