Love You In Silent

Love You In Silent
22. Kembali ke Sekolah


__ADS_3

Kini Nara sudah diperbolehkan untuk sekolah namun dengan syarat dari papanya kalau Nara sudah merasa lelah, ia harus segera pulang.


"Bismillah! Kamu kuat Nara!" Nara yang baru saja selesai memakai hijabnya langsung tersenyum sambil menatap dirinya sendiri di cermin.


"Nara! Sudah siap?" Terdengar teriakan dari luar kamar Nara membuat Nara langsung buru-buru mengambil tas sekolahnya dan keluar kamar.


Di dapur sudah terdapat mamah dan papa Nara, namun Nara tidak melihat abang ngeselinnya itu, dimana ia?


"Sarapanlah dulu sebelum berangkat, dan ini bekal dan minumanmu jangan lupa dibawa ya" Mamah Nara menyerahkan kotak makan dan botol minum kepada Nara dan langsung diterima oleh Nara.


"Kamu yakin udah gapapa buat sekolah? Gak perlu dipaksain, kesehatanmu yang utama Nara" Papa Nara bertanya dengan nada khawatir. Ia takut bahwa Nara hanya berpura-pura kuat untuk sekolah karena Nara selalu mengeluh bosan dirumah.


"Gapapa kok! Nara kan kuat!" Nara menjawabnya dengan senyuman yang lebar agar papa nya tak lagi khawatir kepadanya.


Papa Nara dan Mamah Nara pun memandang satu sama lain lalu kembali menatap Nara bersama.


"Kalau kamu merasa lelah langsung telpon papa aja ya, ataupun tiba-tiba tubuhmu merasa lemas" lagi-lagi ucapan Papa nya membuat Nara menjadi merasa bersalah karena sudah memaksa ingin masuk sekolah.


"Baik pa, Nara janji!"

__ADS_1


Selesai menghabiskan sarapannya, Nara pun langsung berangkat ke sekolah dengan diantar papanya.


Di perjalanan menuju sekolah saat melewati sebuah hutan yang terlihat sangat lebat entah kenapa tiba-tiba Nara merasa ada yang aneh, tetapi ia tidak tahu apa itu jadi Nara langsung menepis perasaan itu.


Beberapa menit kemudian pun akhirnya Nara sampai di sekolah dan langsung pamit untuk menuju ke kelas. Baru saja Nara sampai di kelas, para murid yang melihat kedatangan Nara langsung mengerubungi Nara.


Banyak yang menanyakan kabar Nara yang menghilang akhir-akhir ini, ada juga yang hanya ikut mendengarkan saja.


Nara yang merasa belum siap itu pun langsung merasa pikirannya kosong.


"Heh kalian! Baru dateng tuh dikasih duduk, bukan dikerubungin gitu! Kasihan sesek dia!" Neva yang baru datang langsung berada di belakang Nara dan langsung mengajak Nara untuk duduk.


"Tapi kamu gapapa kan Nar sekarang? Kudengar kamu sakit" salah satu siswi bertanya kepada Nara, terdengar jelas bahwa ia sangat menghkhawatirkan Nara. Begitupun dengan siswa siswi lainnya di kelas.


Nara pun juga merasa begitu kepada yang lainnya. Dan tentang kejadian tempo lalu saat mereka kehilangan rasa kebersamaan atas ketidak hadiran Nara selama beberapa hari sudah mereka pastikan akan menyembunyikannya dari Nara.


Kegiatan pembelajaran pun dimulai sebagaimana biasanya. Namun Nara merasa ada yang kurang. Dimana Gaza? Apa dia ada urusan atau sakit?


"Nev, Gaza tumben gak masuk" Nara berbisik pada Neva yang sedang menulis sesuatu di bukunya.

__ADS_1


"Iya juga, aku kurang tahu juga-" Neva tiba-tiba berhenti melanjutkan kalimatnya dan wajahnya berubah menjadi cemas.


Nara yang melihat itupun merasa aneh dengan perubahan ekspresi Neva yang tiba-tiba.


"Apa aku ketinggalan sesuatu atau apa?"


"Entah kenapa perasaanku mengatakan ada sesuatu buruk yang terjadi" batin Nara.


*****


"Kakak gapapa disini nemenin aku? Bagaimana dengan-" belum selesai anak kecil itu berbicara, seseorang di hadapannya sudah meletakkan jari telunjuknya di mulut anak kecil itu.


"Jangan khawatirkan kakak dan terus saja beristirahat ya" orang itu tersenyum lembut membuat anak kecil itu pun ikut tersenyum.


"Oke kak!" anak lelaki itu langsung memejamkan matanya dan mulai menuju alam mimpi.


"Setidaknya kamu harus bahagia setelah ini boy" orang yang menemani si anak kecil itu mengelus lembut rambut hitam anak itu, membuat anak kecil itu merasa semakin nyaman dalam tidurnya.


"Kau harus membayarnya!"

__ADS_1


"Membayar semua yang kau lakukan terhadapnya!"


"Termasuk membayar masa kecil yang seharusnya ia jalani dengan riang, tetapi kau menghancurkan masa kecil itu dengan tega."


__ADS_2