
Sudah beberapa hari berlalu sejak tuan Irfan akhirnya dijebloskan ke penjara karena berbagai hal dan masalah yang telah ia lakukan.
Kini pun Gaza juga terbebas dari masa skorsingnya, guru yang memberikan skorsing kepada Gaza pun meminta maaf berkali-kali karena sudah terjatuh akan trik yang diberikan oleh Irfan.
Sekarang mereka semua sedang pergi menuju ke arah rumah sakit tempat anak kecil yang Gaza selamatkan dirawat selama ini.
"Za, selama ini yang ngerawat anak kecil itu kamu kah?" Sambil berjalan ke arah ruangan pasien, Neva bertanya dengan Gaza tentang pertanyaan yang Eliyah tanyakan beberapa hari yang lalu (episode 23).
"Bukan, ada seseorang yang merawatnya selama ini" Gaza menjawab sambil menatap Neva.
"Siapa?" Neva bertanya kembali.
"Kau akan tahu nanti" Gaza menjawab dengan santai membuat Neva mengurungkan niatnya untuk bertanya kembali.
Kini mereka ber-enam sudah sampai di depan pintu ruangan anak kecil itu. Dari mereka ber-enam, hanya Neva yang merasa sangat gugup dan gelisah.
Gaza mengucapkan salam terlebih dahulu dan membuka pintu ruangan itu, hal yang pertama kali terlihat adalah seorang anak kecil yang sedang menonton sesuatu dari ponsel yang di pegangnya dan seorang lelaki remaja yang tertidur di samping ranjang tersebut.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum…" Mereka berempat pun langsung mengucapkan salam saat pintu terbuka, ya, berempat. Karena 1 orangnya lebih ke terkejut.
"B-bang Nino?!" Neva yang baru lihat dari belakang pun langsung menyadari bahwa lelaki remaja itu adalah abangnya. Ya, Neva adalah anak keempat dari 6 bersaudara, sedangkan Nino adalah anak ketiga.
"Wa'alaikumussalam, An" Nino menjawab dengan senyum ramahnya walau baru bangun dari tidurnya.
"Eh iya, Assalamu'alaikum!" Neva yang mendengar jawaban abangnya langsung sadar bahwa hanya dirinya yang tidak mengucapkan salam.
"Wa'alaikumussalam…" Nino menjawab kembali dengan senyumannya.
"Sejak kapan abang tahu kalau Fandra disini? Apa abang langsung mukul paman? Abang gak ngelakuin sesuatu yang berlebihan kan?" Neva langsung memborong banyak pertanyaan untuk abangnya, sedangkan temannya yang lain hanya mendengarkan.
"Sudah dari awal abang tahu Nino dirawat disini" Nino menjawab dengan nada yang santai, namun tidak ada yang menyadari bahwa Nino berbicara sambil mencengkram kedua tangannya kecuali Kenta.
"Saat itu abang tidak sengaja lihat Fandra dibawa oleh Gaza, jadinya abang ikutin" Lanjut Nino.
"Jadi kalian bersaudara?" Andre kini dipenuhi banyak pertanyaan di kepalanya, sedikit shock dengan kenyataan bahwa korban adalah bagian keluarga dari Neva.
__ADS_1
"Y-ya…ini kakakku yang ketiga" Neva mulai memperkenalkan abangnya kepada semua temannya.
"Perkenalkan, ini abangku Nino Arjuna, maaf belum sempat memperkenalkannya kepada kalian" Semua temannya pun langsung memperkenalkan dirinya masing-masing.
"Kak Neva…Fandra mau pulang…mau ketemu bunda…" Fandra yang sedari tadi menyimak pembicaraan sambil menonton video kartun di ponselnya akhirnya mulai membuka suara.
Mereka yang sedari tadi mengabaikan Fandra yang sedang menonton menjadi merasa bersalah dan akhirnya mulai mengajak Fandra untuk mengobrol ataupun bercanda.
"Fandra kangen bunda ya?" Neva mentoel-toel pipi Fandra yang sudah tidak sechubby dulu. Kini wajahnya terlihat kurus, dan sudah mereka pastikan jika itu adalah perbuatan dari ayah Fandra sendiri.
"Kangen…Fandra pengen ketemu bunda secara langsung…gak dari mimpi lagi" Fandra perlahan mulai menitikkan air matanya.
Berpisah dengan sang bunda dan dipaksa untuk bisa menuruti ayahnya membuat Fandra tidak punya keberanian untuk melawan.
Bahkan sudah menjadi kebiasaan jika Fandra melakukan kesalahan sedikit, ia tidak akan diperbolehkan makan selama 2 hari.
Mengetahui hal itu membuat emosi Nino tambah meluap, mungkin saja jika saat itu Kenta tidak segera menghentikannya, ia benar-benar akan kelepasan dalam menghadapi pamannya itu.
__ADS_1