
Saat ini Neva, Gaza, Andre, dan Eliyah sedang menunggu kedatangan sang tuan rumah dan juga Nara temannya di taman belakang rumahnya Kenta.
"Seriusan, si tuan rumah malah ngilang gak tahu kemana ini, ponsel nya juga mati." Andre tertawa kasihan dengan dirinya sendiri dan teman-temannya, bukannya apa, ini adalah pertama kalinya mereka kerumah Kenta yang ternyata Kenta adalah orang kaya, dan lebih parahnya saat mereka sampai, pelayan rumah Kenta menyuruh mereka menunggu di taman belakang atas suruhan Kenta.
Flashback On
"Guys, kalian tahu rumah Kenta yang mana? Kenta ngasih alamatnya bener kan? Disini cuman ada rumah orang sultan soalnya." Gaza berbicara di panggilan grup dengan Andre, Neva, dan Eliyah sambil berjalan mondar-mandir di dekat rumah megah.
"Coba tunggu bentar, dikit lagi nyampe ke alamatnya." Neva menjawab dari seberang sana.
"Eh, Gaz, lihat kebelakang." Andre menyuruh Gaza untuk menghadap ke belakang lewat panggilan grup yang ternyata di belakang Gaza sudah terdapat Andre yang baru saja sampai.
Andre menghampiri Gaza setelah memastikan bahwa itu Gaza, "Kayaknya Kenta gak salah ngasih alamat, kalaupun dia salah, pastinya-" Ucapan Andre terpotong saat gerbang rumah megah itu terbuka, memperlihatkan seorang satpam.
"Kalian…temannya tuan muda Kenta bukan? Andre, Gaza, Neva, dan…siapa tuh namanya 1 lagi, E e e…Eliyah! Nah iya itu, benar kan?" Sejak daritadi Satpam sudah melihat gerak-gerik Andre dan Gaza di depan rumah tuannya lewat CCTV, dan satpam itu baru teringat kalau ia diberi amanat oleh tuan mudanya jika nanti teman-temannya akan datang kerumahnya.
__ADS_1
"Eh- i-iya pak, saya Gaza, dan ini teman saya Andre." Gaza memperkenalkan diri sambil menunjuk dirinya dan Andre.
"Oh…bener toh, pantas saja daritadi saya lihat dari CCTV kalian mondar-mandir aja disini, yaudah yuk langsung masuk saja, kata den Kenta saya disuruh untuk membawa kalian masuk." Bersamaan dengan itu Neva dan Eliyah yang baru saja sampai langsung menghampiri Gaza, Andre, dan satpam itu.
"Oh…berarti kalau ini Neva dan Eliyah ya? Ayo langsung masuk saja, kata den Kenta suruh tunggu di dalam, soalnya den Kenta keluar tadi." Setelah mendengar penjelasan sang satpam, keempat anak manusia itu saling melirik lalu mengangguk.
Hal pertama yang mereka lihat saat masuk adalah pemandangan indah yang mungkin ini adalah hal yang takkan bisa mereka lupakan.
Saat sang satpam mengantar keempat anak manusia itu kerumah utama, ternyata sudah ada pelayan yang menunggu mereka di depan pintu utama.
"Berasa jadi Bos."
"Gini ya rasanya jadi sultan."
"Pengalaman ini takkan kulupakan."
__ADS_1
"Subhanallah…"
Begitulah kira-kira isi pikiran mereka berempat sekarang.
Flashback Off
"Kenapa Kenta gak bilang langsung aja kalau rumahnya megah begini? Malu jadinya pas mondar-mandir di depan rumahnya, ntar dikira maling lagi." Gaza tertawa menyedihkan atas dirinya sendiri, mengingat dia sedari tadi terus mondar-mandir sambil menatap rumah megah Kenta tadi.
"Mungkin Kenta gak mau sombong makanya gitu, dia juga kalau di sekolah kan kayak kanebo kering, jujur penasaran sama senyumnya." Eliyah menjawab sambil membayangkan senyum Kenta.
"Yang terpenting, itu anak kemana, dan si Nara juga gak ada kabar sama sekali! Dia gak nyasar kan?!" Neva menjadi panik sendiri mengingat nasib teman sebangkunya yang entah bagaimana kabarnya saat ini.
"Mari kita doakan yang terbaik untuk Nara." Mereka ingin menyusul Nara, hanya saja mereka terlalu takut dan canggung untuk berdiri dari tempat yang mereka tempati sekarang.
Good Luck Nara!
__ADS_1