Love You In Silent

Love You In Silent
25. Siapa Dia?


__ADS_3

"Kak…kapan aku akan pulang? Tapi…aku gak pengen pulang kerumah menakutkan itu…" seorang anak kecil menangis kecil di ranjang rumah sakitnya.


Seorang yang dipanggil sebagai kakak itu mengelus lembut rambut anak itu agar ia bisa merasa tenang.


"Sebentar lagi…tunggulah sebentar lagi ya" Seorang kakak itu memberikan senyum terbaiknya agar anak kecil di depannya ini tenang.


"Sungguh?" Mata anak kecil yang tadinya terlihat berair kini berubah cepat menjadi terlihat berbinar. Sebegitukah keinginanmu untuk pulang?


"Ya! Abang janji!" Seorang yang ternyata adalah lelaki itu memberikan jari kelingkingnya kepada anak kecil itu. Ia yang mengerti akan hal itu pun langsung mengeluarkan jari kelingkingnya dan mengaitkannya dengan kelingking sang kakak di depannya.


"Tenang saja…setelah semua ini berakhir dan ia sudah menerima hukumannya, aku akan membawamu kembali ke tempat awal yang seharusnya kamu tempati."


*****


"Paman mau main polisi dan maling?"


Andre bertanya dengan tenang tanpa keraguan di wajahnya sedikitpun. Dan untungnya saat lelaki dewasa itu datang, Gaza sudah berhasil menemukan alat recorder yang ia lempar ke arah pot tanaman.


"Bocah-bocah tengik kayak kalian sopan banget ngomong gitu ke orang dewasa, dimana sopan santun kalian? Apa kau juga ingin mendapat skorsing seperti teman di sampingmu itu?" Paman itu menunjuk ke arah Gaza dengan tatapan merendahkannya.

__ADS_1


"Percuma kalian menangkapku. Karena paman tidak akan lengah sedikitpun" tanpa rasa takut sedikitpun, paman itu tetap berdiri disana menyaksikan Andre dan Gaza. Bahkan paman itu juga dengan tenang menceritakan alasan kenapa Gaza bisa kena skorsing.


"Apa paman tidak punya ketakutan sedikitpun jika kita merekam apa yang baru saja paman katakan?" Gaza bertanya dengan tenang.


"Untuk apa saya ketakutan karena hal itu. Dengar bocah, mau seberusaha apapun kalian, kalian gak bakal pernah bisa menangkapku." Paman itu berbicara dengan menekankan beberapa kalimat dan nada yang sekilas terdengar seperti mengancam.


"Bagaimana kalau bisa?" Bukan Andre dan Gaza yang bertanya, melainkan seorang lelaki remaja yang berbadan tinggi dan tegap di belakang paman itu.


Paman itu seketika berwajah pucat saat mendengar suara dari lelaki remaja itu, dan perubahan ekspresi itupun tak luput dari penglihatan Gaza dan Andre.


"Sudah bertahun-tahun kami mencari keberadaan Fandra, ternyata kalian masih berada di kota ini…,"


"Kerja bagus Za, serahkan saja disini padaku. Setidaknya ia harus menerima semua balasan yang sudah ia perbuat selama ini" lelaki itu berhenti di depan Gaza dan menepuk bahunya.


"Sejak kapan mereka saling kenal?" Batin Andre bertanya, ia sebenarnya ingin menanyakan tentang kedekatan keduanya dengan Gaza, tetapi ia urungkan saat ia melihat paman itu berlari kabur meninggalkan mereka.


"DIA KABUR!" Andre langsung berteriak dan mengejarnya, meninggalkan Gaza dan lelaki itu yang masih berbicara satu sama lain.


"Za, kejar orang itu bareng temanmu dan bawa dia ke tempat itu, aku akan menunggu disana" sebelum pergi, lelaki itu menepuk bahu Gaza dan langsung berlari cepat meninggalkan Gaza.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain.


"Gak bisa hubungin Andre?" Kenta bertanya sambil matanya melihat ke arah sebuah map di tablet nya.


"Gak bisa! Sepertinya pelaku itu melarikan diri?" Eliyah masih mencoba untuk menelpon Andre, namun tidak ada jawaban sama sekali, terlihat juga di map bahwa GPS Andre sedang bergerak cepat saat itu, yang kemungkinan si Andre sedang berlari mengejar si pelaku.


"Kalau gitu kita cepat hampiri mereka saja" Kenta mulai mengintruksikan asisten pribadinya agar mengikuti GPS Andre.


"Mudah-mudahan aja dia sudah bawa Gaza bersamanya."


*****


Kembali ke masa kini yang dimana masih terjadi pengejaran antara 3 orang.


Andre berusaha mempercepat langkah berlarinya agar bisa mengimbangi paman di depannya, mungkin karena kaki paman itu jenjang, jadinya Andre belum juga berhasil meraihnya.


"Ck- inilah kenapa gue pengen tinggi!" Andre berteriak dalam hati menahan kesal karena tubuhnya yang terlambat dalam pertumbuhan ketinggian.


Diantara Kenta, Gaza, dan Andre, Andre memanglah yang paling pendek diantara ketiganya, itulah kenapa Andre selalu merasa iri akan pertumbuhan tinggi Gaza yang sangat cepat. Kenapa tidak iri dengan Kenta? Karena di umur Kenta yang sudah masuk ke 15 tahun, wajar saja baginya jika tubuhnya lebih tinggi daripada siswa lain di sekolahnya.

__ADS_1


__ADS_2