Love You In Silent

Love You In Silent
17. Dasar Bodoh!


__ADS_3

Kini Kenta, Neva, Gaza, dan Andre sedang menjenguk Nara yang sakit. Tatapan mereka terhadap Nara membuat Nara mau tak mau menundukkan pandangannya.


"Duh…mereka tahu darimana aku dirawat?" Pikir Nara dalam hati, ia tidak berani mengangkat wajahnya sama sekali.


"Apa tidak ada yang ingin kamu jelaskan, Nara?" Neva memulai pembicaraan dengan nada yang tidak biasanya jangan lupa dengan tatapannya yang mengerikan.


Nara memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan mencoba untuk menatap wajah beberapa sahabatnya.


"Umm…kurasa tidak-"


"Nara." Sebelum Nara selesai menjawab, Kenta sudah lebih dulu memperingatkan Nara untuk mengatakan segalanya yang ia sembunyikan.


Nara yang mendengar nada suara Kenta tanpa ia sadari ia malah menitikkan air mata yang dimana itu membuat semua sahabat Nara merubah ekspresi wajahnya menjadi khawatir.


"Eh- Ra maaf…Ken gak bermaksud…" Tangan Kenta ingin menghapus air mata Nara namun ditangkis oleh Neva dengan cepat.


"Haram Ken! Jangan pegang-pegang! Belum halal!" Neva langsung memarahi Kenta lalu duduk di dekat Nara dan memeluknya.


"Maaf Ra…kita cuman khawatir sama kamu…pas Kenta bilang kamu kritis tadi pagi aku langsung panik gak karuan dan langsung minta pergi kesini…kita cuman khawatir Ra…" Neva mengelus punggung Nara yang mulai menangis.

__ADS_1


"Maaf semuanya…Nara cuman gak mau membuat kalian khawatir. Bahkan Nara juga gak tahu kalau tadi pagi keadaan Nara nge-drop lagi…Nara gak pengen ngerepotin kalian doang…" Nara menyembunyikan wajahnya di bahu Neva. Nara bukannya menangis karena sedikit dibentak oleh Kenta, ia hanya terharu atas kekhawatiran para sahabat terhadapnya.


Dan disitulah mereka menyemangati satu sama lain. Berusaha untuk membuat Nara semangat kembali walau Nara masih belum boleh turun dari tempat tidur oleh ayahnya yang protektif.


"Kita pulang dulu ya Ra…oh iya, Eliyah minta maaf gak bisa jenguk kamu, soalnya dia ada di luar kota sekarang. Dasar bodoh! Kamu punya kita Ra, kenapa kamu masih ngerasa ngerepotin si?" Neva menyentil kening Nara seperti Neva menyentil kening adik-adiknya saat berbuat salah.


"Nara cuman…takut ngerepotin kalian aja…" Nara mengelus-elus keningnya yang barusan disentil oleh Neva. "Sentilannya sakit juga…" Nara menangis dalam hati.


"Kamutu gak ngerepotin Ra, bahkan kita merasa jadi sahabat yang gak berguna kalau kita gak tahu keadaan kamu." Andre memberikan kata-kata bijaknya.


"Ternyata Andre gini-gini bisa bijak juga ya." Gaza menggoda Andre.


"Ck! Kaki gue mulu kayaknya yang kena sasaran. Ntar gue pincang gimana?!" Gaza mengelus-elus kaki kesayangannya yang selalu menjadi korban tendangan para sahabatnya.


"Kayak gue tendang kenceng aja Gaz."


"Kalau gitu Nara, cepat sembuh ya! Jangan lupa minum obat dan istirahat yang banyak! Kita bakal jenguk kamu lagi nanti! Assalamu'alaikum…" Para sahabatnya mengucap salam lalu keluar dari ruangan Nara, meninggalkan Nara yang sendirian.


"Padahal mereka baru aja pergi…tapi aku sudah merindukan mereka kembali…" Sekelebat ingatan saat Kenta ingin menghapus air matanya membuat wajah Nara merona dan langsung bersembunyi di bawah selimut.

__ADS_1


Dan lama-kelamaan Nara tertidur dengan posisi selimut menutupi seluruh tubuhnya.


*****


Nara sedang memakan makan siangnya sendirian di ruangannya. Neva baru saja berpamitan pulang dan Nara sudah merasakan kesepian kembali.


Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka memunculkan sosok lelaki yang sangat dikenal Nara.


"Ka-kamu…"


Sementara itu di lobby rumah sakit.


"Gak papa kan ya gue ngejenguk Nara sendirian?" Kenta bergumam sambil menatap plastik tentengan di tangannya.


Kenta yang merasa dilema menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan itu membuat orang-orang yang berlalu lalang memperhatikan tingkah Kenta.


Beberapa detik kemudian Kenta menampar dirinya sendiri. "Sadar Ken, lu cuman jenguk Nara sebagai sahabat, bukan karena maksud lain." Kenta menepuk-nepuk pipinya yang sudah mulai merona.


Dan akhirnya Kenta memberanikan diri menuju ruangan Nara dengan sikap cool nya yang selalu ia tunjukkan kepada siapapun, kecuali Nara dan keluarganya tentunya.

__ADS_1


Mungkin akan tiba saatnya Kenta mengalami sesuatu yang tidak pernah ia alami di dalam hidupnya sebelumnya.


__ADS_2