Love You In Silent

Love You In Silent
5. Gadis Ceroboh


__ADS_3

Karena hari ini adalah hari pertama masuk sekolah, bel pulang sudah mulai dibunyikan saat waktu Dzuhur.


Para murid langsung bergegas keluar kelas saat mendengar bel sudah dibunyikan sebanyak 3 kali.


Neva dan Nara pun langsung keluar kelas dan menuruni tangga bersama, awalnya mereka berdua menunggu sebentar di kelas karena saat bel baru saja dibunyikan keadaan di luar menjadi sangat ramai, maka dari itu mereka berdua berniat untuk menunggu di kelas sampai keadaan mulai sedikit sepi.


"Ra, kamu langsung pulang kah?" tanya Neva sambil menuruni beberapa tangga dengan hati-hati.


"Iya, palingan aku juga sudah dijemput ayahku, kalau kamu?" kini Nara yang bertanya.


"Aku si harus ke suatu tempat dulu baru pulang" kini keduanya sudah menuruni semua tangga dan langsung melanjutkan jalannya ke arah gerbang luar sekolah.


"Mau kutemani?" tawar Nara.


"Tidak perlu, kamu pastinya juga sudah dijemput kan, lain kali saja aku akan mengajakmu" tolak Neva dengan halus.


"Baiklah, tapi hati-hati ya…" peringat Nara. Nara tidak tahu saja bahwa Neva bukanlah seorang siswi SMP biasa.

__ADS_1


"Tenang saja, aku sudah biasa bepergian sendiri dan masih tetap sehat wal 'afiyat sampai saat ini" jawab Neva dengan bangga.


"Tapi kamu tetap harus hati-hati loh! Bahaya dan ancaman kan tidak ada yang tahu, siapa tahu nanti di jalan kamu dikejar anjing" peringat Nara sekali lagi dengan tegas.


"Iya-iya…dan juga kenapa jadi dikejar anjing deh?" bingung Neva.


"Karena dulu aku pernah dikejar anjing secara tiba-tiba" jawab Nara dengan singkat dan jelas.


Neva yang mendengar hal itu rasanya ingin tertawa, tapi ia berusaha menahannya karena takut kejadian di kelas terjadi lagi.


"Ah! Itu mobil ayahku. Aku duluan ya Neva, sampai bertemu besok! Hati-hati loh! Assalamu'alaikum…" dan ini adalah peringat Nara ketiga kalinya sambil tangannya melambai ke arah Neva yang berdiri seorang diri.


Saat mobil Nara sudah keluar dari lingkungan sekolah, Neva langsung pergi ke tempat yang ingin ditujunya sebelum pulang sekolah seorang diri.


*****


Nara kini sedang meneliti beberapa jajanan yang tersedia di mall itu. Ya, saat Nara dijemput, ayah dan ibunya berniat pergi ke mall untuk membeli barang-barang kebutuhan untuk dirumah yang sudah habis, dan disinilah Nara sekarang.

__ADS_1


Karena bosan menunggu kedua orang tuanya memilih barang belanjaan, Nara lebih memilih untuk keliling di sekitar sana untuk mencari sesuatu yang mungkin disukanya.


Karena Nara tidak memperhatikan ke sekitar, saat Nara melihat jajanan favoritnya tangannya langsung bergerak untuk mengambil makanan itu, lalu…


"Eh- maaf!" tanpa sengaja tangan Nara yang ingin mengambil jajanan favoritnya itu menyentuh tangan seorang pria yang juga ingin mengambil jajanan yang sama dengan Nara, spontan Nara langsung menarik tangannya menjauh lalu wajahnya langsung tertunduk malu.


Karena Nara tidak mendengar apapun dari lelaki itu, Nara perlahan memberanikan dirinya untuk melihat wajah dan ekspresi sang pria. Hal pertama yang Nara lihat adalah pandangan lelaki itu yang menuju ke arahnya, Nara yang menyadari bahwa ia tertangkap basah langsung menundukkan wajahnya kembali.


"Ma-maafkan aku…aku tidak sengaja, aku tidak tahu kalau…tuan juga ingin mengambil makanan itu…" yang bisa Nara lakukan hanyalah meminta maaf agar pria di depannya ini tidak marah pikirnya.


"Kenapa kau minta maaf? Ini bukanlah kesalahan besar juga kan?" akhirnya pria itu membuka mulutnya yang sejak tadi tertutup. Sebenarnya dia ingin langsung meminta maaf tetapi karena tiba-tiba gadis di depannya menunduk, dia jadi memikirkan kata-kata untuk dikatakan pada gadis di depannya itu.


Perlahan Nara mulai mengangkat wajahnya dan menatap pria itu dengan tatapan bersalah. Karena terlalu malu dan takut Nara langsung pergi begitu saja meninggalkan sang pria yang terdiri bingung.


Pria itu bingung dengan reaksi Nara, awalnya ia ingin mengejar gadis itu tetapi dia berniat untuk mengambil jajanan favorit adiknya dulu, tangannya yang ingin mengambil jajanan itu tidak sengaja menyentuh sebuah benda kecil yang ternyata adalah gelang.


"Dasar gadis ceroboh" dia tersenyum tipis melihat gelang kecil di tangannya dan langsung memasukkan gelang itu ke kantung celananya.

__ADS_1


"Kuharap kita bisa bertemu lagi agar aku bisa mengembalikan gelang imutmu ini" tawa pria itu dalam hati karena baru kali ini ia berharap bisa bertemu kembali dengan seorang perempuan yang baru ditemuinya.


__ADS_2