Love You In Silent

Love You In Silent
4. Pemilihan Petugas Kelas


__ADS_3

Usai puasnya Neva tertawa akan pertanyaan Nara, saat ini wali kelas berniat untuk mengadakan sesi pemilihan petugas kelas, tetapi…


"Jadi, siapa yang mau jadi ketua kelas, wakil ketua kelas, 2 sekretaris, dan 2 bendahara? Atau mau ibu pilih?" wali kelas mulai menulis beberapa petugas kelas di papan tulis sambil bertanya kepada para muridnya.


"Ketua kelas Kenta bu!"


"Iya bu Kenta aja!"


Para murid mulai meneriakkan nama Kenta, ekspresi Kenta? Tidak ada yang tahu karena Kenta sendiri belum masuk ke sekolah.


"Kenta yang mana deh orangnya?" wali kelas bertanya kepada para murid.


"Dia belum masuk bu, katanya lagi ke kampungnya" Neva menjawab dengan santai.


"Lah, terus kenapa kalian nyuruh dia yang jadi ketua kelas? Nanti kalau dia gak mau gimana?" wali kelas mulai bingung akan keadaan ini, laki-laki disini kan banyak, tetapi kenapa malah pada teriak nama Kenta yang sama sekali belum nongol batang hidungnya.


Nara yang mendengarnya mulai penasaran akan sosok Kenta yang diteriakkan oleh sekelasnya, seperti apa si orangnya sampai mereka langsung memilih Kenta sebagai ketua kelas padahal orangnya belum masuk.


"Dia lebih cocok bu…! Pas kelas 7 Kenta jadi ketua kelas dia bagus bu! Rajin juga, pinter, ganteng pula bu, kurang sempurna apalagi si bu, gak papa bu jadiin dia ketua kelas aja, dia juga pasti terima-terima aja kok bu…" Eliyah mulai menjelaskan alasannya yang disetujui oleh para murid, bagaimana dengan para lelaki? Mereka juga setuju akan hal itu, karena tidak ada dari mereka yang merasa pantas menjadi ketua kelas. Mungkin lebih tepatnya karena memang gak ada yang mau dengan tugas ribet tersebut.

__ADS_1


"Hmm…yakin nih kalian? Kalau pas dia masuk terus dia gak terima jangan salahin ibu loh ya" wali kelas itu mulai menulis nama Kenta di papan tulis.


"Nah…sekarang sisanya wakil, 2 sekretaris, sama 2 bendahara, ada yang mau?" tawar guru tersebut.


"Saya jadi wakil aja deh bu" seorang lelaki mulai mengangkat tangannya dengan wajah penuh percaya diri.


"Yakin lu Ndre? Dulu aja lu pas SD dipilih jadi wakil malah na-" belum selesai sebangkunya si Gaza bicara, mulutnya sudah ditutup oleh Andre dengan tangan kirinya sambil menarik bibir Gaza sedikit keras.


"S-swakit Dre!" Gaza menahan sakit di bibirnya yang ditarik kedepan oleh Andre sambil mencoba melepas tangan Andre di bibirnya.


"Makanya diem" jawaban Andre yang santai membuat Gaza sedikit bergidik ngeri karena nadanya terdengar horror menurutnya, alhasil Gaza langsung diam di tempat.


"Iya bu, saya aja yang jadi wakil ketua kelas" senyum Andre percaya diri.


"Kalian pada setuju kan kalau gue jadi ketua kel-" saat menatap para wajah perempuan di kelasnya dengan wajar datar membuat Andre menghentikan bicaranya.


"Ya…gue si setuju-setuju aja, tapi gak tahu kalau yang lain" Neva menjawab dengan santai karena dia tahu Andre dikenal sebagai cowok rese kedua setelah Gaza, yang suka mengganggu para perempuan di kelas dan suka rusuh jika freeclass. Tetapi walau begitu Andre juga termasuk murid pintar di kelas dan masuk 10 besar dalam ranking.


"Yaudah kalau Andre yang mau, asal gak ganggu para cewek lagi kayak kelas 7" salah satu siswi perempuan juga mejawab dengan santai, tetapi Andre tahu kalau mereka masih menyimpan dendam horror dengannya.

__ADS_1


"Baiklah berarti wakilnya Andre Martin ya" wali kelas mulai menulis nama Andre sebagai wakil ketua kelas.


Dan berlangsunglah pemilihan sekretaris dan bendahara dilakukan dengan tenang karena semua murid di kelas setuju atas hasilnya.


"Oke, berarti ketua kelas diisi oleh Kenta, wakil ketua oleh Andre, 2 sekretaris oleh Neva dan Nara, lalu 2 bendahara diisi oleh Celine dan Yuna, sampai sini pada setuju semua kan?" wali kelas mulai mengulangi hasil pembagian petugas kelas dan akhirnya disetujui oleh semua murid.


Extra:


"Kenapa harus aku yang jadi sekretaris kedua???" Nara bertanya dengan wajah merajuk sambil memegang bahu Neva.


"Ya…coba-coba aja, tulisanmu juga kulihat tadi bagus kok" Neva mengerlingkan satu matanya yang membuat Nara jengkel dan langsung memalingkan wajahnya kearah lain.


"Kamu bahkan belum pernah melihatku menulis" Nara merajuk.


"Itu mata bintitan ya?" Gaza mulai menggoda Neva lagi.


"Gaz, kaki lu kayaknya suka ya gua tendang, kenapa gak jadi samsak tinju gua aja?" Neva bertanya dengan senyuman penuh arti.


"Hehe…canda Nev canda…" Gaza memundurkan langkahnya sedikit demi sedikit karena dia mulai menyadari akan ada hal tidak diinginkan yang akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2