Love You In Silent

Love You In Silent
13. Jangan Berharap


__ADS_3

"Ternyata rumahmu agak jauh juga ya Ken." Kini Nara sedang berada di mobil keluarga Kenta bersama ayah Nara, Kenta, dan juga sang supir yang mengendarai.


"Mungkin karena naik mobil jadi terasa lebih jauh." Ya, Kenta pergi menjemput Nara yang keluarganya adalah orang baru di daerah itu, jadi tidak ada satupun dari keluarganya yang mengetahui daerah alamat Kenta, melupakan temannya yang sedang menunggu mereka berdua saat ini.


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan mereka? Apa mereka sudah sampai?" Nara ingin menanyakan kabar para teman-temannya, namun sayang Nara lupa men-charge ponselnya semalam yang akhirnya mati pada saat dibutuhkan.


"Entahlah, aku meninggalkan ponselku dirumah." Kenta menjawab seadanya, yang penting Kenta sudah menyuruh satpam dan pelayannya untuk melayani mereka sembari menunggu dirinya dan Nara.


"Papah bisa ingat jalannya? Nanti kalau masih ragu Nara biar pesan gojek online saja." Nara menyarankan.


"Gapapa, papah gini-gini cepat hafal jalan kok, nanti kalau mau pulang tinggal telpon papah saja." Ayah Nara menjawab sembari mengelus kepala Nara lembut, Kenta yang melihat itu dari kaca spion nya tersenyum.


Kini mobil Kenta sudah mulai memasuki pekarangan rumah Kenta yang megah. Nara yang melihat itu merasa takjub, baru kali ini ia memasuki rumah megah seperti ini.


Setelah turun dari mobil dan berpamitan kepada ayahnya yang akan pulang diantar supir Kenta, Nara dan Kenta langsung masuk kedalam rumah menghampiri teman-temannya yang sudah beberapa menit menunggu kedatangan keduanya di dalam.


"Assalamu'alaikum…" Nara dan Kenta masuk dengan salam ke taman belakang yang dimana sudah ada keempat temannya.


"Akhirnya si bintang utama muncul juga. Ken parah banget lo malah ngilang, eh Nara juga udah sampai, btw Wa'alaikumussalam…" Andre ingin mengeluarkan unek-uneknya, namun melihat keberadaan Nara membuat dia tidak jadi mengatakannya, sekali lihat Andre sudah langsung tahu alasan Kenta pergi.


"Wa'alaikumussalam…" Gaza, Neva, dan Eliyah menjawab dengan nada sedikit lemas, karena sembari menunggu kedatangan tuan rumah mereka memilih untuk tidur sebentar.

__ADS_1


"Nara! Kukira kamu akan mengalami hal yang sama kayak kita." Neva yang melihat Nara lemasnya langsung hilang begitu saja dan bangun menghampiri Nara dengan wajah sedihnya membuat Nara kebingungan.


Kenta? Tentu saja dia pura-pura tidak melihat tatapan sinis dari keempat temannya.


*****


Selesai membahas cerita drama yang dibuat Nara, mereka semua berniat untuk memesan makanan lewat online, namun Kenta menolaknya dan menyuruh pelayan memasakkan sesuatu untuk teman-temannya.


"Ken, kenapa lo gak bilang kalau lo itu orang kaya si? Gue jadi malu mondar-mandir depan rumah lu tadi." Gaza mengeluarkan unek-uneknya yang sejak awal dia tahan.


"Gak ada yang nanya, dan gak penting juga kan dikasih tahu." Kenta menjawab seadanya karena memang bagi dia itu bukanlah hal penting.


Dan berlanjutlah mereka mengobrol sampai jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Mereka semua menunggu jemputannya di rumah Kenta karena keadaan sedang hujan jadi Kenta menyuruh mereka menunggu di dalam.


"Nar, kenapa nunggu di depan? Di dalam saja, lagi hujan, dingin." Kenta yang baru saja balik dari toilet mencari Nara di dalam rumah namun ia tidak menemukannya, dan ternyata Nara berada di teras rumah.


"Gak papa Ken, Nara nunggu disini saja." Nara tersenyum manis membuat Ken sedikit kesal.


"Masuk. Disini dingin Ra." Suara Kenta terdengar sedikit menyeramkan di telinga Nara membuat Nara memilih untuk masuk kedalam rumah Kenta.


Kenta mengajak Nara keliling dirumahnya, dan Nara hanya mengekori di belakang Kenta sambil melihat-lihat isi rumah Kenta.

__ADS_1


Mata Nara tertuju kepada sebuah piano hitam besar di dekat lorong. Nara yang tertarik dengan piano hitam itu langsung menghampiri nya.


Kenta yang memperhatikan Nara mulai menghampiri Nara.


"Kamu suka bermain piano?" Kenta mulai bertanya.


"Aku tidak pernah memainkannya, aku hanya pernah melihat sepupuku memainkannya, sebenarnya aku sedikit tertarik, namun…karena harga piano sangat mahal jadinya aku tidak pernah meminta belajar piano." Nara mulai duduk di kursi piano disusul oleh Kenta yang duduk di sebelahnya.


"Mau dengar 1 lagu?" Kenta menawar.


"Kenta bisa main piano?" Nara sedikit terkejut, entahlah, tentang apapun yang berhubungan dengan Kenta membuat Nara mulai penasaran.


"Tentu, mau dengar?" Kenta mulai membuka penutup not piano besar itu.


"Boleh." Nara baru menyadari bahwa mereka sangat dekat, membuat Nara sedikit risih, namun…kerisihan itu sedikit menghilang saat Kenta mulai memainkan piano.


Nada piano yang Kenta mainkan entah kenapa terdengar lembut dan halus di telinga Nara. "River Flows In You…sebuah permainan piano yang membuatku menyukai piano." Nara memperhatikan wajah Kenta yang tersenyum saat memainkan piano, tatapan mata yang selalu terlihat tajam di sekolah entah kenapa kali ini terlihat sangatlah sendu. Pemandangan itu membuat Nara tambah menyukai Kenta, "Jangan berharap Nara…kamu akan kecewa nanti, jadi jangan berharap."


Nara yang duduk menghadap ke belakang Kenta, lalu diiringi suara piano yang terdengar sejuk di telinga…Nara tak ingin melupakan momen ini…


******

__ADS_1


Assalamu'alaikum, author baper ;)


Kalau ada yang penasaran sama lagu piano yang dimainkan Kenta bisa kalian cari kok di youtube, judulnya 'River Flows In You' buatan Yiruma. Yiruma bisa dibilang salah satu pembuat beberapa lagu piano yang enak dan masuk gitu bagiku.


__ADS_2