Love You In Silent

Love You In Silent
24. Peran yang Bagus


__ADS_3

"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lolos!" Andre berlari mengejar seorang lelaki dewasa yang kabur.


"Ndre!!! Biar gue yang kecok dia!!" Teriak Gaza dari belakang dan pergi melewati rute lain dengan mempercepat kecepatan larinya.


"Sip lah!" Andre pun juga mulai mempercepat kecepatan larinya.


Beberapa jam yang lalu, lebih tepatnya saat bel pulang sekolah berbunyi. Andre, Kenta, Nara, Neva, dan Eliyah memulai misinya melepaskan Gaza dari fitnah.


"Warna hitam, disana sudah ada asisten ku menunggu kalian, jadi kalian duluan saja kesana, ingat peran masing-masing" Kenta memberi intruksi kembali sebelum mereka berpisah.


Keempat temannya pun menganggukkan kepalanya dengan mantap dan pergi meninggalkan Kenta seorang diri di dalam sekolah.


"Baiklah, mari kita serius saat ini" Kenta mulai memakai kacamata canggihnya yang terlihat seperti kacamata biasa dan memasang sebuah buletan kecil di telinga yang sebenarnya alat itu adalah alat pendengar.


Kenta melangkahkan kakinya ke ruangan yang paling ditakuti para murid, yaitu ruangan BK. Tidak ada murid yang tahu bahwa di ruangan tersebut juga terdapat sebuah ruangan CCTV rahasia. Selesai bersiap, Kenta pun mulai mengetuk pintu tersebut.


Pintu terbuka, menampilkan seorang guru lelaki yang diyakini sebagai guru killer di sekolah itu, "Ken? Ngapain disini?" guru lelaki itu merasa heran dengan keberadaan Ken saat ini, karena setahu banyak guru, Ken itu adalah anak pendiam yang tidak pernah membuat masalah sedikitpun.


"Ada yang ingin Ken bicarakan pak" tanpa sepengetahuan guru tersebut, ada sebuah robot lebah yang memasuki ruangan tersebut.


Sementara itu di dalam mobil.

__ADS_1


Ketiga anak manusia itu sedang mencoba menggerakkan sebuah robot lebah yang sudah berada di ruangan CCTV dengan dibantu asisten Ken.


"Gak sangka aku bisa ngelakuin gini" Neva berdecak kagum saat menggerakkan robot lebah itu.


"Nev, ke arah situ Nev, biar kita bisa ngambil data-data videonya" Nara menunjuk sebuah benda yang berada tidak jauh di dekat layar CCTV.


"El Kenta masih aman kan?" selesai melaksanakan apa yang diperintahkan Nara, Neva langsung melihat ke arah Eliyah yang sedang mendengarkan percakapan Kenta dengan guru BK.


"Alhamdulillah Kenta masih bisa nyari topik buat memberi kita waktu Nev, tapi Kenta hebat juga buat nyari topik dalam waktu singkat, bahkan wajahnya saja terlihat seperti biasanya" Eliyah merasa kagum dengan Kenta yang benar-benar bisa memainkan perannya dengan sangat rapih.


"Bener juga si, lalu Andre yakin bisa sendiri?" Neva kembali bertanya.


"Dia pasti baik-baik saja, percayakan saja kepada mereka ber-" sebelum Eliyah menyelesaikan kata-katanya, Nara langsung memotongnya.


Di tempat Kenta.


Alat yang berada di telinganya tiba-tiba berdengung dan Kenta menyadari bahwa Nara sudah berhasil mengambil data-data yang ada di komputer CCTV. Dengan kemampuan komunikasinya pun Kenta dengan mudah mengakhiri pembicaraannya dengan guru BK.


Keluar dari ruang BK, Kenta pun segera bergegas pergi ke mobil. Sesampainya di mobil, mobil langsung tancap gas dan pergi ke tempat yang akan dijadikan tempat mereka menangkap si pelaku


"Ken, kau yakin dengan ini semua? Bagaimana kalau ternyata kita salah orang?" Nara bertanya dengan gugup, ia hanya khawatir jika rencana ini tidak akan berjalan lancar seperti yang di inginkan.

__ADS_1


"Tenang saja, aku yakin kita tidak akan salah langkah, kalian bisa percaya padaku" Kenta menjawab pertanyaan Nara tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.


Ketiga perempuan itu menatap satu sama lain dan mengangguk, memberi semangat untuk mereka semua.


*****


Di suatu gang yang lumayan sempit.


"Kau yakin disini tempatnya?" Andre bertanya sambil melihat ke sekitar tempat itu, walau terdapat di gang yang lumayan sempit, tempat ini terlihat bersih seperti tempat yang rajin dirawat.


"Ya" Gaza menjawab dengan singkat, ya peran Andre adalah memanggil Gaza dan mengajaknya untuk menangkap si pelaku. Gaza tahu kalau dirinya difitnah dan Gaza sengaja ingin diam saja karena tidak ingin menambah masalah, tetapi saat Andre memberitahunya bahwa teman-temannya sedang berusaha menangkap si pelaku yang ternyata juga adalah seorang buronan yang sudah lama hilang, Gaza akhirnya ikut turun tangan menghadapinya.


"Kau sedang apa si Gaz?" Beo Andre bertanya, karena sedari tadi Gaza terlihat sedang mengorek-orek beberapa pot tanaman.


"Sebelum gue mulai menyelamatkan anak itu, gue nyalain recorder dan gue lempar ke arah pot tanaman disini" Gaza menjelaskan sambil tangannya terus mengorek-orek beberapa pot tanaman.


"Keren juga lo sampe kepikiran kesitu!" Andre merasa kagum, ternyata diam-diam Gaza teliti juga dalam menjumpai masalah di tempat umum.


"Kalian ngapain disini?" Tiba-tiba terdengar suara bariton seorang lelaki dewasa berperawakan cukup tinggi. Sekali lihat, Andre dan Gaza pun sudah tahu siapa orang di depannya ini.


"Tanpa di pancing pun akhirnya nih orang keluar juga dengan sendirinya." Batin Andre seraya tersenyum puas menatap lelaki dewasa di depannya.

__ADS_1


"Paman mau main polisi dan maling?"


__ADS_2