Love Maze

Love Maze
Pernyataan Cinta Zean


__ADS_3

Zean memandang pantulan bayangan dirinya dari dalam cermin.


Sepatah kata yang dia rangkai hanya untuk menyatakan cintanya pada Sally.


" Adikku Sally, aku mencintaimu... "


" Tidak. Seharusnya bukan seperti ini... "


Zean mengulangi lagi sepatah kata yang telah dia rangkai.


" Sally, aku mencintai kamu... "


"Oh Shitt... Aku tak bisa melakukannya, ini bukan diriku yang sebenarnya. Biasanya semua wanita selalu takluk padaku, tapi kali ini aku yang ditaklukkan oleh adikku sendiri. "


Zean memejamkan matanya dan mulai membayangkan.


" Sally, aku mencintai kamu, apakah kamu bersedia memberikan aku satu kesempatan lagi ? ".


" Ya kak Zean, aku juga mencintaimu ".


" Zean memegang tangan Sally lalu mencium bibir indah Sally. "


Teriakan Sally membuyarkan lamunan Zean.


Terlihat Zean sedang memoncongkan bibirnya dan mencium cermin itu yang dikiranya adalah Sally.


" Kak Zean, apa kamu tidur di dalam ?, aku juga ingin mandi. "


Zean keluar dari kamar mandi dan berpaspasan dengan Sally.


" Sally, kamu membuatku seperti orang gila. "


Saat itu Sally melepas rambut panjangnya, dan membiarkannya terurai.


Sally menyisir rambutnya menggunakan tangannya.


Zean terpana menyaksikan pemandangan itu, padahal sebelumnya dia selalu melihat Sally seperti itu.


Kak Zean, hapus ileran di mulut mu itu ?, " ucap Sally lalu berjalan melewati Zean ".

__ADS_1


***


Hari ini Zean terlihat aneh, dia memakai pakaian bergaya casual yang disukai Sally.


" Sally, bersiaplah aku ingin mengajak mu berkencan "


Sally menolak ajakan Zean.


Dia tak mau pergi berkencan dengan berpakaian seperti orang hamil.


" Sally aku mohon, adikku sayang ".


Sally tersenyum melihat tingkah Zean.


" Ia...ia... kak Zean tunggu aku dibawah saja "


Sally melihat pantulan tubuhnya dari dalam cermin dan memegang perutnya yang terlihat membesar karena bantalan. Dia tersenyum.


Zean kembali kekamar mengambil ponselnya.


Melihat tingkah Sally, Zean menghampiri dan memeluk Sally dari belakang.


Pantulan bayangan Zean dan Sally saling menatap dari dalam cermin. Zean menyibakkan rambut Sally ke depan. Terlihat bagian tengkuk Sally yang membuat Zean tak bisa lagi menahan dirinya, tanpa sadar dia mencium tengkuk Sally berulang. Sally memejamkan matanya seakan pasrah dengan sentuhan yang diberikan Zean.


Tiba-tiba ponsel Sally berdering mengacaukan semuanya...


Sally tersadar dan menjauhkan dirinya dari Zean.


" Kak Zean aku menunggumu di bawah ".


Sally mengangkat panggilan itu dan berjalan meninggalkan Zean.


***


Zean turun ke lantai bawah dan bertemu kedua orangtuanya.


Ayah, ibu... aku ingin mengejar istriku lagi, mohon doa restu kalian, ucap Zean meminta dukungan.


Kedua orangtuanya tersenyum.

__ADS_1


Zean mengajak Sally ke tempat-tempat yang pernah mengukir kenangan mereka berdua.


" Slamat malam tuan dan nyonya, hari ini ulang tahun restoran kami yang kelima. Untuk itu, kami memilih kalian pasangan yang beruntung mendapatkan menu makan malam special secara gratis, tapi syaratnya tuan dan nyonya harus berfoto mesra, ujar salah satu pelayan. "


" Ya. trima kasih, kami akan senang sekali ".


Sally menerima persyaratan itu.


Sesi foto berakhir...


" Sally, aku sanggup membeli restaurant ini, kenapa kamu harus bersusah payah demi mendapatkan makanan gratis. "


" Bukan begitu kak Zean, aku hanya ingin fotonya saja, siapa yang tahu kalau suatu hari aku melupakanmu, mungkin dengan melihat foto kita berdua, aku bisa mengingat mu lagi. "


Sambil menikmati makan malam. Zean mencari kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya pada Sally. Selalu tak berhasil, ada saja ada halangan saat dia ingin menyatakan cintanya.


Ponsel mereka berdua sama2 berdering.


Baik Zean maupun Sally sama-sama tak mengangkat panggilan itu. Panggilan itu dari Steve dan Reva.


***


Mereka kembali kerumah, tak ada sesuatu yang terjadi. Zean belum sempat menyatakan cintanya pada Sally.


Sally mengambil bantal dan selimut dan memberikan pada Zean yang masih duduk disofa.


Zean memegang tangan Sally.


" Sally aku mencintai kamu, aku ingin membatalkan perceraian kita, tolong beri aku satu kesempatan


lagi. "


Sally menatap wajah Zean dengan serius, lalu tertawa.


" Sudahlah kak Zean jangan berbohong lagi, saat itu kamu menipuku seperti ini, kali ini aku tak mungkin tertipu lagi ".


Sally mematikan lampu di kamarnya.


Tak biasanya Sally tidur dengan lampu yang dipadamkan. Dia sengaja melakukannya, karena tak ingin Zean melihatnya menangis, dia takut hatinya terluka lagi karena Zean pernah membohonginya seperti itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2