
"Jangan bergerak, tetap diam di tempatmu." ucap Jayden dingin pada gadis yang sejak tadi tak berhenti bergerak di sampingnya.
Gadis itu mendegus kesal, pacarnya sama sekali tak pernah berlaku Romantis padanya. Hanya seperti kulkas berjalan, ia jadi bertanya-tanya kenapa dirinya bisa menyukai pria di sampingnya itu.
"Sudah aku bilang, jangan bergerak dan duduk tenang di tempatmu," ucap Jayden lagi dengan raut wajah datar yang tak lepas dari wajahnya. Ia cukup terganggu melihat gadis yang menjadi kekasihnya itu, terus bergerak hingga ujung dress berwarna pink tersingkap ke atas hingga memperlihatkan paha putih gadisnya.
Gadis itu tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jayden, terus saja bergerak Tan menentu di tempat duduknya. Mengabaikan Jayden yang kini menatap tajam padanya.
Tangan Jayden terkepal kuat, bukan karena gadis itu tak mendengar ucapannya, hanya saja mata para pria yang menatap ke arah gadisnya. Hal itu yang membuat ia tak suka, karena saat ini mereka tengah duduk di taman, menikmati hari libur sekolah di Minggu sore.
"Jika kamu tidak berhenti bergerak, aku akan menciummu!" Ucap Jayden yang diabaikan oleh gadis itu.
"Memangnya kau berani... emmp." belum selesai berucap, bibir Jayden sudah lebih dulu menyentuh bibirnya, membuat sang gadis membelalakkan mata.
Tidak hanya sampai di situ, Jayden menekan tengkuk gadisnya dan terus merasakan bibir manis yang begitu memabukkan. Sembari melepas jaket berwarna hitam yang ia kenakan.
"Akh!" Gadis itu sedikit berteriak saat Jayden mengigit bibirnya hingga sedikit terluka.
Ia menatap tak percaya pada Jayden, sedang Jayden hanya diam sambil membenarkan posisi jaketnya untuk menutupi paha gadisnya. Tak ada ekspresi bersalah di wajahnya setelah menggigit bibir gadis itu, Jayden tetap pada raut wajah datarnya.
"Ih, itu sakit! Kenapa malah menggigit bibirku, lihat jadi luka." keluh gadis itu, memperlihatkan luka di bibirnya.
__ADS_1
Jayden diam, mencium sekilas bibir gadisnya lalu menatap dingin pada gadis di hadapannya itu.
"Itu sebagai tanda, jika bibir ini hanya milikku. Tidak boleh menjadi milik orang lain," ucap Jayden sedikit lantang, membuat para pria yang sejak tadi menatap kekasihnya, kini memalingkan wajah ke arah lain. Malu karena ketahuan menatap pacar orang.
"Hah? Memangnya bisa? Bagaimana jika aku bukan takdirmu?" Tanya gadis itu, seketika Jayden menatap lurus padanya. Diam tanpa mengeluarkan suara hingga tiba-tiba Jayden menarik gadis itu ke pelukannya, raut wajah yang tadinya dingin berubah hangat sambil terus mengusap rambut bagian belakang gadis itu.
"Aku akan membuatmu menjadi takdirku, apapun caranya akan aku lakukan. Karena sekali milikku, tetap menjadi milikku."
***
Waktu berlalu cukup cepat, hari-hari indah masa sekolah telah berakhir. Masa indah itu telah dilupakan oleh sebagian besar orang, tapi tidak dengan Jayden atau pun gadisnya, mungkin.
"Aku membencimu," ucap seorang gadis yang kini berdiri tidak jauh dari Jayden dengan sebuah pistol yang mengarah pada pria itu.
Jayden diam, ia tersenyum dengan wajah datarnya. Menatap sosok yang sudah lama tidak ia lihat, kini berdiri tidak jauh darinya dengan sebuah pistol yang mengarah padanya.
"Lama tidak bertemu, membuatmu semakin cantik." ucap Jayden, tanpa takut dengan pistol yang mengarah padanya.
"Aku juga membencimu, tapi rasa sayangku lebih besar dari kebencian itu sendiri!" ucap Jayden, ikut menarik pistol dari baik tubuhnya, mengarahkannya pada gadis itu.
DOR!
__ADS_1
***
Terbit antara tanggal 1 bulan Juni atau tanggal 1 bulan Juli.
Sedikit spoiler sebelum melanjutkan Reana and Dion bulan depan.
Mau di terbitin di mana nih?
Noveltoon/Mangatoon
*******
***
*******
*********
Silahkan berikan masukannya 😂😘ðŸ¤ðŸ˜Œ
"Kadang cinta itu lebih menyakitkan dari segalanya, karena cinta bisa membunuh secara perlahan tanpa sebuah senjata." ~Jayden Li.
__ADS_1