Love You In Silent

Love You In Silent
21. Masalah Kue Buatan


__ADS_3

POV Eliyah


"Alhamdulillah tepat waktu," saat aku melihat jam yang menunjukkan pukul 1 siang, aku langsung pergi ke kamar untuk melaksanakan ibadah sholat Dzuhur dan bersih-bersih.


Setelah aku sudah siap dengan penampilanku aku langsung pergi kembali ke dapur untuk memeriksa kue buatanku yang sudah jadi 1 jam yang lalu. Selesai meletakkan kue di kotak makan aku langsung pergi ke ruang tamu. Kami berdua sama-sama pulang di hari yang sama.


"Ini bakal jadi pertama kali Nara nyobain masakanku, kira-kira dia bakal suka gak ya? Aku sendiri juga gak tahu bagaimana selera dia seh…bodoh sekali kamu Eliyah gak tanya Nara nya dulu!" aku memukul kepalaku sendiri dengan pelan.


POV Eliyah End


Eliyah yang sudah siap, berniat untuk pergi dengan kakak perempuannya, namun sebelum ia bertemu kakak perempuannya…


"Siapa Kenta, Andre, dan Gaza?" Suara lelaki terdengar dari lorong mulai mendekat kearah Eliyah.


"Ck-" Eliyah yang mendengar hal tersebut langsung mencibikkan bibirnya sambil memalingkan wajahnya dari lelaki yang sudah berada di depannya ini.


"Sudah kubilang berapa kali El bilang kalau El gak suka privasi El di bongkar-bongkar." Eliyah langsung menatap tajam lelaki di depannya yang diyakini adalah abangnya.


Abangnya tersebut masih diam menatap Eliyah yang menatap tajam dirinya. Alih-alih menjawab pertanyaan Eliyah, ia menyodorkan ponselnya ke hadapan wajah Eliyah dan kembali bertanya, "Siapa ketiga lelaki ini?"


Eliyah yang muak dengan sikap sang abang memilih untuk langsung pergi keluar mengabaikan pertanyaan sang abang. "Mending aku naik gojek online aja kalau kudu nungguin kakak yang masih dandan dengan si posesif tingkat akut ini." gerutu Eliyah dalam hati.


Eliyah tidak mempedulikan panggilan sang abang yang berteriak memanggil namanya, Eliyah tetap melangkahkan kakinya keluar rumah dan mulai memesan gojek online lewat ponselnya. Setelah menunggu beberapa menit, gojek online tersebut sudah sampai di depan rumah Eliyah dan Eliyah langsung meluncur kerumah sahabatnya Nara tanpa mempedulikan pertengkaran yang sedang terjadi di dalam rumah.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu dan kini Eliyah sudah sampai di depan rumah Nara. Ini adalah pertama kalinya ia pergi kerumah Nara dan itu membuat dia sedikit gugup, sampai…


"Eliyah ya?" Suara lelaki di belakang Eliyah membuat Eliyah reflek melayangkan tinjunya kearah pria yang berada di belakangnya.


BUUGH


"Eh- eh maaf saya reflek memukul, maaf banget! Sakit banget kah?" Eliyah yang baru mendapatkan kesadarannya langsung membantu pria yang terjatuh berkat layangan tinjunya itu berdiri.


"Ti-tidak apa-apa, tenang saja. Tapi reflekmu tadi sangat bagus, aku sendiri sampai terkejut." Lelaki tersebut menerima uluran tangan yang diberikan oleh Eliyah. Selesai membersihkan celananya yang baru saja mencium lantai, lelaki itu kembali bertanya, "Ngomong-ngomong, kamu Eliyah temannya Nara kan ya? Kenapa tidak langsung masuk?"


"A-ah…apakah anda abangnya Nara? Kalau gak salah…oh iya Riyan William Hitomi?"


"Iya, saya abangnya Nara, mari masuk saja, Nara sedang di kamarnya, maaf kalau dia tidak bisa menjemputmu masuk. Kalau gitu mari masuk" Riyan mulai melangkahkan kakinya ke dalam rumah diikuti oleh Eliyah di belakangnya.


"Ngomongnya formal banget…berasa bos sama karyawan jadinya, hiks-" batin Eliyah menangis.


"Hmmm…" Nara mengunyah kue yang baru saja ia makan. Pasti tahu kan dari siapa?😏


GLEK


Eliyah yang tidak sabar akan reaksi Nara lagi-lagi menelan air liurnya sambil menatap Nara dengan penuh harap.


"Sebenarnya enak seh…cuman…" batin Nara terpotong sambil menatap wajah Eliyah yang terlihat serius, "Wajahnya membuatku merasa ragu untuk menjawab" Nara memalingkan wajahnya ke arah samping karena merasa gugup.

__ADS_1


Namun Eliyah salah paham akan reaksi Nara yang bagi Eliyah bahwa Nara tidak menyukai rasa kue buatannya. Kini Eliyah menundukkan wajahnya dan tak berani menatap Nara. Nara yang sudah kembali menatap Eliyah pun langsung merasa bingung dengan apa yang ingin ia ucapkan. Rasanya Nara langsung kehilangan semua kata-kata yang sudah susah payah ia pikirkan untuk ia ucapkan ke Eliyah.


Dan rasa canggung itu pun tetap berlangsung selama beberapa menit tanpa ada seorang pun yang berbicara.


*****


"Kalian kenapa gak ngasih tahu aku sih? Jahat!" Neva memakan kue buatan Eliyah dengan kesal.


Beberapa menit yang lalu.


Kecanggungan yang sudah terjadi selama kurang lebih 5 menit ini pun akhirnya berakhir saat tiba-tiba ada seseorang yang menerobos masuk dengan paksa.


"Assalamu'alaikum! Mamank!" Teriakan itu langsung menggema di seluruh kamar Nara membuat kedua insan yang sedari tadi berdiam diri pun terjengkit kaget melihat kehadiran seseorang di pintu. Siapa lagi kalau bukan Neva?


Waktu kini.


"Nev- k-kuenya…" Eliyah menatap kue buatannya yang tersisa sedikit dengan perasaan kesal.


"Kenapa? Seperti biasa, kuemu emang selalu enak El! Jadi pengen belajar masak sama kamu lagi deh" Lagi-lagi Neva berbicara sambil melahap santai kue buatan Eliyah yang berniat ia buatkan untuk Nara.


"Nev…" Eliyah pun mulai berdiri dari duduknya.


"Iya El? Napa? Aku udah minta maaf soal masakan gosong berkali-kali kan? Tapi gak papa deh minta maaf lagi. Maafin aku ya…aku gak pandai masak sama sekali, jadi…" belum selesai Neva berbicara, Eliyah sudah mendorong kursi yan Neva duduki dan…ya…

__ADS_1


"G-guys…c-calm down…" Nara yang melihat pertengkaran antara keduanya pun tidak tahu harus berbuat apa. Pada akhirnya Nara hanya pasrah di tempat tidurnya.


"Masakan gosong…aku merasa belum mengetahui banyak tentang mereka…apalagi yang sudah mereka lewatkan bersama ya…?"


__ADS_2