Love You In Silent

Love You In Silent
7. Jadi itu Kamu?


__ADS_3

Neva terkejut mendengar cerita Nara, walau sebenarnya…


"Anu…Nara, itu- etto…" gagu Neva.


"Kenapa Nev? Kamu kok jadi ikut gemetar juga sih?" bingung Nara. Padahal Nara yang mengalaminya, namun kenapa Neva juga ikut bergetar?


"Uhm…se-sebenarnya…itu…aku. Hehe…" Neva menggaruk kepalanya yang tertutup hijab padahal kepalanya tidak gatal sama sekali.


Nara yang mendengar hal itu, shock? Tentu saja. Padahal Nara sudah berpikir ke hal-hal negatif, tapi ternyata pelakunya adalah teman sebangku dia sendiri? Nara gak habis pikir. Ngomong-ngomong, darimana Neva mendapatkan nomornya? Padahal Nara belum memberitahu nomornya kepada siapapun di sekolah barunya.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?! Kau tahu aku sudah takut jika ada orang yang menyebarkan nomor ponselku di sosial media. Bahkan aku sampai hampir tidak bisa tidur semalaman." Adu Nara. Semalam Nara bisa dibilang baru tertidur sekitar jam 1 malam karena memikirkan nomor asing itu.


"Se-semalam…saat telpon nya tersambung aku tidak mendengar suara apapun, aku juga sudah sempat berbicara kok! Tapi…tidak ada jawaban satupun darimu." Jelas Neva dengan hati-hati takut Nara semakin marah.


"Btw kamu memangnya dimana? Kalau alasanmu itu berarti karena sinyal kan, kau di hutan sampai sinyalmu jelek?" Nara sedikit merasa aneh dengan jawaban Neva.


"Hehe…iya." Neva memalingkan wajahnya dari wajah Nara yang sudah mulai shock.


"Ngapain kamu di hutan malem-malem?! Paranormal? Itu sekitar jam setengah 9 malam loh!" Nara mulai bertanya dengan tidak sabar.

__ADS_1


"Neva itu sudah sering paranormal di hutan dengan abang dan adeknya, jadi biasakan jangan kaget, memang saudara Neva kebanyakan memiliki hobi yang bisa dibilang…menarik." Bukan Neva yang menjawab melainkan Gaza yang baru saja masuk ke kelas tanpa sengaja mendengar obrolan Nara dan Neva.


"HAHHHH." Dan berakhirlah Nara shock dengan penjelasan Gaza.


*****


Kini bel sekolah sudah berbunyi, semua murid sudah pada masuk ke kelasnya masing-masing.


Kini Nara dan Neva sudah bertukar nomor ponsel dan Nara pun juga sudah tahu jawaban dari pertanyaan darimana Neva mendapatkan nomornya.


Saat para murid sedang mengobrol dengan teman-temannya, mereka dikejutkan oleh kedatangan murid yang sudah mereka tunggu-tunggu.


Nara merasa terkejut atas kedatangan murid itu, lebih tepatnya bingung. Ia menggunakan pakaian yang sama seperti para murid lain, tetapi dia sangat tinggi seperti mahasiswa kuliah.


Nara langsung ingat kejadian kemarin yang bagi Nara sangatlah memalukan karena Nara kabur begitu saja dari pria di depannya ini.


"Yo! Kau sudah pulang toh Ken? Kukira kau belum pulang." Andre menyapa pria di depannya itu. Tetapi pandangan pria itu tidak berpindah dari menatap Nara.


"Ciee…cinta pada pandangan pertama Ken?" Goda Neva yang menyadari tatapan Ken terhadap Nara.

__ADS_1


Ken tidak mengidahkan godaan dari Neva, beberapa detik kemudian dia beralih menatap Andre.


"Ya." Ken menjawab pertanyaan Andre dengan singkat, jelas, dan padat.


"Jadi…itu kamu Ken si ketua kelas?" Tiba-tiba Nara membuka mulutnya, kedatangan Ken membuat dia terkejut beberapa menit.


"Ya, orang yang kemarin kau temui di mall." Kenta menjawab dengan nada sehari-harinya tanpa senyuman sedikitpun.


"Cieee ketemuan ya…btw Nara serius kamu ketemu Ken kemarin?" Neva merasa antusias dengan yang di katakan Ken.


"Kami hanya secara tidak sengaja bertemu, itupun aku gak tahu kalau itu Ken…" Nara menunduk merasa malu karena kemarin ia pergi begitu saja dari Ken saat di mall.


"Kenalin, ini Akira Kenta Wiranda, dipanggil Ken." Neva memperkenalkan Ken yang hanya diam saja menatap Nara.


"Salam kenal Akira." Nara memberanikan dirinya untuk tersenyum kepada Ken.


Saat Ken melihat senyuman Nara untuk pertama kalinya, Ken pun tersenyum tipis tanpa diketahui orang-orang di sekitarnya.


"Ya, salam kenal Nara." Sengaja ataupun tidak, saat Ken menjawab, nada yang Ken gunakan terdengar sangat lembut tidak seperti nada yang ia gunakan untuk menjawab pertanyaan Andre tadi.

__ADS_1


__ADS_2